Rabu, 10/06/2026

Tepis Tudingan Hambat Beasiswa Siswa, Kepala SMK Geologi Pertambangan Sebut Ada Miskomunikasi

Rabu, 10/06/2026

Pertemuan Kepala Sekolah Geologi Pertambangan, Amran dan Anggota Komisi IV DPRD Kukar, Muhammad Idham membahas terkait permasalahan miskomunikasi Beasiswa. (Foto: Dok.Amran/Kepala SMK Geologi Pertambangan Tenggarong)

Share
Join Grup Telegram Koran Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/+SsC4jer3I5syZWU1 atau klik tombol dibawah ini.

Grup Telegram Koran Kaltim

kemudian join. Anda harus instal aplikasi Telegram terlebih dahulu di ponsel.

Berita Terkait

Tepis Tudingan Hambat Beasiswa Siswa, Kepala SMK Geologi Pertambangan Sebut Ada Miskomunikasi

Rabu, 10/06/2026

logo

Pertemuan Kepala Sekolah Geologi Pertambangan, Amran dan Anggota Komisi IV DPRD Kukar, Muhammad Idham membahas terkait permasalahan miskomunikasi Beasiswa. (Foto: Dok.Amran/Kepala SMK Geologi Pertambangan Tenggarong)

Penulis: Muhammad Anshori

KORANKALTIM.COM, TENGGARONG - Dugaan adanya pihak sekolah yang menghambat pencairan beasiswa salah satu program aspirasi di Kutai Kartanegara (Kukar) menemui titik terang. 

Pihak manajemen SMK Geologi Pertambangan Tenggarong bersama Anggota Komisi IV DPRD Kukar Muhammad Idham menegaskan persoalan yang sempat mencuat di media cetak lokal tersebut murni akibat miskomunikasi administrasi.

Kedua belah pihak telah berkomunikasi langsung untuk meluruskan duduk perkara agar tidak menjadi bola liar yang merugikan nama baik institusi pendidikan maupun program kedewanan.

Kepala SMK Geologi Pertambangan Amran menjelaskan, sebagai institusi swasta, pihak sekolah menegaskan berkomitmen penuh memberikan pelayanan terbaik, termasuk dalam memfasilitasi beasiswa bagi para siswa.

"Kami ini sekolah swasta yang menjual pelayanan terbaik kepada masyarakat. Jadi kalau ada bahasa yang menganggap kami menghambat, itu tidak benar. Justru kami yang selama ini keliling mencari beasiswa demi meringankan beban orang tua murid," kata Amran kepada KoranKaltim.com, Rabu (10/6/2026).

Akar masalah bermula saat sejumlah siswa mendatangi bagian Tata Usaha (TU) untuk meminta Surat Keterangan Aktif guna mencairkan beasiswa. Namun, siswa yang bersangkutan datang tanpa membawa salinan Surat Keputusan (SK) resmi penerima beasiswa, melainkan hanya membawa nomor virtual account. Pihak sekolah juga tidak menerima dokumen tertulis dari tim penyalur program.

"Semua ada alurnya, tak bisa serta-merta kami mengeluarkan surat keterangan aktif begitu saja tanpa tahu dasarnya apa dan untuk apa. Seharusnya, pemberi beasiswa yang mengonfirmasi dan mengirimkan SK ke sekolah terlebih dahulu, minimal lewat pesan WhatsApp," paparnya.

Internal sekolah tidak pernah menerima keluhan langsung baik dari orangtua murid, siswa, wali kelas maupun wakil kepala sekolah terkait pelayanan administrasi beasiswa ini.

Prosedur ini dengan program beasiswa aspirasi dari pihak lain yang dinilai jauh lebih rapi, seperti beasiswa dari PAN atau program dari Anggota DPR RI Hetifah Sjaifudian. Pada program-program tersebut, tim penyalur terlebih dahulu mengirimkan undangan resmi, sosialisasi, beserta SK nama-nama siswa penerima ke pihak sekolah.

"Kalau polanya jelas seperti itu, bukan siswanya yang repot mengurus. Wali kelas yang langsung berkoordinasi dengan TU. Setelah surat keterangan aktifnya selesai, pihak sekolah yang langsung membagikannya ke anak-anak. Jauh lebih tertib," ujar Amran lagi.

Kedepan pihak sekolah meminta kepada seluruh pihak atau tim sukses yang membawa program beasiswa aspirasi untuk membangun komunikasi dua arah dengan pihak sekolah terlebih dahulu demi kelancaran administrasi siswa. Terkait nominal beasiswa tersebut, pihak sekolah mengaku tidak mengetahui jumlahnya karena dana akan langsung dicairkan oleh siswa yang bersangkutan melalui bank.

Sementara Anggota Komisi IV DPRD Kukar dari Fraksi PKS, Muhammad Idham mengakui masalah ini sudah selesai. Dirinya menjelaskan file dan dokumen pendukung sebenarnya sudah diserahkan langsung kepada orang tua siswa untuk diteruskan ke pihak sekolah.

"Masalah ini sudah selesai. Kemarin itu memang murni miskomunikasi. File-file pendukung sebenarnya sudah kami berikan langsung ke orang tua siswa agar tinggal diserahkan ke sekolah," ungkap Idham.

Namun Idham memberikan catatan agar pihak sekolah bisa lebih proaktif dan responsif apabila ada siswa yang melaporkan bahwa mereka menerima bantuan atau program beasiswa, tanpa harus menunggu konfirmasi formal dari luar.

"Kedepan, kalau ada siswa yang melapor dapat beasiswa, harapan kami pihak sekolah bisa lebih mendalami dan proaktif menanyakan datanya atau meminta nomor kontak penyalurnya agar bisa langsung dikonfirmasi bersama. Jangan sampai pelayanan ke anak-anak tertunda, apalagi saat momen krusial seperti ujian," tegas Idham.

Mekanisme beasiswa aspirasi melalui jalurnya usulan anggota DPR RI/Pusat memang langsung dibuka secara umum berbasis data nama siswa, orang tua, kelas, dan sekolah untuk mempercepat proses pengusulan agar semua siswa bisa terakomodasi. Pola ini sedikit berbeda dengan beasiswa jalur lain yang memakai pengisian tautan (link) yang rumit.

Melalui momentum klarifikasi ini, baik pihak SMK Geologi Pertambangan maupun DPRD Kukar sepakat untuk meningkatkan koordinasi dua arah. Pihak sekolah meminta tim sukses atau penyalur program aspirasi kedepannya dapat mengirimkan tembusan data ke sekolah secara berkala demi kelancaran tertib administrasi siswa di bagian Tata Usaha.

Editor: Aspian Nur

Tepis Tudingan Hambat Beasiswa Siswa, Kepala SMK Geologi Pertambangan Sebut Ada Miskomunikasi

Rabu, 10/06/2026

Pertemuan Kepala Sekolah Geologi Pertambangan, Amran dan Anggota Komisi IV DPRD Kukar, Muhammad Idham membahas terkait permasalahan miskomunikasi Beasiswa. (Foto: Dok.Amran/Kepala SMK Geologi Pertambangan Tenggarong)

Share

Berita Terkait