Rabu, 24/06/2026
Rabu, 24/06/2026
Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Unmul, Prof Bahzar (Rafik/Korankaltim.com)
Rabu, 24/06/2026

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Unmul, Prof Bahzar (Rafik/Korankaltim.com)
Penulis: M Rafik
KORANKALTIM.COM, SAMARINDA – Universitas Mulawarman (Unmul) menegaskan komitmennya untuk tetap memberikan ruang bagi mahasiswa dalam menyampaikan aspirasi, termasuk saat kunjungan Wakil Menteri Hak Asasi Manusia (Wamen HAM) RI ke kampus beberapa waktu lalu.
Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Unmul, Prof Bahzar, mengatakan aksi yang dilakukan mahasiswa merupakan bagian dari dinamika demokrasi di lingkungan perguruan tinggi.
Menurutnya, kampus tidak menghalangi mahasiswa untuk menyampaikan pandangan maupun pertanyaan kepada pejabat pemerintah selama dilakukan secara tertib.
“Demokrasi adalah demokrasi. Kami tidak menghalangi mahasiswa untuk menyampaikan aspirasi. Yang penting dilakukan secara rasional dan tidak anarkis,” ujarnya kepada Korankaltim.com, Rabu (24/6/2026).
Ia menilai munculnya berbagai pertanyaan dari mahasiswa kepada Wamendiktisaintek merupakan hal yang wajar. Terlebih, sejumlah isu yang menjadi perhatian mahasiswa hingga kini masih menunggu penyelesaian yang jelas dari pemerintah.
Menurut Bahzar, kampus memahami sikap kritis mahasiswa sebagai bagian dari fungsi akademik dan kontrol sosial. Karena itu, pihak universitas memilih memberikan ruang bagi penyampaian aspirasi selama tetap berada dalam koridor aturan yang berlaku.
“Kami membiarkan mahasiswa menyampaikan pendapatnya. Itu bagian dari proses demokrasi. Yang tidak boleh adalah tindakan yang mengarah pada anarkisme,” katanya.
Bahzar mengungkapkan, selama rangkaian kegiatan berlangsung situasi di lingkungan kampus tetap terkendali. Meskipun terdapat sejumlah bentuk ekspresi mahasiswa, seluruh kegiatan dapat berjalan dengan aman tanpa gangguan yang berarti.
Ia mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat dalam menjaga kondusivitas kampus, termasuk mahasiswa, pihak universitas, serta aparat keamanan yang melakukan pengamanan selama kegiatan berlangsung.
Menurutnya, penyampaian aspirasi secara terbuka justru menjadi bagian penting dalam membangun komunikasi antara pemerintah dan sivitas akademika.
Karena itu, ia berharap berbagai persoalan yang menjadi perhatian mahasiswa dapat dijelaskan secara transparan sehingga tidak menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat kampus.
“Kalau ada persoalan yang dipertanyakan mahasiswa, tentu lebih baik dijelaskan secara terbuka. Dengan begitu tidak ada kesalahpahaman dan masyarakat kampus mendapatkan informasi yang jelas,” ujarnya.
Ke depan, Unmul memastikan akan terus menyediakan ruang demokrasi bagi mahasiswa sebagai bagian dari kehidupan akademik. Namun, pihak kampus juga menegaskan bahwa setiap bentuk penyampaian aspirasi harus tetap mengedepankan etika, argumentasi yang berbasis data, serta menjaga ketertiban bersama.
“Ekspresi boleh disampaikan, aspirasi boleh disampaikan. Tetapi harus tetap dalam koridor yang baik dan tidak anarkis,” tutupnya.
Editor: Erwin
Rabu, 24/06/2026
Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Unmul, Prof Bahzar (Rafik/Korankaltim.com)
TERPOPULER