Kamis, 06/08/2026
Kamis, 06/08/2026
Suasana rumah duka H.Andi Harahap yang ramai orang berdatangan untuk melayat dan mengucapkan belasungkawa kepada keluarga. (Foto: Dinda/Korankaltim.com)
Kamis, 06/08/2026

Suasana rumah duka H.Andi Harahap yang ramai orang berdatangan untuk melayat dan mengucapkan belasungkawa kepada keluarga. (Foto: Dinda/Korankaltim.com)
Penulis: Dinda Ayu Dwi Meylani
KORANKALTIM.COM, PENAJAM - Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) kehilangan satu tokoh penting yang berjasa dalam perjalanan berdirinya kabupaten tersebut.
Mantan Bupati PPU periode 2008–2013 H Andi Harahap tutup usia pada Rabu (5/8/2026) kemarin, meninggalkan duka mendalam bagi masyarakat, keluarga dan para tokoh yang pernah berjuang bersama membangun PPU.
Kepergian almarhum tidak hanya dikenang sebagai mantan kepala daerah tetapi juga sebagai sosok yang berperan besar dalam perjuangan pemekaran Kabupaten PPU hingga resmi terbentuk melalui Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2002 tentang pembentukan Kabupaten PPU di Provinsi Kalimantan Timur.
Kamis (6/8/2026) hari ini, suasana duka tampak menyelimuti kediaman almarhum di Kelurahan Penajam, Kecamatan Penajam. Deretan karangan bunga memenuhi halaman rumah, sementara sanak keluarga, kerabat dan masyarakat silih berganti datang untuk menyampaikan belasungkawa. Jenazah almarhum rencananya dimakamkan usai salat Dzuhur siang ini di TPU Kelurahan Kayu Api Kecamatan Penajam.
Ketua Tim Sukses Pemekaran PPU Harimudin Rasyid hadir di rumah duka dan mengenang almarhum sebagai pemimpin yang memiliki tekad kuat dan tidak mudah menyerah dalam memperjuangkan kepentingan daerah.
"Yang pertama, kita kehilangan putra daerah, tokoh yang paling karismatik di daerah ini. Beliau ini punya semangat 'bisa', tidak ada kata tidak bisa," ujar Harimuddin.
Harimuddin sudah lama mengenal almarhum sejak sama-sama berjuang dalam proses pemekaran PPU. Saat itu Andi Harahap menjadi Dewan Pembina Tim Pemekaran sementara dirinya dipercaya sebagai Ketua Tim Sukses. Ia juga menceritakan sebelum wafat almarhum sempat menjalani perawatan di RSUD Kanutjoso Djatiwibowo Balikpapan. Sekitar satu bulan sebelumnya, mereka masih sempat berbincang di kediaman almarhum di Balikpapan, sebelum kembali bertemu saat almarhum dirawat di rumah sakit.
Satu percakapan terakhir yang paling membekas ketika dirinya adalah menyarankan agar almarhum menjalani pengobatan ke luar negeri.
"Saya besuk hari itu masih ngobrol-ngobrol sama saya. Sampai saya ajak, mungkin kalau boleh berobat ke luar ke Singapura sana. Terus dia jawab, 'Ah sudahlah, saya mati juga nanti biar enggak ke mana-mana juga,'" kenangnya.
Perjuangan Andi Harahap tidak hanya berhenti pada proses pemekaran daerah. Setelah PPU berdiri, almarhum turut mengawal pembangunan berbagai fasilitas pemerintahan, mulai dari pusat perkantoran, gedung DPRD, hingga pembentukan organisasi perangkat daerah beserta dukungan anggaran APBD.
Sebelum menjabat bupati PPU periode 2008–2013 dan menjadi Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Timur, almarhum pernah berkarier di Dinas Perhutanan dan juga berprofesi sebagai pengusaha kayu. Selama lebih dari 23 tahun berkecimpung di dunia politik, ia dikenal sebagai pribadi yang tegas dan pekerja keras.
"Beliau keras orangnya, semangatnya keras. Kapan pun kalau dia sudah katakan mau dikerjakan, tanpa ditunda dia harus lakukan. Tidak ada kata tidak bisa atau menyerah," tutur Harimuddin.
Atas jasa-jasa tersebut, Harimuddin berharap pemerintah daerah dapat mengabadikan nama Andi Harahap sebagai nama jalan atau gedung di Kabupaten PPU. Penghormatan itu layak diberikan kepada sosok yang telah memberikan kontribusi besar terhadap lahir dan berkembangnya Kabupaten PPU.
Editor: Aspian Nur
Kamis, 06/08/2026
Suasana rumah duka H.Andi Harahap yang ramai orang berdatangan untuk melayat dan mengucapkan belasungkawa kepada keluarga. (Foto: Dinda/Korankaltim.com)
TERPOPULER