Rabu, 26/08/2026

KPM PKH Didorong Punya Penghasilan, Pendampingan Harus Lebih Produktif

Rabu, 26/08/2026

Kegiatan Inovasi Digital untuk Memperkuat Pemberdayaan Keluarga Penerima Manfaat PKH yang diikuti sekitar 100 pendamping dan relawan PKH dari Kota Samarinda dan Kabupaten Kutai Kartanegara yang digelar di Hotel Aston Samarinda, Selasa (25/8/2026).

Share
Join Grup Telegram Koran Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/+SsC4jer3I5syZWU1 atau klik tombol dibawah ini.

Grup Telegram Koran Kaltim

kemudian join. Anda harus instal aplikasi Telegram terlebih dahulu di ponsel.

Berita Terkait

KPM PKH Didorong Punya Penghasilan, Pendampingan Harus Lebih Produktif

Rabu, 26/08/2026

logo

Kegiatan Inovasi Digital untuk Memperkuat Pemberdayaan Keluarga Penerima Manfaat PKH yang diikuti sekitar 100 pendamping dan relawan PKH dari Kota Samarinda dan Kabupaten Kutai Kartanegara yang digelar di Hotel Aston Samarinda, Selasa (25/8/2026).

Penulis : M Rafik

KORANKALTIM.COM, SAMARINDA - Program Keluarga Harapan (PKH) didorong tidak berhenti sebagai bantuan sosial, tetapi harus mampu mengantarkan keluarga penerima manfaat (KPM) memiliki penghasilan dan mencapai kemandirian ekonomi.

Anggota Komisi VIII DPR RI daerah pemilihan Kaltim Hetifah Sjaifudian mengatakan, pendampingan KPM perlu diarahkan pada pemberdayaan yang lebih produktif. Bantuan sosial, menurutnya, harus menjadi pijakan agar keluarga mampu meningkatkan kemampuan dan pendapatannya.

Pemberdayaan dapat dilakukan melalui peningkatan keterampilan, pengembangan usaha, perluasan akses pasar hingga pemanfaatan teknologi. “PKH bukan sekadar bantuan. Kita harus memastikan keluarga penerima manfaat memiliki kemampuan untuk meningkatkan pendapatan dan pada akhirnya menjadi keluarga yang mandiri,” kata Hetifah.

Penguatan tersebut juga membutuhkan perubahan cara pandang KPM. Penerima manfaat perlu didorong untuk melihat potensi yang mereka miliki dan mengembangkannya menjadi sumber penghasilan. “Pendampingan harus membantu KPM melihat potensi yang mereka miliki dan mengubah teknologi menjadi alat untuk meningkatkan kemandirian ekonomi,” ujarnya.

Pemanfaatan teknologi dapat menjadi sarana untuk membantu KPM mengembangkan usaha maupun memperluas akses terhadap peluang ekonomi.

Sementara Asril dari Pusat Riset Sains Data dan Informasi BRIN menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Penggunaan teknologi, kata dia, juga perlu ditopang dengan data yang tepat agar manfaatnya lebih konkret. “Teknologi akan lebih bermanfaat ketika digunakan sesuai kebutuhan masyarakat dan didukung data yang tepat,” kata Asril.

Dari sisi pendampingan, Kepala BRIDA Kaltim Fitriansyah menilai peningkatan pengetahuan pendamping menjadi hal penting. Pendamping perlu memiliki kemampuan yang memadai agar teknologi dan data dapat dimanfaatkan untuk memperkuat kinerja PKH. Penguatan kapasitas tersebut juga dapat mendukung upaya pengentasan kemiskinan serta membantu keluarga rentan meningkatkan kemandirian.

Kepala Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Kota Samarinda Mochammad Arif Surochman  menilai inovasi dan penguatan kapasitas masyarakat penting agar program PKH tidak hanya berorientasi pada penyaluran bantuan. “Pemberdayaan harus terus diperkuat agar masyarakat tidak hanya menerima bantuan, tetapi juga memiliki kemampuan untuk berkembang dan mandiri,” kata Arif.

Editor: Aspian Nur

KPM PKH Didorong Punya Penghasilan, Pendampingan Harus Lebih Produktif

Rabu, 26/08/2026

Kegiatan Inovasi Digital untuk Memperkuat Pemberdayaan Keluarga Penerima Manfaat PKH yang diikuti sekitar 100 pendamping dan relawan PKH dari Kota Samarinda dan Kabupaten Kutai Kartanegara yang digelar di Hotel Aston Samarinda, Selasa (25/8/2026).

Share

Berita Terkait