Jumat, 21/08/2026
Jumat, 21/08/2026
Ilustrasi tembakau sintetis. (Foto: Dok.Alodokter)
Jumat, 21/08/2026

Ilustrasi tembakau sintetis. (Foto: Dok.Alodokter)
Penulis: Ayu Norwahliyah
KORANKALTIM.COM, SAMARINDA - Dugaan penyalahgunaan narkoba yang menyeret belasan siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Samarinda Seberang menjadi perhatian serius karena menyangkut anak usia sekolah.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, peristiwa tersebut terjadi pada akhir Juli 2026 lalu saat sejumlah siswa diduga mengonsumsi kanabinoid sintetis atau sinte secara bergiliran di belakang lingkungan sekolah.
Seorang diantaranya dilaporkan mengalami kejang dan muntah-muntah hingga harus mendapat pertolongan medis. Dugaan ini mengemuka usai adanya asesmen awal dari guru bimbingan dan konseling (BK).
Seorang tokoh masyarakat Samarinda Seberang yang meminta identitasnya dirahasiakan menyebut kabar tersebut sudah ramai diperbincangkan warga dan ia mengaku terkejut saat mengetahui kabar ini berkembang di media sosial.
"Pasti kaget, apalagi ini yang terlibat anak-anak," ujarnya.
Maraknya dugaan kasus di kalangan pelajar perlu menjadi perhatian bersama. Persoalan ini tak hanya menyangkut perilaku anak, tetapi juga lingkungan pergaulan, pengawasan keluarga, hingga kemudahan akses terhadap narkotika.
Terpisah Camat Samarinda Seberang, Aditya Koesprayogi mengaku belum menerima laporan resmi terkait dugaan kasus maupun identitas sekolah yang dimaksud.
"Belum ada, baru tahu informasi ini. Saya juga belum mengetahui informasi siswa yang mana (terlibat)," kata Aditya.
Kendati demikian, Aditya menegaskan pihak kecamatan konsisten mengambil peran pencegahan. Langkah itu dilakukan melalui sosialisasi bersama Badan Narkotika Nasional (BNN) serta pengoptimalan program Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) untuk merangkul anak putus sekolah agar tak terjerumus pergaulan berisiko.
"Jangan sampai anak-anak putus sekolah, sehingga masa depan mereka terjaga dan tidak berpotensi mengarah ke hal-hal negatif," jelasnya.
Aditya mengimbau pentingnya pengawasan orang tua di rumah, sembari memastikan pihak kecamatan siap memfasilitasi anak-anak yang membutuhkan akses pendidikan kembali.
"Kami sebatas melakukan pencegahan dan sosialisasi, termasuk mengalihkan perhatian anak maupun warga dari potensi bahaya narkoba," pungkasnya.
Editor: Aspian Nur
Jumat, 21/08/2026
Ilustrasi tembakau sintetis. (Foto: Dok.Alodokter)
TERPOPULER