Selasa, 25/08/2026

Pemkot Samarinda Siapkan Modifikasi Cuaca Kalau Pekan Depan Tak Turun Hujan

Selasa, 25/08/2026

Suasana terik dan cuaca panas yang melanda Kota Samarinda. (Ayu/KoranKaltim.com)

Share
Join Grup Telegram Koran Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/+SsC4jer3I5syZWU1 atau klik tombol dibawah ini.

Grup Telegram Koran Kaltim

kemudian join. Anda harus instal aplikasi Telegram terlebih dahulu di ponsel.

Berita Terkait

Pemkot Samarinda Siapkan Modifikasi Cuaca Kalau Pekan Depan Tak Turun Hujan

Selasa, 25/08/2026

logo

Suasana terik dan cuaca panas yang melanda Kota Samarinda. (Ayu/KoranKaltim.com)

Penulis : Ayu Norwahliyah

KORANKALTIM.COM, SAMARINDA — Ancaman El Nino yang diprakirakan berlangsung hingga akhir tahun membuat Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda menyiapkan langkah antisipasi lanjutan. 

Jika hujan tak kunjung turun hingga pekan depan maka rekayasa cuaca melalui modifikasi cuaca berpotensi dilakukan berkolaborasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan TNI Angkatan Udara. “Kalau sampai minggu depan tidak ada turun hujan, tidak menutup kemungkinan kami akan melakukan modifikasi cuaca,” kata Wali Kota Samarinda Andi Harun kepada  Korankaltim.com Senin (25/8/2026) malam tadi.

Langkah tersebut disiapkan menyusul prakiraan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) terkait fenomena El Nino yang berpotensi memuncak sepanjang Agustus hingga September. “Mudah-mudahan dalam waktu dekat bisa turun hujan,” harapnya.

Guna mengoordinasikan penanganan secara menyeluruh, Pemkot Samarinda telah membentuk Satuan Tugas (Satgas) Dampak El Nino yang diketuai oleh Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Samarinda Suwarso. 

Pembagian peran juga telah didistribusikan ke masing-masing perangkat daerah. Dalam skema kerja ini, BPBD Samarinda bertugas mengantisipasi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), memantau titik api, serta meningkatkan edukasi kepada masyarakat dan meminta tidak melakukan pembakaran lahan sembarangan, mengingat kondisi mengering yang dapat memicu risiko kebakaran tinggi.

Selain karhutla, mitigasi dampak El Nino terhadap stabilitas harga dan ketersediaan pangan juga dilakukan. Dinas Perdagangan (Disdag) ditugaskan mengawasi pergerakan harga, stok, hingga rantai pasokan guna mengantisipasi lonjakan inflasi imbas gangguan pasokan nasional.

Sejumlah komoditas yang mendapat perhatian khusus meliputi daging ayam, cabai, bawang, serta jenis ikan seperti layang, kembung, dan tongkol. “Jadi kami sudah sampai pada pemantauan yang sangat detail,” tegas Andi Harun.

Di sektor air bersih, ketersediaan air baku Kota Tepian secara umum masih dinilai aman. Namun, kualitasnya tetap diwaspadai, khususnya di wilayah Palaran yang mencatatkan kenaikan parameter hingga 102 PPM saat sungai pasang.  Meski masih berada jauh di bawah ambang batas maksimal 250 PPM, pengawasan ketat tetap dijalankan.

Sementara dari sektor kesehatan, lonjakan kasus gangguan pernapasan seperti ISPA, asma, dan pneumonia mulai tercatat. Data Dinas Kesehatan (Dinkes) Samarinda menunjukkan kasus ISPA akut melonjak hingga 22,8 persen pada periode 1–22 Agustus dibandingkan bulan sebelumnya, dengan rata-rata penderita mencapai 206,2 kasus per hari dari sebelumnya 167,9 kasus per hari pada Juli.

Meskipun kualitas udara Samarinda secara umum masih tergolong baik, asap akibat kebakaran di wilayah perbatasan, seperti Anggana, sempat memengaruhi mutu udara setempat.

Untuk menjaga produktivitas sektor pertanian, para camat dan lurah diinstruksikan mengidentifikasi sumber air alternatif non-sungai dan sumur warga.  Pemkot Samarinda juga disebut siap mendistribusikan bantuan pompa pengairan untuk menyokong kebutuhan pertanian jika sumber air utama mengering. “Kami akan melakukan upaya agar para petani kita bisa tetap menanam sesuai dengan jadwal normal,” terangnya.

Seluruh langkah antisipasi tersebut akan didukung melalui alokasi Belanja Tidak Terduga (BTT) yang kini masih dalam tahap finalisasi. Sebelumnya, kebutuhan anggaran mitigasi dampak El Nino dari sejumlah perangkat daerah diperkirakan mencapai hampir Rp900 Juta.

Kesiapsiagaan posko pemadam kebakaran di seluruh kecamatan pun juga ditingkatkan. “Penanganan dampak El Nino tidak bisa hanya dengan narasi, langsung konkret apa yang mereka kerjakan,” tutup Andi Harun.

Editor: Aspian Nur

Pemkot Samarinda Siapkan Modifikasi Cuaca Kalau Pekan Depan Tak Turun Hujan

Selasa, 25/08/2026

Suasana terik dan cuaca panas yang melanda Kota Samarinda. (Ayu/KoranKaltim.com)

Share

Berita Terkait