Jumat, 21/08/2026

Debit Sungai Mahakam Turun, BWS Pastikan Air Baku Samarinda Masih Aman

Jumat, 21/08/2026

Kondisi terkini tepian Sungai Mahakam yang berlokasi di Jalan Selamet Riyadi Kota Samarinda (Surya/Korankaltim.com)

Share
Join Grup Telegram Koran Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/+SsC4jer3I5syZWU1 atau klik tombol dibawah ini.

Grup Telegram Koran Kaltim

kemudian join. Anda harus instal aplikasi Telegram terlebih dahulu di ponsel.

Berita Terkait

Debit Sungai Mahakam Turun, BWS Pastikan Air Baku Samarinda Masih Aman

Jumat, 21/08/2026

logo

Kondisi terkini tepian Sungai Mahakam yang berlokasi di Jalan Selamet Riyadi Kota Samarinda (Surya/Korankaltim.com)

Penulis: Rahmat Surya

KORANKALTIM.COM, SAMARINDA – Debit air Sungai Mahakam dilaporkan mengalami penurunan seiring kondisi kemarau yang terjadi di sejumlah wilayah Kaltim. Meski demikian, Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan IV Samarinda memastikan kondisi Sungai Mahakam masih dalam kategori aman, termasuk untuk memenuhi kebutuhan air baku masyarakat Kota Samarinda.

Kepala BWS Kalimantan IV Samarinda, Andri Rachmanto Wibowo, menyampaikan Sungai Mahakam memiliki panjang sekitar 930 kilometer yang membentang dari wilayah Mahakam Ulu hingga Samarinda.

Kondisi sungai tersebut ungkapnya terus dipantau melalui 38 pos duga air dan 44 pos curah hujan. “Dalam beberapa waktu ini memang Sungai Mahakam mengalami penurunan debit, namun tidak perlu khawatir karena masih dalam kategori aman,” ujar Andri, Jumat (21/8/2026). Menurutnya, kondisi tersebut terlihat dari aktivitas pengambilan air baku oleh Perumda Tirta Kencana Samarinda, yang hingga kini masih berjalan normal.

Air Sungai Mahakam kata dia, masih menjadi salah satu sumber utama yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat di Kota Samarinda. Meski demikian, BWS mengingatkan masyarakat dan pengelola air baku untuk tetap waspada, khususnya di wilayah hilir yang berdekatan dengan laut.

Penurunan debit sungai berpotensi membuat air asin lebih mudah masuk ke wilayah Sungai Mahakam akibat pengaruh pasang surut. “Untuk pengambilan air di wilayah hilir, khususnya yang dekat dengan laut, kita harus lebih waspada karena sebagian air asin sudah masuk ke area Sungai Mahakam,” ucapnya.

Walaupun begitu kondisi tersebut, lanjut Andri, terutama terjadi di kawasan Delta Mahakam yang memang memiliki karakteristik perairan payau. Air di kawasan delta merupakan percampuran antara air tawar dan air laut akibat pengaruh pasang surut.

“Jadi keberadaan air payau di Delta Mahakam sebenarnya bukan sesuatu yang sepenuhnya mengkhawatirkan. Karena, kondisi ini dimanfaatkan masyarakat untuk pengembangan budidaya perikanan, seperti udang dan ikan bandeng,” katanya.

Walaupun begitu tegas Andri, kewaspadaan tetap diperlukan apabila masuknya air laut mulai memengaruhi titik pengambilan air baku untuk kebutuhan masyarakat. Berdasarkan informasi dari PDAM Samarinda yang diterimanya, jika terjadi kondisi paling ekstrem, diperkirakan hanya satu atau dua titik pengambilan air baku yang berpotensi terdampak.

Sebagai langkah antisipasi, PDAM Samarinda dapat memaksimalkan sejumlah sumber pengambilan air lainnya. “Untuk mengatasi hal tersebut, PDAM akan memaksimalkan pengambilan air di 16 lokasi berbeda di sumber pengambilan air lainnya,” tutupnya. 

Editor: Erwin

Debit Sungai Mahakam Turun, BWS Pastikan Air Baku Samarinda Masih Aman

Jumat, 21/08/2026

Kondisi terkini tepian Sungai Mahakam yang berlokasi di Jalan Selamet Riyadi Kota Samarinda (Surya/Korankaltim.com)

Share

Berita Terkait