Jumat, 04/09/2026
Jumat, 04/09/2026
Kondisi SMPN 3 Tenggarong setelah menerapkan PJJ. (Foto: Muhammad Anshori/KoranKaltim.com)
Jumat, 04/09/2026

Kondisi SMPN 3 Tenggarong setelah menerapkan PJJ. (Foto: Muhammad Anshori/KoranKaltim.com)
Penulis: Muhammad Anshori
KORANKALTIM.COM, TENGGARONG - Memburuknya kualitas udara di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) memaksa satuan pendidikan untuk mengambil langkah penyelamatan. Proses belajar mengajar dialihkan menjadi Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).
Satu diantara sekolah yang menerapkan kebijakan ini yakni Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 3 Tenggarong, yang juga memutuskan untuk menghentikan sementara distribusi program Makanan Bergizi Gratis (MBG) demi keselamatan siswa. Meskipun siswa harus kembali belajar dari rumah, pihak SMPN 3 Tenggarong memastikan proses PJJ berjalan tanpa hambatan teknis.
Kepala SMPN 3 Tenggarong Sariyani menjelaskan, kelancaran ini didukung penuh oleh fasilitas infrastruktur sekolah yang memadai. Berbeda dengan para murid, seluruh guru tetap diwajibkan hadir di sekolah untuk memandu kelas daring secara langsung. Langkah ini diambil untuk memastikan stabilitas koneksi selama pembelajaran berlangsung.
"Kami berkoordinasi dengan para guru untuk meminimalisir kendala-kendala yang tidak diinginkan. Kalau di sekolah ini memiliki jaringan WiFi yang kuat, proses pembelajaran berjalan dengan lancar," kata Sariyani, Jumat (4/9/2026).
Ia mengaku sudah adaptif dengan situasi ini berkat pengalaman serupa saat pandemi Covid-19 lalu. Untuk menjaga kualitas dan kedisiplinan belajar, guru mewajibkan siswa untuk selalu mengaktifkan kamera sepanjang sesi kelas daring.
"Kami lakukan pembelajaran video call, sehingga guru bisa mengawasi dengan serius dalam prosesnya," sebut Sariyani lagi.
Kebijakan PJJ ini berdampak langsung pada skema pembagian program Makanan Bergizi Gratis (MBG). Khusus di SMPN 3 Tenggarong, pihaknya memilih untuk menyetop sementara pasokan makanan tersebut. Sebab, jika siswa dipaksa datang ke sekolah hanya untuk mengambil makanan, hal itu justru memperbesar risiko mereka terpapar udara.
"Kami sudah koordinasi ke dapur SPPG untuk tak mendistribusikan MBG sementara waktu, sampai tanggal yang ditentukan, yaitu dari tanggal 3 hingga 8 kedepan. Pihak SPPG telah menyetujui dan memahami sepenuhnya keputusan tersebut," ungkap Sariyani.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kukar H Heriansyah menjelaskan, mekanisme penyalurannya MBG selama masa PJJ diserahkan sepenuhnya kepada pihak sekolah masing-masing.
"Pola penyaluran disesuaikan dengan kondisi dan letak sekolah penerima," kata Heriansyah.
Disdikbud Kukar memberikan kelonggaran bagi sekolah untuk mengatur titik kumpul pengambilan makanan yang terjadwal untuk sekolah yang masih menjalankan program MBG. Langkah ini diharapkan mampu mencegah terjadinya kerumunan sekaligus meminimalisir paparan udara luar yang tidak sehat bagi siswa.
"Kami serahkan kepada sekolah bagaimana tepatnya, karena kondisi kualitas udara kita sudah buruk," sebut Sariyani.
Editor: Aspian Nur
Jumat, 04/09/2026
Kondisi SMPN 3 Tenggarong setelah menerapkan PJJ. (Foto: Muhammad Anshori/KoranKaltim.com)
TERPOPULER