Kamis, 11/06/2026

Inovasi Perempuan Pesisir Berau, Sulap Kepala Udang jadi Camilan

Kamis, 11/06/2026

Poklahsar Kerjasama Jaya menunjukkan produk olahan hasil perikanan berupa Uludang Crispy dan Abon Ikan Bandeng di Kampung Pegat Batumbuk, Kecamatan Pulau Derawan, Kabupaten Berau. Inovasi produk bernilai tambah ini menjadi upaya meningkatkan pendapatan ma

Share
Join Grup Telegram Koran Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/+SsC4jer3I5syZWU1 atau klik tombol dibawah ini.

Grup Telegram Koran Kaltim

kemudian join. Anda harus instal aplikasi Telegram terlebih dahulu di ponsel.

Berita Terkait

Inovasi Perempuan Pesisir Berau, Sulap Kepala Udang jadi Camilan

Kamis, 11/06/2026

logo

Poklahsar Kerjasama Jaya menunjukkan produk olahan hasil perikanan berupa Uludang Crispy dan Abon Ikan Bandeng di Kampung Pegat Batumbuk, Kecamatan Pulau Derawan, Kabupaten Berau. Inovasi produk bernilai tambah ini menjadi upaya meningkatkan pendapatan ma

Penulis: Indri

KORANKALTIM.COM, TANJUNG REDEB– Limbah kepala udang yang selama ini kerap terbuang kini menjadi sumber pendapatan baru bagi masyarakat pesisir di Kampung Pegat Batumbuk, Kecamatan Pulau Derawan, Kabupaten Berau. 

Melalui inovasi produk Uludang Crispy, Kelompok Pengolah dan Pemasar (Poklahsar) Kerjasama Jaya berhasil mengubah bahan yang sebelumnya dianggap tidak bernilai menjadi makanan ringan yang mulai diminati pasar.

Produk tersebut dikembangkan sebagai upaya meningkatkan nilai tambah hasil perikanan sekaligus mengurangi limbah produksi. Inovasi ini menjadi salah satu contoh bagaimana masyarakat pesisir mampu memanfaatkan sumber daya yang tersedia secara lebih optimal dan berkelanjutan.

Ketua Poklahsar Kerjasama Jaya Riska Febriani mengatakan, ide pengolahan kepala udang muncul setelah kelompoknya mendapatkan pendampingan dari Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN) dan Dinas Perikanan Kabupaten Berau melalui program Solutions for Marine and Coastal Resilience in the Coral Triangle (SOMACORE).

“Selama ini kepala udang sering kali tidak dimanfaatkan. Kami mencoba mengolahnya menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi dan memberi manfaat bagi masyarakat,” ujar Riska.

Pengembangan produk tidak hanya berfokus pada inovasi bahan baku, tetapi juga peningkatan kualitas usaha. Saat ini Uludang Crispy telah dilengkapi legalitas usaha dan sertifikat halal untuk meningkatkan kepercayaan konsumen.

Pemasaran produk tersebut pun terus berkembang. Jika sebelumnya hanya dipasarkan di lingkungan kampung, kini Uludang Crispy telah tersedia di sejumlah toko oleh-oleh di Tanjung Redeb. 

Kehadiran produk di pusat penjualan oleh-oleh dinilai membuka peluang pasar yang lebih luas, sekaligus memperkenalkan hasil olahan masyarakat pesisir kepada wisatawan.

Kepala Dinas Perikanan Berau Abdul Majid menilai inovasi pengolahan limbah perikanan menjadi produk bernilai jual merupakan langkah penting dalam meningkatkan daya saing sektor perikanan daerah.

“Inovasi seperti ini menunjukkan masyarakat mampu melihat peluang dari bahan yang sebelumnya belum dimanfaatkan secara maksimal,” kata Majid.

Sementara itu, Manajer Senior Ekonomi Biru YKAN Kiki Anggraini mengatakan pemberdayaan perempuan memiliki peran penting dalam memperkuat ekonomi pesisir. Menurutnya, perempuan merupakan bagian strategis dalam rantai nilai perikanan yang perlu didukung melalui peningkatan kapasitas usaha dan inovasi produk.

Melalui dukungan pelatihan, pendampingan usaha, perbaikan pengemasan, hingga akses pasar, Uludang Crispy diharapkan berkembang menjadi salah satu produk unggulan pesisir Berau yang mampu bersaing di tingkat regional maupun nasional. 

"Inovasi ini sejalan dengan pendekatan ekonomi biru yang mendorong pemanfaatan sumber daya lokal secara berkelanjutan,” kata Kiki.

Editor: Aspian Nur 

Inovasi Perempuan Pesisir Berau, Sulap Kepala Udang jadi Camilan

Kamis, 11/06/2026

Poklahsar Kerjasama Jaya menunjukkan produk olahan hasil perikanan berupa Uludang Crispy dan Abon Ikan Bandeng di Kampung Pegat Batumbuk, Kecamatan Pulau Derawan, Kabupaten Berau. Inovasi produk bernilai tambah ini menjadi upaya meningkatkan pendapatan ma

Share

Berita Terkait