Kamis, 03/09/2026

Pelajar di Kukar Belajar Daring, Pasokan MBG Tetap Berjalan 

Kamis, 03/09/2026

MBG yang biasanya diberikan kepada pelajar di sekolah akan tetap diberikan meski proses belajar mengajar dilakukan jarak jauh. (Foto: Dok.Korankaltim.com)

Share
Join Grup Telegram Koran Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/+SsC4jer3I5syZWU1 atau klik tombol dibawah ini.

Grup Telegram Koran Kaltim

kemudian join. Anda harus instal aplikasi Telegram terlebih dahulu di ponsel.

Berita Terkait

Pelajar di Kukar Belajar Daring, Pasokan MBG Tetap Berjalan 

Kamis, 03/09/2026

logo

MBG yang biasanya diberikan kepada pelajar di sekolah akan tetap diberikan meski proses belajar mengajar dilakukan jarak jauh. (Foto: Dok.Korankaltim.com)

Penulis: Muhammad Anshori

KORANKALTIM.COM, TENGGARONG - Langkah cepat diambil oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kutai Kartanegara (Disdikub Kukar) merespons memburuknya kualitas udara akibat asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla). 

Mulai Kamis (3/9/2026) hari ini, pelajar dari seluruh satuan pendidikan pada jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) resmi mengalihkan aktivitas belajar di rumah melalui sistem Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) atau sekolah daring. Kebijakan ini berlaku selama satu pekan ke depan dan akan dievaluasi secara berkala.

Disdikbud Kukar menjamin pemenuhan hak gizi anak tidak akan terganggu. Program unggulan Makan Bergizi Gratis (MBG) dipastikan tetap berjalan penuh dengan penyesuaian skema operasional di lapangan.

Kepala Disdikbud Kukar Heriansyah mengatakan, kebijakan PJJ ini merupakan tindak lanjut dari arahan Bupati Kukar dan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) dalam memitigasi bencana karhutla dan kekeringan. Bergesernya lokasi belajar tidak berarti program pemenuhan gizi ikut terhenti.

"Program MBG tetap berjalan. Kami serahkan kepada pihak sekolah mereka yang mengatur teknis distribusinya ke siswa. Pola penyaluran akan disesuaikan dengan kondisi dan letak sekolah penerima supaya makanan tetap sampai dengan bersih dan sehat," kata Heriansyah, Kamis (3/9/2026).

Untuk mekanisme distribusi makanan tersebut diserahkan kepada masing-masing kepala sekolah. Nantinya, pihak sekolah dapat menggunakan metode zonasi titik kumpul di pemukiman terdekat, sistem pembagian terjadwal bagi para orangtua atau kerja sama dengan penyedia lokal untuk memastikan pasokan gizi tetap terdistribusi dengan baik tanpa memicu kerumunan di tengah situasi kabut asap.

Sementara terkait pelaksanaan sekolah daring, proses pembelajaran akan dilangsungkan setiap Senin hingga Jumat. Untuk menjaga stabilitas psikologis siswa dan tidak memberikan beban teknis berlebih kepada keluarga, durasi jam belajar daring dipersingkat dan dibuat lebih longgar dibanding sekolah tatap muka.

"Jadi, sistem pembelajaran daring yang kita terapkan tak sama dengan sekolah offline atau tatap muka ada keringanan dalam pelaksanaannya," papar Heriansyah.

Untuk kecamatan yang indikator udaranya masih berada di zona aman, proses pembelajaran tatap muka masih diperbolehkan dengan syarat ketat, yakni menghentikan seluruh bentuk aktivitas siswa di luar ruangan.

Disdikbud Kukar mengimbau kepada para orang tua untuk mengambil peran aktif mendampingi anak-anaknya selama proses pembelajaran daring di rumah masing-masing.

Dengan dukungan infrastruktur internet yang sudah memadai di mayoritas sekolah di Kukar, sinergi antara guru di sekolah dan orang tua di rumah diharapkan mampu menjaga kualitas pendidikan serta pemenuhan gizi anak tetap berjalan optimal hingga kondisi udara kembali membaik. "Kami berharap kondisi udara dalam satu minggu kedepan berangsur membaik," harapnya.

Editor: Aspian Nur

Pelajar di Kukar Belajar Daring, Pasokan MBG Tetap Berjalan 

Kamis, 03/09/2026

MBG yang biasanya diberikan kepada pelajar di sekolah akan tetap diberikan meski proses belajar mengajar dilakukan jarak jauh. (Foto: Dok.Korankaltim.com)

Share

Berita Terkait