Selasa, 23/06/2026
Selasa, 23/06/2026
Wakil Bupati Berau Gamalis menyematkan tanda peserta kepada perwakilan petugas saat Pencanangan Sensus Ekonomi (SE) 2026 di Ruang Rapat RPJPD Bapelitbang Berau, Selasa (23/6/2026). (Indri/Korankaltim.com)
Selasa, 23/06/2026

Wakil Bupati Berau Gamalis menyematkan tanda peserta kepada perwakilan petugas saat Pencanangan Sensus Ekonomi (SE) 2026 di Ruang Rapat RPJPD Bapelitbang Berau, Selasa (23/6/2026). (Indri/Korankaltim.com)
Penulis: Indri
KORANKALTIM.COM, TANJUNG REDEB – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau menegaskan dukungannya terhadap pelaksanaan Sensus Ekonomi (SE) 2026 sebagai langkah strategis dalam memetakan kondisi riil dunia usaha dan memperkuat arah pembangunan ekonomi daerah yang berbasis data.
Komitmen tersebut ditandai melalui kegiatan Pencanangan Sensus Ekonomi 2026 yang digelar di Ruang Rapat RPJPD Bapelitbang Berau, Selasa (23/6/2026).
Kegiatan yang dibuka oleh Wakil Bupati Berau, Gamalis, itu dihadiri perwakilan Badan Pusat Statistik (BPS), perangkat daerah, serta sejumlah pemangku kepentingan yang terlibat dalam penyelenggaraan sensus.
Dalam sambutannya, Gamalis menekankan pentingnya data yang akurat sebagai fondasi utama dalam penyusunan kebijakan pembangunan. Menurutnya, berbagai program pemerintah akan berjalan lebih efektif apabila didukung oleh data yang valid dan terkini.
“Dengan data yang akurat, kebijakan yang diambil pemerintah akan lebih tepat sasaran dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat,” ujarnya.
Sensus Ekonomi merupakan agenda nasional yang dilaksanakan setiap 10 tahun sekali oleh BPS untuk mendata seluruh aktivitas ekonomi di luar sektor pertanian.
Pelaksanaan SE 2026 nantinya akan menjangkau berbagai jenis usaha, mulai dari usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) hingga perusahaan berskala besar yang tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Berau.
Dari sudut pandang pembangunan daerah, sensus ini tidak hanya berfungsi sebagai kegiatan pendataan, tetapi juga menjadi instrumen penting untuk mengidentifikasi kekuatan ekonomi lokal.
Data yang terkumpul akan memberikan gambaran menyeluruh mengenai struktur usaha, persebaran sektor ekonomi, tingkat pertumbuhan, hingga peluang pengembangan investasi di masa mendatang.
Gamalis menjelaskan, hasil sensus akan menjadi dasar dalam penyusunan berbagai indikator ekonomi strategis, termasuk evaluasi pertumbuhan ekonomi dan perencanaan pembangunan jangka panjang daerah.
“Melalui sensus ini, kita dapat mengetahui potensi ekonomi yang dimiliki daerah, sektor-sektor yang berkembang, hingga tantangan yang perlu diantisipasi dalam mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan,” katanya.
Menariknya, SE 2026 juga akan memotret transformasi ekonomi yang saat ini berlangsung cepat, khususnya perkembangan ekonomi digital. Pendataan akan mencakup pemanfaatan teknologi informasi, internet, dan berbagai platform elektronik yang digunakan pelaku usaha dalam menjalankan aktivitas bisnisnya.
Selain itu, aspek ekonomi hijau turut menjadi perhatian dalam sensus kali ini. Informasi mengenai praktik usaha yang memperhatikan keberlanjutan lingkungan akan dihimpun untuk mendukung arah pembangunan yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.
“Transformasi ekonomi yang sedang berlangsung menuntut kita memiliki data yang lengkap dan mutakhir,” tegasnya.
Pemkab Berau berharap seluruh elemen masyarakat dan pelaku usaha dapat berpartisipasi aktif dalam pelaksanaan SE 2026.
Dengan dukungan bersama, data yang dihasilkan diharapkan mampu menjadi rujukan penting bagi pemerintah, dunia usaha, dan investor dalam merumuskan strategi pengembangan ekonomi daerah yang lebih inklusif, kompetitif, dan berkelanjutan.
“Hasil sensus ini nantinya tidak hanya bermanfaat bagi pemerintah, tetapi juga menjadi referensi penting bagi pelaku usaha dalam melihat peluang pasar dan mengembangkan investasinya,” pungkasnya.
Editor: Erwin
Selasa, 23/06/2026
Wakil Bupati Berau Gamalis menyematkan tanda peserta kepada perwakilan petugas saat Pencanangan Sensus Ekonomi (SE) 2026 di Ruang Rapat RPJPD Bapelitbang Berau, Selasa (23/6/2026). (Indri/Korankaltim.com)
TERPOPULER