Jumat, 04/09/2026
Jumat, 04/09/2026
Pelaksanaan Salat Istisqa di SMAN 9 Samarinda. (Foto: Rafik/Korankaltim.com)
Jumat, 04/09/2026

Pelaksanaan Salat Istisqa di SMAN 9 Samarinda. (Foto: Rafik/Korankaltim.com)
Penulis: M Rafik
KORANKALTIM.COM, SAMARINDA - Menghadapi kondisi kemarau dan dampak lingkungan yang semakin terasa di Samarinda, SMAN 9 Jalan Giri Rejo Lempake, Kecamatan Samarinda Utara, Kota Samarinda menggelar salat istisqa di lapangan sekolah Jumat (4/9/2026) pagi tadi.
Kegiatan tersebut diikuti lebih dari 600 siswa dari kelas X, XI dan XII bersama para guru. Sejumlah tokoh masyarakat, anggota DPRD, alumni, serta perwakilan Dinas Pendidikan turut hadir dalam kegiatan tersebut.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala SMAN 9 Samarinda Cornelius Talar mengatakan, pelaksanaan salat istisqa merupakan inisiatif para guru untuk mengajak seluruh warga sekolah melakukan ikhtiar di tengah kondisi kemarau.
“Hari ini SMA Negeri 9 mengkhususkan waktu untuk anak-anak beribadah lewat salat istisqa, salat yang dikhususkan untuk meminta hujan,” kata Cornelius.
Kemarau saat ini tidak hanya berdampak pada berkurangnya debit air, tetapi juga memicu persoalan lain seperti kualitas udara yang menurun, kebakaran, serta suhu panas yang semakin terasa.
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bentuk dukungan sekolah terhadap langkah pemerintah dalam menghadapi dampak kemarau. Pemerintah sebelumnya telah menyiapkan sejumlah upaya, termasuk modifikasi cuaca dan pengerahan petugas pemadam kebakaran.
“Tujuan kami membantu pemerintah. Pemerintah sudah berencana melaksanakan modifikasi cuaca, tetapi sampai hari ini belum ada hasil. Pemerintah juga sudah mengerahkan pemadam kebakaran,” sebut Cornelius lagi.
Sementara Guru Pendidikan Agama Islam SMAN 9 Samarinda Firhan menambahkan, salat istisqa menjadi bagian dari pembelajaran karakter bagi para siswa.
Momentum tersebut tidak hanya mengajarkan siswa untuk berdoa meminta hujan, tetapi juga menumbuhkan kepedulian terhadap kondisi lingkungan.
“Ini sebenarnya adalah tingkat keperluan kami sebagai warga Indonesia, sebagai warga SMA Negeri 9 untuk melaksanakan salat istisqa, yaitu salat meminta hujan kkarena keadaan bumi sekarang ini dalam keadaan kekeringan dan polusi udara,” kata Firhan.
Kepedulian terhadap lingkungan juga terus ditanamkan melalui pembelajaran di sekolah. Siswa diberikan pemahaman mengenai pengelolaan sampah hingga larangan membakar sampah sembarangan.
“Yang kami tanamkan adalah kepedulian. Ada pelajaran mengenai bagaimana mengelola sampah, kemudian bagaimana kita tidak boleh membakar sampah dan sebagainya,” ujar Firhan lagi.
Dalam ajaran Islam, salat istisqa merupakan salah satu ikhtiar yang dianjurkan ketika terjadi kekeringan.
“Secara agama mengajarkan untuk melaksanakan salat istisqa. Ini bagian daripada amalan sunnah ketika terjadi kekeringan dan polusi udara,” ucapnya.
Melalui kegiatan tersebut, pihak sekolah berharap siswa tidak hanya memahami nilai keagamaan, tetapi juga memiliki kesadaran untuk menjaga lingkungan di tengah kondisi kemarau yang berdampak luas terhadap masyarakat.
Editor: Aspian Nur
Jumat, 04/09/2026
Pelaksanaan Salat Istisqa di SMAN 9 Samarinda. (Foto: Rafik/Korankaltim.com)
TERPOPULER