Kamis, 06/08/2026

Harga Sembako di Long Apari Melonjak Imbas Kemarau, Pihak Kecamatan Minta Percepatan Akses Jalan Darat

Kamis, 06/08/2026

Kondisi Sungai Mahakam di wilayah Kecamatan Long Apari saat musim kemarau, kondisi ini menghambat distRibusi logistik ke kawasan perbatasan dan menyebabkan kenaikan harga kebutuhan pokok di wilayah tersebut. (Foto: Dok. Pemerintah Kec.Long Apari)

Share
Join Grup Telegram Koran Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/+SsC4jer3I5syZWU1 atau klik tombol dibawah ini.

Grup Telegram Koran Kaltim

kemudian join. Anda harus instal aplikasi Telegram terlebih dahulu di ponsel.

Berita Terkait

Harga Sembako di Long Apari Melonjak Imbas Kemarau, Pihak Kecamatan Minta Percepatan Akses Jalan Darat

Kamis, 06/08/2026

logo

Kondisi Sungai Mahakam di wilayah Kecamatan Long Apari saat musim kemarau, kondisi ini menghambat distRibusi logistik ke kawasan perbatasan dan menyebabkan kenaikan harga kebutuhan pokok di wilayah tersebut. (Foto: Dok. Pemerintah Kec.Long Apari)

Penulis: Julika Hengin

KORANKALTIM.COM, UJOH BILANG - Musim kemarau yang menyebabkan debit Sungai Mahakam terus menurun mulai berdampak terhadap distRibusi logistik ke Kecamatan Long Apari, Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu). 

Meski stok kebutuhan pokok masih tersedia, biaya distRibusi yang semakin tinggi membuat harga sejumlah bahan pokok mengalami kenaikan.

Camat Long Apari Petrus Ngo mengatakan, pasokan sembako hingga saat ini masih dapat dipenuhi karena para pedagang menjemput barang dari Kampung Long Lunuk, Kecamatan Long Pahangai, menggunakan perahu bermotor atau ketinting setelah barang diangkut dengan mobil dari Ujoh Bilang.
‎‎

"Stok masih ada. Toko-toko mengangkut barang dengan mobil sampai Long Lunuk, kemudian dijemput menggunakan ketinting. Jadi barang tetap tersedia, hanya saja harganya menjadi mahal karena biaya angkutnya tinggi," ujar Petrus, Kamis (6/8/2026).

Pemerintah Kabupaten Mahakam Ulu melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) juga telah menyalurkan program sembako murah untuk membantu masyarakat menghadapi kenaikan harga akibat kemarau.

Keberadaan barang di pasaran menjadi hal yang paling penting. Namun, kenaikan harga tetap menjadi tantangan bagi masyarakat, terutama bagi mereka yang tidak memiliki sumber penghasilan tetap. ‎

"Yang penting barangnya ada. Memang mahal, tetapi masyarakat yang memiliki pekerjaan masih bisa membeli. Yang menjadi persoalan adalah warga yang tidak memiliki penghasilan," sebut Petrus.

Harga beras kemasan 25 kilogram yang sebelumnya sekitar Rp650 Ribu per sak kini naik menjadi sekitar Rp850 Ribu per sak. Kenaikan tersebut dipicu mahalnya ongkos distRibusi dari Long Lunuk menuju Long Apari.
‎‎

Selain sembako, distribusi bahan bakar minyak (BBM) juga terdampak. Harga Pertalite di tingkat pengecer mencapai Rp20 Ribu per liter, sedangkan di APMS tetap sekitar Rp10 Ribu per liter. Namun pembelian di APMS dibatasi maksimal lima liter per kepala keluarga untuk menjaga ketersediaan stok.
‎‎

"Kalau di APMS tetap sekitar Rp10 Ribu per liter, tetapi karena stok terbatas pembeliannya dibatasi lima liter per keluarga. Masyarakat bahkan harus mengantre sejak subuh untuk mendapatkan nomor antrean," jelasnya.
‎‎

Pemerintah kecamatan tetap memberikan rekomendasi khusus bagi masyarakat yang memiliki kebutuhan mendesak, seperti keperluan kedukaan atau pelayanan penting lainnya, agar dapat memperoleh BBM melebihi batas yang ditentukan.

Persoalan yang dihadapi Long Apari merupakan masalah klasik yang hampir selalu terjadi setiap musim kemarau. Menurutnya, program subsidi atau operasi pasar hanya menjadi solusi jangka pendek, sedangkan penyelesaian yang paling mendasar adalah pembangunan akses jalan darat menuju wilayah perbatasan.
‎‎

"Atas nama masyarakat Kecamatan Long Apari, kami meminta pemerintah pusat dan pemerintah provinsi segera mempercepat pembangunan akses jalan darat sampai ke Long Apari. Itu solusi yang sesungguhnya. Kalau jalannya sudah ada, distRibusi sembako bisa menggunakan mobil sehingga harga barang akan jauh lebih terjangkau," tegasnya.

Distribusi logistik dari Long Lunuk menuju ibu kota Kecamatan Long Apari yakni Tiong Ohang menggunakan ketinting memerlukan waktu lebih dari tiga jam dengan kondisi sungai yang dangkal dan berisiko. Tidak jarang perahu kandas atau mengalami kendala di tengah perjalanan akibat surutnya air sungai.
‎‎

Karena itu Petrus berharap percepatan pembangunan akses jalan darat menjadi perhatian serius pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur agar persoalan distRibusi logistik yang berulang setiap musim kemarau dapat segera teratasi, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat di kawasan perbatasan.

Editor: Aspian Nur

Harga Sembako di Long Apari Melonjak Imbas Kemarau, Pihak Kecamatan Minta Percepatan Akses Jalan Darat

Kamis, 06/08/2026

Kondisi Sungai Mahakam di wilayah Kecamatan Long Apari saat musim kemarau, kondisi ini menghambat distRibusi logistik ke kawasan perbatasan dan menyebabkan kenaikan harga kebutuhan pokok di wilayah tersebut. (Foto: Dok. Pemerintah Kec.Long Apari)

Share

Berita Terkait