Kamis, 17/10/2024

Jadi Pelatih Inggris, Thomas Tuchel Mengaku Menyesal Berpaspor Jerman

Kamis, 17/10/2024

Thomas Tuchel, akan bertugas mendampingi timnas Inggris mulai Januari 2025 mendatang. (Foto: @england)

Share
Join Grup Telegram Koran Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/+SsC4jer3I5syZWU1 atau klik tombol dibawah ini.

Grup Telegram Koran Kaltim

kemudian join. Anda harus instal aplikasi Telegram terlebih dahulu di ponsel.

Berita Terkait

Jadi Pelatih Inggris, Thomas Tuchel Mengaku Menyesal Berpaspor Jerman

Kamis, 17/10/2024

logo

Thomas Tuchel, akan bertugas mendampingi timnas Inggris mulai Januari 2025 mendatang. (Foto: @england)

KORANKALTIM.COM - Setelah resmi ditunjuk sebagai pelatih utama tim nasional sepakbola Inggris, Thomas Tuchel menegaskan negara tersebut dapat membebaskan diri dari sejarah dan bekerja untuk mewujudkan impian di Piala Dunia 2026.

Diketahui, pria 51 tahun berpaspor Jerman itu  dipilih sebagai pelatih the Three Lions sejak kemarin dan mulai bertugas pada 1 Januari 2025 mendatang setelah menandatangani kontrak selama 18 bulan.

Tuchel mengatakan dia menyesal memiliki paspor Jerman ketika ditanya tentang menjadi pelatih kepala permanen non-Inggris ketiga untuk tim Inggris, setelah beberapa pengamat mengatakan pekerjaan itu seharusnya jatuh ke tangan orang Inggris.

Tuchel ditugaskan untuk memimpin tim Tiga Singa ke Piala Dunia 2026 dimana mereka akan mencoba mengakhiri penantian selama 60 tahun untuk mendapatkan trofi besar. “Tidak ada yang tidak mungkin dalam olahraga,” kata Tuchel kepada editor olahraga BBC, Dan Roan Kamis (17/10/2024) hari ini.

“Federasi ada disana, para wanita melakukannya, tim U-21 melakukannya (juara), jadi tidak ada alasan [kami tidak bisa]. Pada titik tertentu kami harus membebaskan diri dari sejarah, fokus pada proses dan ini akan dimulai dari Januari,” papar Tuchel

Pelatih yang membawa Chelsea juara Liga Champions ini juga menjelaskan ia awalnya tidak yakin untuk beralih dari klub ke sepak bola internasional, tetapi mengaku bersemangat untuk bekerja dengan sekelompok pemain yang sangat istimewa dan menarik.

Juni 2024 lalu, Tuchel menolak tawaran jadi pelatih Manchester United setelah sempat bertemu dengan pemilik Setan Merah Sir Jim Ratcliffe di Prancis. Ketika ditanya mengapa dia memilih Inggris daripada United, dia berkata: “Ide dan cara John [McDermott] dan Mark [Bullingham] mempresentasikannya sangat cepat dan rahasia. Itu sangat mudah, itu adalah keputusan untuk pekerjaan ini dan tidak bertentangan dengan hal lain.”

Tuchel menggantikan Gareth Southgate, yang mengundurkan diri setelah delapan tahun bertugas setelah kekalahan Inggris dari Spanyol di final Euro 2024 pada bulan Juli.

Tuchel pertama kali ditanya tentang ketertarikannya pada posisi tersebut melalui telepon pada bulan Agustus dan dia memutuskan untuk menerima peran tersebut setelah dua pertemuan lebih lanjut.

“Saya mengerti dengan cepat ini adalah pekerjaan yang besar. Saya pikir selalu pekerjaan yang dijalani adalah pekerjaan terbesar dan tidak masuk akal untuk membandingkannya, tetapi rasanya besar dan terasa seperti sebuah kehormatan,” kata Tuchel dalam konferensi media di Wembley petang kemarin.

“Saya pikir sangat jelas saya sangat emosional. Saya mencintai apa yang saya lakukan dan sangat menyukai sepak bola. Peran ini membuat saya yang masih muda menjadi hidup dan membawa kembali masa remaja saya, untuk bersemangat menghadapi tugas yang begitu besar,” paparnya.

Ketika Tuchel mulai bekerja pada bulan Januari, ia akan ditugaskan untuk mencoba mendapatkan yang terbaik dari sekelompok pemain yang sangat berbakat.

“Kami memiliki generasi pemain muda yang luar biasa dan juga berpengalaman, yang bermain di liga terbaik di dunia, jadi tidak ada alasan untuk takut,” kata Tuchel.

Sementara pelatih sementara Inggris Lee Carsley akan tetap bertanggung jawab untuk pertandingan UEFA Nations League atau Liga Bangsa-Bangsa Inggris bulan depan sebelum kembali memimpin Inggris U-21.

Carsley melakukan perjalanan yang sama dengan Southgate melalui sistem pengembangan kepelatihan Football Association. Sebelum Tuchel, Sven-Goran Eriksson, antara tahun 2001 dan 2006, dan Fabio Capello, dari tahun 2008 hingga 2012, adalah satu-satunya pelatih permanen Inggris yang bukan berasal dari Inggris.

Tidak seperti Eriksson dan Capello ketika mereka mulai bekerja, Tuchel memiliki pengalaman bekerja di sepak bola Inggris. Klub Chelsea asuhannya memenangkan Liga Champions, Piala Dunia Antarklub dan Piala Super UEFA dalam kurun waktu 20 bulan yang sebagian besar berjalan sukses, sebelum ia dipecat pada September 2022.

Di antara kesuksesannya yang lain, Tuchel memimpin Paris St-Germain meraih treble domestik pada 2019-20 - juga membawa klub Prancis itu ke final Liga Champions pada musim yang terdampak Covid itu - dan memandu Bayern Munchen meraih gelar Bundesliga 2022-23.

Tuchel menjelaskan bahwa kontrak awal 18 bulan akan memungkinkannya menuntut diri sendiri untuk tidak kehilangan focus pada periode langsung menuju Piala Dunia.

Dikenal sebagai juru taktik yang luar biasa, Tuchel mendapatkan pengakuan karena berhasil mengalahkan Pep Guardiola dari Manchester City di final Liga Champions pada 2021 dengan pelatih asal Spanyol itu dilaporkan telah didekati untuk pekerjaan di Inggris.

Editor: Aspian Nur

Jadi Pelatih Inggris, Thomas Tuchel Mengaku Menyesal Berpaspor Jerman

Kamis, 17/10/2024

Thomas Tuchel, akan bertugas mendampingi timnas Inggris mulai Januari 2025 mendatang. (Foto: @england)

Share

Berita Terkait