Senin, 24/08/2026
Senin, 24/08/2026
Kawasan Kelurahan Jawa, Samarinda Ulu, yang menjadi lokasi pembangunan sistem drainase subsistem Jalan Pasundan. (Ayu/KoranKaltim.com)
Senin, 24/08/2026

Kawasan Kelurahan Jawa, Samarinda Ulu, yang menjadi lokasi pembangunan sistem drainase subsistem Jalan Pasundan. (Ayu/KoranKaltim.com)
Penulis : Ayu Norwahliyah
KORANKALTIM.COM, SAMARINDA — Banjir yang kerap mengganggu aktivitas warga di kawasan Kelurahan Jawa, Kecamatan Samarinda Ulu kembali menjadi perhatian Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda untuk segera dituntaskan.
Tahun ini, anggaran sekitar Rp19,06 miliar dialokasikan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2026 untuk pembangunan sistem drainase subsistem Jalan Pasundan.
Pekerjaan tersebut merupakan lanjutan setelah saluran air di kawasan itu diperlebar sejak 2023. Selain area Jalan Pasundan dan Gunung Cermai, penanganan ini diharapkan dapat menuntaskan persoalan banjir di Jalan Gunung Merbabu.
Kepala Bidang Sumber Daya Air Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (Kabid SDA DPUPR) Samarinda Darmadi mengatakan, pembangunan sistem pengendali banjir tersebut terdiri atas tiga bagian utama.
Pertama, pembangunan drainase sepanjang 197,7 meter dengan lebar 5 meter dan tinggi 2,25 meter yang berfungsi sebagai jalur utama menuju Sungai Mahakam. Selanjutnya, pintu air dibangun dengan lebar 1,2 meter dan tinggi 3 meter. “Pintu air terdiri atas satu unit pintu otomatis dan dua pintu manual yang akan mengatur aliran air dari kawasan Pasundan menuju sungai,” kata Darmadi.
Bagian ketiga berupa pembangunan rumah pompa di tepian Sungai Mahakam. Bangunan tiga lantai berukuran lebar 5 meter dan panjang 10 meter tersebut menjadi komponen krusial dalam sistem pengendalian banjir.
Pompa akan dioperasikan ketika debit air di kawasan permukiman tinggi, terutama saat permukaan Sungai Mahakam juga naik. Dalam kondisi tersebut, pintu air ditutup untuk mencegah aliran balik dari sungai, kemudian pompa bekerja membuang air dari permukiman menuju Mahakam. “Kalau Mahakam sedang tinggi, pintunya ditutup dan air dipompa keluar. Jika malam hari air naik, pintunya kita tutup lalu dipompa keluar,” jelasnya.
Sementara itu, pada kondisi normal, pintu manual akan tetap dibuka sehingga air mengalir secara alami menuju Sungai Mahakam. Keseluruhan proyek penanganan banjir tersebut ditargetkan rampung pada 11 Desember 2026.
Ditengah pelaksanaan pekerjaan, masyarakat diimbau mengantisipasi rekayasa lalu lintas. Pekerjaan paling krusial saat ini adalah pembangunan crossing drainase yang mengharuskan pembongkaran badan jalan.
Pengalihan arus dilakukan secara bertahap pada dua titik. Pekerjaan di sisi tepian depan Bank BTN dijadwalkan mulai 24 Agustus malam nanti dan dilanjutkan ke sisi berikutnya setelah tahap pertama selesai. Rekayasa lalu lintas tersebut diperkirakan berlangsung hingga 4 September. “Sebab nanti setelah digali, tinggal diturunkan lalu dicor besi. Paling 2 sampai 3 hari jalan sudah bisa dibuka kembali,” sebut Darmadi.
Masyarakat diminta memaklumi gangguan lalu lintas selama proyek berjalan. Pengendara dianjurkan mencari jalur alternatif guna menghindari titik penumpukan kendaraan.
“Kami berharap masyarakat dapat memaklumi. Ini semua semata-mata bertujuan menanggulangi banjir di kawasan Pasundan,” ucapnya.
Seluruh perizinan pembangunan disebut telah terpenuhi. Koordinasi terkait rekayasa jalan juga telah dilakukan bersama kepolisian, Dinas Perhubungan (Dishub), dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur (Kaltim). “Koordinasi dengan Satlantas, Dishub, dan pihak provinsi sudah selesai. Tinggal kita eksekusi di lapangan,” tutup Darmadi.
Editor: Aspian Nur
Senin, 24/08/2026
Kawasan Kelurahan Jawa, Samarinda Ulu, yang menjadi lokasi pembangunan sistem drainase subsistem Jalan Pasundan. (Ayu/KoranKaltim.com)
TERPOPULER