Jumat, 07/08/2026
Jumat, 07/08/2026
Karhutla yang terjadi di Sungai Bawang Kecamatan Samarinda utara beberapa hari lalu. (Foto: Dok.Info taruna Samarinda)
Jumat, 07/08/2026

Karhutla yang terjadi di Sungai Bawang Kecamatan Samarinda utara beberapa hari lalu. (Foto: Dok.Info taruna Samarinda)
Penulis: Adnan Abdul
KORANKALTIM.COM, SAMARINDA - Intensitas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kota Samarinda menunjukkan tren peningkatan seiring berlangsungnya musim kemarau.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Samarinda mencatat sebanyak 35 kejadian karhutla sejak Januari hingga pembaruan data pada awal Agustus 2026. Dari puluhan kejadian tersebut, luas lahan yang terdampak mencapai sekitar 16,22 hektare.
Berdasarkan data BPBD, sebaran karhutla paling banyak terjadi di Kecamatan Samarinda Ulu dan Sambutan yang masing-masing mencatat tujuh kejadian. Selanjutnya Kecamatan Samarinda Utara dan Palaran masing-masing lima kejadian, Sungai Pinang empat kejadian, Sungai Kunjang tiga kejadian, Loa Janan Ilir dua kejadian serta satu kejadian tercatat di luar wilayah administrasi Kota Samarinda. Hingga saat ini, Kecamatan Samarinda Kota dan Samarinda Seberang masih belum melaporkan adanya kasus kebakaran hutan maupun lahan.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Samarinda Suwarso menjelaskan, peningkatan jumlah kejadian dipengaruhi oleh kondisi cuaca yang semakin kering selama musim kemarau. Vegetasi yang mengering membuat lahan lebih mudah terbakar dan api cepat menyebar ketika disertai embusan angin.
Hasil evaluasi BPBD menunjukkan sebagian besar kejadian karhutla masih dipicu oleh aktivitas manusia. Mulai dari pembakaran sampah, pembukaan lahan menggunakan api, hingga puntung rokok yang dibuang sembarangan di area kering menjadi penyebab yang paling sering ditemukan di lapangan.
"Mayoritas kejadian dipicu kelalaian manusia. Saat cuaca panas dan vegetasi mengering, percikan api sekecil apa pun bisa memicu kebakaran yang cepat meluas. Karena itu kami terus mengingatkan masyarakat agar tidak membakar sampah maupun membuka lahan dengan cara dibakar," ujar Suwarso, Jumat (7/8/2026).
Dalam setiap penanganan, BPBD tidak bekerja sendiri. Pemadaman dilakukan secara terpadu bersama Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat), relawan kebencanaan, serta personel Kelurahan Tangguh Bencana yang berada di sejumlah wilayah. Kolaborasi tersebut dilakukan agar penanganan dapat berlangsung lebih cepat dan kebakaran tidak meluas hingga mengancam kawasan permukiman.
Pihaknya terus meningkatkan kesiapsiagaan selama musim kemarau dengan memastikan seluruh personel dan peralatan siap diterjunkan apabila terjadi kebakaran. Masyarakat juga diminta berperan aktif dengan segera melaporkan apabila menemukan titik api sehingga proses pemadaman dapat dilakukan sejak dini.
"Kami berharap kesadaran masyarakat semakin meningkat. Pencegahan merupakan langkah paling efektif untuk menekan risiko karhutla. Jika ada titik api segera laporkan agar petugas bisa bergerak cepat sebelum kebakaran semakin meluas," tutup Suwarso.
Editor: Aspian Nur
Jumat, 07/08/2026
Karhutla yang terjadi di Sungai Bawang Kecamatan Samarinda utara beberapa hari lalu. (Foto: Dok.Info taruna Samarinda)
TERPOPULER