Senin, 24/08/2026

Kemarau Panjang, Guru Besar Unmul Dorong Penerapan Irigasi Tetes untuk Jaga Pangan di Kaltim

Senin, 24/08/2026

Guru Besar Fakultas Pertanian Unmul, Prof. Bernatal Saragih. (Foto: Rafik/Korankaltim.com)

Share
Join Grup Telegram Koran Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/+SsC4jer3I5syZWU1 atau klik tombol dibawah ini.

Grup Telegram Koran Kaltim

kemudian join. Anda harus instal aplikasi Telegram terlebih dahulu di ponsel.

Berita Terkait

Kemarau Panjang, Guru Besar Unmul Dorong Penerapan Irigasi Tetes untuk Jaga Pangan di Kaltim

Senin, 24/08/2026

logo

Guru Besar Fakultas Pertanian Unmul, Prof. Bernatal Saragih. (Foto: Rafik/Korankaltim.com)

Penulis: M Rafik

KORANKALTIM.COM, SAMARINDA – Guru Besar Fakultas Pertanian Universitas Mulawarman (Unmul), Prof Bernatal Saragih, mendorong penerapan teknologi irigasi tetes sebagai solusi praktis dan efisien untuk menjaga stabilitas ketahanan pangan Kalimantan Timur (Kaltim) di tengah ancaman kemarau panjang.

Menurutnya, aktivitas produksi sektor pertanian daerah tidak boleh berhenti meskipun pasokan air baku menipis. Penggunaan teknologi hemat air menjadi kunci utama agar ketersediaan pangan di Kaltim tetap terjaga tanpa memicu pemborosan sumber daya air.

“Pangan itu pada dasarnya tidak perlu terlalu boros air, yang penting pasokannya kontinu tersedia. Salah satu teknologi yang paling murah, sederhana, dan efisien untuk diterapkan di Kaltim adalah irigasi tetes,” ujarnya, Senin (24/8/2026).

Ia menjelaskan, skema irigasi tetes sangat realistis untuk diterapkan secara meluas oleh para petani lokal. Pemerintah daerah diharapkan dapat mengambil peran aktif untuk memfasilitasi kebutuhan sarana dasar pertanian, seperti pengadaan unit pompa air dan penataan instalasi pipa pendukung yang terjangkau.

Selain penerapan teknologi irigasi tetes, pemanfaatan potensi penampungan air seperti embung-embung yang tersebar di wilayah Kaltim serta penggunaan sumur bor juga harus segera dioptimalkan. 

“Langkah antisipasi ini dinilai sangat krusial untuk menjaga ketersediaan air tanaman sebelum sumber air baku utama mengering akibat dampak kekeringan ekstrem,” terangnya.

Dengan efisiensi air yang terencana, para petani di Kaltim diyakini tetap mampu memproduksi hasil pertanian secara konsisten. Pemangkasan pemborosan air melalui irigasi tetes sekaligus menjadi langkah strategis daerah dalam menghadapi tantangan perubahan iklim serta ancaman krisis air baku di masa depan.

Editor: Erwin

Kemarau Panjang, Guru Besar Unmul Dorong Penerapan Irigasi Tetes untuk Jaga Pangan di Kaltim

Senin, 24/08/2026

Guru Besar Fakultas Pertanian Unmul, Prof. Bernatal Saragih. (Foto: Rafik/Korankaltim.com)

Share

Berita Terkait