Rabu, 24/06/2026

Dispusip Berau Andalkan Digitalisasi untuk Tingkatkan Minat Baca Generasi Z

Rabu, 24/06/2026

Kepala Dispusip Berau, Rabiatul Islamiah. (Indri/Korankaltim.com).

Share
Join Grup Telegram Koran Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/+SsC4jer3I5syZWU1 atau klik tombol dibawah ini.

Grup Telegram Koran Kaltim

kemudian join. Anda harus instal aplikasi Telegram terlebih dahulu di ponsel.

Berita Terkait

Dispusip Berau Andalkan Digitalisasi untuk Tingkatkan Minat Baca Generasi Z

Rabu, 24/06/2026

logo

Kepala Dispusip Berau, Rabiatul Islamiah. (Indri/Korankaltim.com).

Penulis: Indri

KORANKALTIM.COM, TANJUNG REDEB – Perubahan pola konsumsi informasi di kalangan generasi muda mendorong Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kabupaten Berau melakukan berbagai inovasi berbasis digital guna meningkatkan minat baca masyarakat. 

Langkah tersebut menjadi strategi untuk menjadikan perpustakaan tetap relevan di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan media digital.

Kepala Dispusip Berau, Rabiatul Islamiah, mengakui bahwa minat generasi muda untuk datang ke perpustakaan dan membaca buku secara konvensional cenderung menurun. Karena itu, pihaknya terus mengembangkan layanan digital sebagai sarana mendekatkan literasi kepada masyarakat, khususnya Generasi Z yang akrab dengan teknologi.

Menurutnya, digitalisasi tidak boleh dipandang sebagai ancaman bagi dunia literasi, melainkan sebagai peluang untuk memperluas akses terhadap bahan bacaan dan pengetahuan. 

Melalui berbagai program yang dijalankan, Dispusip Berau berupaya menghadirkan konten digital yang edukatif dan menarik agar mampu menjangkau kelompok pembaca muda.

“Mulai sekarang kita wajib memanfaatkan digitalisasi untuk menumbuhkan minat baca generasi muda,” ujarnya.

Ia menilai Generasi Z memiliki kemampuan adaptasi yang tinggi terhadap perkembangan teknologi. Potensi tersebut dinilai perlu diarahkan untuk mendukung budaya literasi agar tidak hanya menjadi konsumen informasi, tetapi juga generasi yang memiliki wawasan luas melalui kebiasaan membaca.

Rabiatul menegaskan bahwa buku, dalam bentuk cetak maupun digital, tetap menjadi sumber utama pembelajaran dan pembangunan peradaban. Menurutnya, kemajuan suatu daerah tidak dapat dilepaskan dari kualitas literasi masyarakatnya.

“Buku adalah jendela dunia, sedangkan membaca merupakan gerbang peradaban,” katanya.

Untuk menjawab kebutuhan masyarakat, Dispusip Berau terus melakukan transformasi layanan. Selain menyediakan koleksi buku fisik, perpustakaan daerah kini juga menghadirkan akses komputer, koleksi buku digital, hingga layanan perpustakaan keliling yang menjangkau berbagai wilayah.

Upaya tersebut dilakukan agar masyarakat memiliki lebih banyak pilihan dalam mengakses informasi dan pengetahuan. Kehadiran fasilitas digital juga diharapkan mampu menarik minat generasi muda yang lebih terbiasa menggunakan perangkat teknologi dalam aktivitas sehari-hari.

Rabiatul menjelaskan, seluruh fasilitas perpustakaan dapat dimanfaatkan secara terbuka oleh masyarakat. Bahkan, warga yang ingin berkunjung tidak diwajibkan memiliki kartu anggota perpustakaan.

“Tidak harus jadi anggota kalau ingin ke perpustakaan. Kita terbuka untuk umum,” tegasnya.

Meski demikian, masyarakat yang mendaftar sebagai anggota akan memperoleh manfaat tambahan berupa layanan peminjaman buku untuk dibawa pulang dalam jangka waktu tertentu. Seluruh layanan tersebut diberikan tanpa biaya.

Dispusip Berau berharap transformasi layanan berbasis digital yang terus dikembangkan dapat menjadikan perpustakaan sebagai ruang belajar, rekreasi, sekaligus pusat literasi yang ramah bagi seluruh lapisan masyarakat.

“Kami ingin masyarakat memanfaatkan semua fasilitas yang tersedia untuk belajar dan menambah wawasan,” tutupnya.


Editor: Erwin 

Dispusip Berau Andalkan Digitalisasi untuk Tingkatkan Minat Baca Generasi Z

Rabu, 24/06/2026

Kepala Dispusip Berau, Rabiatul Islamiah. (Indri/Korankaltim.com).

Share

Berita Terkait