Selasa, 23/06/2026
Selasa, 23/06/2026
Situasi truk yang memadati area SPBU sebagai bentuk aksi protes (Heri/Korankaltim.com)
Selasa, 23/06/2026

Situasi truk yang memadati area SPBU sebagai bentuk aksi protes (Heri/Korankaltim.com)
Penulis: Muhammad Heriansyah
KORANKALTIM.COM, TENGGARONG – Kekecewaan para sopir truk pengangkut material memuncak di salah satu SPBU di Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) pada Selasa (23/6/2026) malam.
Setelah berjam-jam mengantre untuk mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar, mereka mengaku justru melihat pasokan solar yang baru datang diduga lebih dahulu dilayani untuk kendaraan pengecer atau pengetap.
Situasi tersebut memicu keributan di lokasi dan berujung pada tertundanya penjualan solar kepada para pengantre.
Salah seorang sopir truk yang berada di lokasi mengungkapkan bahwa dirinya bersama rekan-rekan sesama pekerja lapangan telah menunggu sejak lama demi mendapatkan solar untuk menunjang aktivitas kerja mereka.
“Kami sudah lama antre, mas. Tapi setelah mobil tangki datang membawa solar, yang didahulukan justru mobil-mobil pengecer atau pengetap. Karena situasi jadi ribut, akhirnya solar tidak jadi dijual. Kami para sopir truk yang bekerja merasa sangat kecewa,” kata sopir truk yang enggan disebutkan namanya ini kepada Korankaltim.com.
Akibat kekecewaan tersebut, sejumlah sopir truk memilih tetap memadati area SPBU sebagai bentuk protes atas kebijakan yang mereka nilai tidak berpihak kepada kendaraan operasional yang digunakan untuk bekerja dan mendukung aktivitas distribusi material.
Para sopir berharap pengelola SPBU dapat menerapkan sistem pelayanan yang lebih transparan dan adil, terutama saat pasokan BBM datang di tengah tingginya antrean kendaraan yang telah menunggu berjam-jam.
Menurut mereka, keberadaan solar sangat vital bagi operasional truk yang digunakan untuk mengangkut material dan mendukung berbagai aktivitas pembangunan maupun distribusi barang di wilayah Tenggarong dan sekitarnya.
Peristiwa ini juga menjadi perhatian pengguna jalan dan masyarakat yang melintas di sekitar lokasi SPBU. Mereka berharap persoalan tersebut dapat segera diselesaikan agar tidak mengganggu pelayanan BBM serta aktivitas para pekerja yang bergantung pada ketersediaan solar.
“Tolong utamakan kami yang memang dipakai untuk operasional. Jangan utamakan orang-orang pengeret itu yang solar nya di jual lagi,” tegasnya.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak pengelola SPBU yang bersangkutan belum memberikan keterangan resmi maupun tanggapan terkait keluhan para sopir truk tersebut.
Editor: Erwin
Selasa, 23/06/2026
Situasi truk yang memadati area SPBU sebagai bentuk aksi protes (Heri/Korankaltim.com)
TERPOPULER