Kamis, 11/06/2026

APBD Berau Diproyeksi Turun Rp2,4 Triliun, Program Unggulan Tetap Berjalan Bertahap

Kamis, 11/06/2026

Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas. (Foto: Indri/Korankaltim.com)

Share
Join Grup Telegram Koran Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/+SsC4jer3I5syZWU1 atau klik tombol dibawah ini.

Grup Telegram Koran Kaltim

kemudian join. Anda harus instal aplikasi Telegram terlebih dahulu di ponsel.

Berita Terkait

APBD Berau Diproyeksi Turun Rp2,4 Triliun, Program Unggulan Tetap Berjalan Bertahap

Kamis, 11/06/2026

logo

Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas. (Foto: Indri/Korankaltim.com)

Penulis: Indri

KORANKALTIM.COM, TANJUNG REDEB – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau menghadapi tantangan fiskal pada tahun 2027 mendatang. Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) diproyeksikan mengalami penurunan signifikan hingga sekitar Rp2,4 triliun dibandingkan tahun sebelumnya.

Meski demikian, Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas memastikan hak-hak aparatur sipil negara tetap menjadi prioritas pemerintah daerah. Belanja pegawai disebut tidak akan terdampak oleh penurunan anggaran tersebut. “Belanja pegawai insyaAllah tidak akan terkurangi,” ujarnya.

Penurunan kapasitas fiskal daerah diperkirakan akan berimbas pada sejumlah program pembangunan dan kegiatan pemerintahan. Karena itu, Pemkab Berau akan melakukan rasionalisasi anggaran guna menyesuaikan pelaksanaan program dengan kemampuan keuangan daerah.

Menurutnya, langkah tersebut diperlukan agar roda pembangunan tetap berjalan tanpa membebani kondisi fiskal daerah. Pemerintah juga berkomitmen menjaga keberlangsungan program-program prioritas yang telah menjadi bagian dari agenda pembangunan daerah.

“Segala program lain akan kita rasionalisasi sesuai kemampuan anggaran. Program unggulan tetap akan kita jalankan secara bertahap,” katanya.

Ia menegaskan program-program unggulan tidak akan dihentikan meskipun berpotensi mengalami penyesuaian dari sisi alokasi anggaran. Pemerintah daerah akan mengutamakan keberlanjutan program yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.

“Program unggulan tidak terancam, namun mungkin ada pengurangan,” ungkapnya.

Salah satu program yang berpotensi mengalami penyesuaian adalah bantuan langsung tunai (BLT). Nominal bantuan yang selama ini diterima masyarakat kemungkinan akan disesuaikan dengan kondisi keuangan daerah, meski programnya tetap dilanjutkan.

“BLT yang dulunya Rp500 ribu mungkin akan dikurangi. Yang jelas akan kita realisasikan walaupun bertahap,” jelasnya.

Selain bantuan sosial, proyek-proyek strategis daerah juga tetap masuk dalam daftar prioritas. Salah satunya pembangunan sirkuit yang selama ini menjadi program unggulan pemerintah daerah. Meski pelaksanaannya menyesuaikan kemampuan anggaran, proyek tersebut dipastikan tetap berjalan. “Seperti sirkuit, tetap berjalan walaupun bertahap,” tegasnya.

Di tengah proyeksi penurunan APBD yang cukup besar, Pemkab Berau berupaya menjaga keseimbangan antara efisiensi anggaran dan pemenuhan janji pembangunan kepada masyarakat. Pemerintah daerah akan memaksimalkan anggaran yang tersedia agar program-program prioritas tetap dapat direalisasikan secara berkelanjutan.

“Kami akan memaksimalkan anggaran yang ada untuk memaksimalkan pula janji kami kepada masyarakat,” pungkasnya.

Editor: Erwin

APBD Berau Diproyeksi Turun Rp2,4 Triliun, Program Unggulan Tetap Berjalan Bertahap

Kamis, 11/06/2026

Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas. (Foto: Indri/Korankaltim.com)

Share

Berita Terkait