Kamis, 06/08/2026

Jalan Sepanjang 50 Meter di Desa Batuq Amblas ke Sungai Mahakam, Akses Lumpuh Total

Kamis, 06/08/2026

Jalan Desa Batuq, Kecamatan Muara Kaman amblas akibat abrasi. (Dok. Pemdes Batuq)

Share
Join Grup Telegram Koran Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/+SsC4jer3I5syZWU1 atau klik tombol dibawah ini.

Grup Telegram Koran Kaltim

kemudian join. Anda harus instal aplikasi Telegram terlebih dahulu di ponsel.

Berita Terkait

Jalan Sepanjang 50 Meter di Desa Batuq Amblas ke Sungai Mahakam, Akses Lumpuh Total

Kamis, 06/08/2026

logo

Jalan Desa Batuq, Kecamatan Muara Kaman amblas akibat abrasi. (Dok. Pemdes Batuq)

Penulis: Muhammad Anshori

KORANKALTIM.COM, TENGGARONG – Akses yang berada di sisi Sungai Mahakam di RT 02 Desa Batuq, Kecamatan Muara Muntai runtuh akibat abrasi pada Kamis (6/8/2026) sekitar pukul 11.30 Wita. Jembatan sekaligus jalan utama sepanjang kurang lebih 50 meter amblas total ke dalam sungai. Peristiwa ini memutus urat nadi transportasi darat desa dan mengancam pemukiman warga di sekitarnya. 

Bencana ini terjadi tepat di depan rumah warga. Sebanyak enam Kepala Keluarga (KK) kini berada kawasan ancaman longsor susulan yang berada di hilir tikungan alur sungai tersebut. Kades Batuq, Kecamatan Muara Muntai, Muara Swandi mengatakan, tanda-tanda kelumpuhan infrastruktur ini sebenarnya sudah terjadi sejak awal pekan lalu. 

“Posisi jembatan sempat dinaikkan warga karena abrasi tanah yang semakin mendekat fondasi jembatan kembali miring akibat tanah di bawahnya terus tergerus air akibat hantaman ombak,” kata Swandi, Kamis (6/8/2026). 

Ia menjelaskan, tanah longsor sepenuhnya dan menyeret seluruh badan jalan ke sungai terjadi pada pukul Tepat pukul 11.30 Wita. 

“Beruntung tak ada warga yang melintas di jembatan saat kejadian itu, kami pastikan tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Jalur sudah kami tutup dan dialihkan beberapa saat sebelum longsor susulan terjadi,” ujarnya. Hantaman arus sungai yang kuat di tikungan tersebut memperparah pengikisan tanah. Namun, faktor utama yang mempercepat abrasi ini diduga dari aktivitas kapal tongkang batu bara yang melintas di wilayah tersebut. 

“Banyaknya kapal batu bara yang melintas sering kali kandas dan lambungnya bergesekan langsung dengan sisi sungai, akibatnya menggerus dinding daratan sekitar jembatan itu, ini terjadi sudah bertahun-tahun,” ungkapnya. Kata dia, krisis ini diperparah oleh ketiadaan pemandu kapal resmi di jalur rawan tersebut, yang selama ini hanya mengandalkan sistem pandu darurat lokal atau kearifan lokal warga. Dampak longsoran sepanjang 50 meter ini membuat akses utama kendaraan lumpuh total. 

Saat ini, petugas dan warga di lapangan tengah bergotong-royong membuat jalan urukan darurat di area darat agar aktivitas warga tidak mati total. “Untuk jalur alternatif darat itu saat ini baru bisa dilalui oleh kendaraan roda dua, rutenya sangat jauh kalau mau mutar, kita masih cari solusinya,” sebutnya. 

Di lokasi kejadian, koordinasi cepat telah dilakukan bersama pihak kecamatan dan perwakilan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kukar untuk segera meneruskan laporan darurat ini kepada bupati agar penanganan infrastruktur bisa segera diturunkan. 

“Koordinasi lintas sektor sudah kita lakukan hingga informasi ini sampai ke Bupati Kukar. Kami berharap ada solusi cepat atas kejadian ini,” tuturnya. 

Editor: Erwin

Jalan Sepanjang 50 Meter di Desa Batuq Amblas ke Sungai Mahakam, Akses Lumpuh Total

Kamis, 06/08/2026

Jalan Desa Batuq, Kecamatan Muara Kaman amblas akibat abrasi. (Dok. Pemdes Batuq)

Share

Berita Terkait