Kamis, 12/09/2024
Kamis, 12/09/2024
Tangkapan layar dari video yang beredar, lokasi dimana terjadi longsor di area konsesi milik PT.IBP sub kontraktor PT.BMR, tewaskan satu operator, Selasa (10/9/2024) lalu. (Foto: Istimewa)
Kamis, 12/09/2024

Tangkapan layar dari video yang beredar, lokasi dimana terjadi longsor di area konsesi milik PT.IBP sub kontraktor PT.BMR, tewaskan satu operator, Selasa (10/9/2024) lalu. (Foto: Istimewa)
Penulis: Nancy
KORANKALTIM.COM, SAMARINDA – Menyusul kecelakaan kerja yang terjadi di area konsesi milik PT Insani Bara Perkasa (IBP) Site Effendi RT 27 Kelurahan Handil Bakti, Kecamatan Palaran, Kota Samarinda yang dikerjakan Kontraktor PT Belengkong Mineral Resource (BMR) pada Selasa (10/9) lalu sekitar pukul 16.00 WITA, yang menewaskan seorang operator alat berat karena tertimbun material longsor, Tim Inspektur Tambang (IT) dari pusat langsung melakukan investigasi.
Hal ini diungkapkan IT Kaltim Djulson Kapuangan saat dikonfirmasi Kamis (12/9/2024) hari ini. Menurutnya, penanganan langsung dilakukan IT pusat sementara mereka hanya sekadar melakukan pendampingan saat turun ke lokasi.
"Kami hanya melakukan pendampingan karena mereka kemarin kekurangan tim," ujar Djulson kepada Korankaltim.com.
Itu dilakukan karena area konsesi PT IBP tersebut masuk dalam Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara (PKP2B). "Kalau PKP2B, Kontrak Karya dan Penanaman Modal Asing (PMA) langsung dari IT pusat, kami hanya mendampingi saja," jelas Djulson.
"Berbeda kalau PMDN (Penanaman Modal Dalam Negeri) biasanya kami yang diperintahkan untuk investigasi di lapangan, tetapi tetap arahannya dari pusat," sambungnya.
Disinggung soal apakah sudah diketahui terkait dengan hasil dari investigasi yang dilakukan oleh IT pusat tersebut hingga saat mereka mengaku belum mengetahui. "Mereka baru turun kemarin, mungkin ini masih dalam proses, tetapi pasti itu langsung ke pusat," tutupnya.
Diberitakan sebelumnya, kecelakaan yang menghilangkan nyawa operator bernama Medir berusia 36 tahun terjadi saat melakukan aktivitas pengambilan tanah overburden (OB) di site Efendi.
"Saat sedang melakukan OB, tiba-tiba tebing di lokasi yang dikerjakan yang juga merupakan jalur hauling mengalami longsor sehingga excavator yang dioperasikan terseret sejauh 15 meter, operator ikut tertimbun bersama excavator," kata . Kapolresta Samarinda Kombes Pol Ary Fadli melalui Kapolsek Palaran Kompol Zarma Putra.
Rekan kerja Medir yang melihat berupaya menolong namun kolam air yang tepat berada di jalur yang longsor turut longsor dan material tanah bercampur air serta potongan kayu, terbawa ke area site Efendi.
"Saat temannya mau menolong, kolam air disebelah jalur ikut longsor dan air yang bercampur tanah, langsung masuk ke area korban kerja, menyebabkan korban ikut tertimbun," sebutnya.
Atas kejadian itu, dari pihak perusahaan, dibantu BPBD Kukar langsung melakukan evaluasi, dan melakukan upaya pencarian. Rabu (11/9/2024) kemarin sekitar pukul 08.10 WITA, Medir ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dan langsung dievakuasi ke RSUD IA Moeis Samarinda Seberang.
Editor: Aspian Nur
Kamis, 12/09/2024
Tangkapan layar dari video yang beredar, lokasi dimana terjadi longsor di area konsesi milik PT.IBP sub kontraktor PT.BMR, tewaskan satu operator, Selasa (10/9/2024) lalu. (Foto: Istimewa)
TERPOPULER