Selasa, 04/08/2026
Selasa, 04/08/2026
MBG pentol yang diduga menjadi penyebab keracunan puluhan siswa di Kecamatan Sebulu. (Dok. Tangkapan Layar/WhatsApp)
Selasa, 04/08/2026

MBG pentol yang diduga menjadi penyebab keracunan puluhan siswa di Kecamatan Sebulu. (Dok. Tangkapan Layar/WhatsApp)
Penulis: Muhammad Anshori
KORANKALTIM.COM, TENGGARONG – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Sebulu, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), berujung insiden dugaan keracunan massal. Sebanyak 85 siswa dilaporkan mengalami gejala keracunan setelah mengonsumsi MBG.
Dinas Kesehatan Kukar pun telah bergerak cepat dengan mengamankan sampel makanan untuk diuji di laboratorium Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) guna memastikan penyebab kejadian tersebut.
Peristiwa ini memicu kekhawatiran dan trauma di kalangan orang tua siswa. Salah satu orang tua, Nur Helva (45), mengaku kecewa atas kejadian tersebut. Ia menilai menu MBG yang disajikan terkesan seperti uji coba tanpa mempertimbangkan risiko terhadap kesehatan anak.
“Menu pentol ini katanya menu baru pertama disuguhkan ke murid. Bahasa kasarnya menu percobaan, anak-anak kami diduga dijadikan seperti kelinci percobaan dengan menu baru ini,” ujar Nur Helva, Selasa (4/8/2026).
Ia menjelaskan, anaknya yang masih duduk di kelas IV Sekolah Dasar (SD) langsung muntah sesaat setelah menggigit satu butir pentol saat mencicipi MBG.
Selain rasa yang dinilai tidak wajar, beredar pula video di kalangan orang tua yang memperlihatkan kondisi fisik pentol yang diduga sudah tidak layak konsumsi.
“Teman saya memperlihatkan video, memang porsi pentol itu sudah seperti tidak layak makan. Sudah berbau dan rasanya asam,” ujarnya.
Akibat kejadian tersebut, anaknya yang berusia sembilan tahun harus dilarikan ke Puskesmas Sebulu karena mengalami pusing, mual, serta sakit perut, hingga terpaksa menjalani rawat inap.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kukar, Ismi Mufiddah, mengonfirmasi adanya lonjakan pasien anak secara drastis sejak kasus ini pertama kali terdeteksi. Korban tidak hanya berasal dari tingkat SD dan MTS, tetapi juga menyasar anak-anak usia TK dan posyandu.
“Hingga saat ini tercatat sekitar 85 pasien. Rinciannya, 82 anak menjalani rawat jalan dan 3 anak harus menjalani rawat inap,” ucap Ismi Mufiddah.
Menurutnya, gejala yang dialami para korban sangat khas menunjukkan tanda-tanda keracunan, yakni pusing, mual, hingga muntah-muntah. Menindaklanjuti situasi darurat ini, tim medis dan dinas langsung mengambil sampel makanan.
“Sesuai prosedur, kami telah melakukan pengamanan sampel makanan untuk segera dikirim ke Balai POM agar diketahui pasti bagian mana yang memicu keracunan ini. Kami juga melakukan penyelidikan epidemiologi ke lokasi pembuatan makanan,” tuturnya.
Editor: Erwin
Selasa, 04/08/2026
MBG pentol yang diduga menjadi penyebab keracunan puluhan siswa di Kecamatan Sebulu. (Dok. Tangkapan Layar/WhatsApp)
TERPOPULER