Rabu, 24/06/2026

GAPKI Kaltim Nilai Kemitraan Jadi Kunci Kepastian Harga TBS Petani

Rabu, 24/06/2026

Ilustrasi aktivitas pekebun kelapa sawit (istimewa)

Share
Join Grup Telegram Koran Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/+SsC4jer3I5syZWU1 atau klik tombol dibawah ini.

Grup Telegram Koran Kaltim

kemudian join. Anda harus instal aplikasi Telegram terlebih dahulu di ponsel.

Berita Terkait

GAPKI Kaltim Nilai Kemitraan Jadi Kunci Kepastian Harga TBS Petani

Rabu, 24/06/2026

logo

Ilustrasi aktivitas pekebun kelapa sawit (istimewa)

Penulis: M Rafik

KORANKALTIM.COM, SAMARINDA – Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Kalimantan Timur (Kaltim) menilai kemitraan antara petani dan perusahaan perkebunan menjadi kunci dalam menjaga kepastian harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit. 

Melalui pola kemitraan, petani dinilai memiliki akses yang lebih jelas terhadap penetapan harga serta kepastian penyerapan hasil panen.

Sekretaris GAPKI Kaltim, Nofriansyah, mengatakan perusahaan-perusahaan anggota GAPKI tetap berpedoman pada harga TBS yang ditetapkan pemerintah melalui Dinas Perkebunan (Disbun) Kaltim.

Menurutnya, GAPKI juga terus mengimbau seluruh anggotanya untuk mengikuti ketentuan harga yang telah ditetapkan sebagai bentuk komitmen dalam mendukung tata kelola industri sawit yang sehat dan berkelanjutan.

“Kami tetap mengikuti harga yang ditetapkan pemerintah sesuai peraturan. Kami juga mengarahkan anggota GAPKI untuk mengikuti harga yang ditetapkan Disbun Kaltim,” ujarnya kepada Korankaltim.com, Rabu (24/6/2026).

Nofriansyah menjelaskan, kemitraan memiliki peran strategis karena membantu perusahaan dan petani dalam menyusun perencanaan produksi secara lebih baik. Dengan adanya data produksi yang jelas, kebutuhan pasokan bahan baku dan kapasitas pengolahan pabrik dapat disesuaikan sejak awal.

Ia menyebut Dinas Perkebunan Kaltim juga mendorong semakin banyak petani untuk bergabung dalam pola kemitraan. Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat basis data produksi sekaligus menjadikan harga yang ditetapkan pemerintah sebagai acuan yang semakin efektif di lapangan.

Selain memberikan kepastian bagi petani, kemitraan juga mendukung kelancaran operasional perusahaan. Sebab, perusahaan dapat memperkirakan volume TBS yang akan diterima dan menyesuaikannya dengan kapasitas pabrik kelapa sawit (PKS) yang dimiliki.

“Melalui kemitraan, perusahaan dapat mengetahui perkiraan produksi yang akan masuk sehingga bisa disesuaikan dengan kapasitas pabrik. Ini membuat proses penyerapan hasil panen menjadi lebih terencana,” katanya.

Ia menambahkan, kolaborasi antara petani, perusahaan, dan pemerintah menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan sektor sawit di Kaltim. Dengan dukungan semua pihak, industri sawit diharapkan dapat terus berkembang sekaligus memberikan manfaat yang optimal bagi petani dan pelaku usaha.


Editor: Erwin

GAPKI Kaltim Nilai Kemitraan Jadi Kunci Kepastian Harga TBS Petani

Rabu, 24/06/2026

Ilustrasi aktivitas pekebun kelapa sawit (istimewa)

Share

Berita Terkait