VP Legal & Relation PT KPB, Asep Sulaeman menjelaskan munculnya indikasi debu tersebut bertepatan dengan pelaksanaan tahapan pengoperasian awal (commissioning) pada unit kilang baru.
"Kami telah menerima laporan tersebut dan saat ini sedang melakukan pemeriksaan lebih lanjut. Mengingat saat ini kami sedang melakukan tahapan pengoperasian awal proses pengaliran bahan baku pada unit kilang baru," ujar dalam keterangan resminya, Selasa (13/6/2026).
Berdasarkan hasil identifikasi awal yang dilakukan oleh tim internal perusahaan terhadap karakteristik material debu yang dikeluhkan warga, PT KPB menyatakan material tersebut masih dalam kategori aman.
"Dapat kami sampaikan karakteristik material tersebut masih berada dalam batas yang tergolong aman bagi kesehatan dan tidak menunjukkan tingkat risiko yang signifikan," jelasnya.
Meskipun hasil uji awal menunjukkan indikator aman, Asep menegaskan pihak perusahaan tidak mengabaikan keluhan masyarakat. PT KPB tetap melakukan pemantauan intensif dan kajian lanjutan secara berkelanjutan guna memastikan kondisi rill di lapangan demi keselamatan operasional serta lingkungan sekitar.
Untuk mengantisipasi dampak sosial, PT KPB mengklaim terus membangun komunikasi dan koordinasi aktif bersama pihak kelurahan, masyarakat setempat, serta instansi pemerintahan terkait di Kota Balikpapan.
Asep juga mengimbau bagi warga terdampak yang masih memiliki keluhan atau pertanyaan, dapat menyampaikannya secara terstruktur melalui pihak kelurahan setempat yang telah ditunjuk sebagai jalur koordinasi resmi perusahaan.
Di sisi lain, manajemen PT KPB mengharapkan pengertian serta dukungan penuh dari seluruh lapisan masyarakat Kota Beriman agar seluruh tahapan penyelesaian Proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan dapat berjalan kondusif.
"Kami mengharapkan dukungan dan pengertian masyarakat agar penyelesaian Proyek RDMP Balikpapan sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN) dapat berjalan dengan aman, lancar, dan memberikan manfaat bagi ketahanan energi nasional," pungkasnya.
Editor: Erwin