Rabu, 10/06/2026

Keluhan Air Bersih Gunung Steleng jadi Perhatian, Perumda AMDT PPU Sebut Pekerjaan Rumah Terbesar

Rabu, 10/06/2026

Direktur Perumda AMDT PPU Abdul Rasyid. (Foto: Dinda/Korankaltim.com)

Share
Join Grup Telegram Koran Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/+SsC4jer3I5syZWU1 atau klik tombol dibawah ini.

Grup Telegram Koran Kaltim

kemudian join. Anda harus instal aplikasi Telegram terlebih dahulu di ponsel.

Berita Terkait

Keluhan Air Bersih Gunung Steleng jadi Perhatian, Perumda AMDT PPU Sebut Pekerjaan Rumah Terbesar

Rabu, 10/06/2026

logo

Direktur Perumda AMDT PPU Abdul Rasyid. (Foto: Dinda/Korankaltim.com)

Penulis: Dinda Ayu Dwi Meylani

KORANKALTIM.COM, PENAJAM – Keluhan warga Kelurahan Gunung Steleng terkait layanan air bersih yang disampaikan saat Safari Jumat Bupati Penajam Paser Utara (PPU) Mudyat Noor Jumat (29/6/2026) pekan lalu mendapat respons dari Perumda Air Minum Danum Taka (AMDT) PPU.

Direktur Perumda AMDT PPU Abdul Rasyid menjelaskan, persoalan distribusi air di wilayah tersebut terjadi karena Gunung Steleng merupakan daerah yang berada di titik terjauh dari pompa pada jaringan distribusi utama. Kondisi itu membuat tekanan air yang diterima pelanggan sangat rendah.

“Sejak awal sebenarnya daerah Gunung Steleng tidak direkomendasikan untuk pemasangan sambungan rumah baru karena lokasinya berada di titik terjauh dari jaringan distribusi utama. Tekanan air ke sana memang kecil,” kata Rasyid Rabu (10/6/2026).

Di kawasan tersebut telah terpasang jaringan perpipaan yang dibangun Pemerintah Kabupaten PPU melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR).

Namun jaringan tersebut belum dapat dimanfaatkan karena masih menunggu proses uji kelayakan atau commissioning dan belum diserahkan secara resmi kepada Perumda AMDT untuk dioperasikan.

Sebagian warga Gunung Steleng saat ini masih mengandalkan jaringan pipa lama yang dibangun saat instalasi pengolahan air pertama kali dipindahkan dari Kabupaten Paser ke PPU. Jaringan tersebut bukan jaringan distribusi yang dirancang untuk melayani kebutuhan pelanggan dalam jumlah besar.

Selain itu banyak sambungan yang dilakukan secara swadaya dari pipa induk sehingga beban jaringan semakin berat. Akibatnya, kapasitas distribusi yang semula diperuntukkan bagi sekitar 1.000 rumah kini harus melayani hingga lebih dari 5.000 rumah di kawasan tersebut dan sekitarnya.

“Jaringan yang ada sekarang mengalami overlapping karena banyak tapping. Yang seharusnya melayani sekitar seribu rumah, sekarang harus melayani ribuan rumah,” papar Rasyid.

Saat awal menjabat sebagai direktur, pihaknya sempat memberlakukan moratorium pemasangan sambungan baru di Gunung Steleng. Namun karena tingginya permintaan masyarakat, sebagian sambungan tetap dipasang setelah warga diberikan penjelasan mengenai risiko gangguan layanan yang mungkin terjadi.

“Kami sudah menyampaikan kondisi sebenarnya kepada masyarakat. Tetapi karena kebutuhan air cukup tinggi, banyak yang tetap meminta dipasangkan,” ungkapnya.

Meski demikian  Rasyid menilai penyampaian keluhan warga secara langsung kepada Bupati dalam Safari Jumat merupakan hal positif karena dapat menjadi perhatian pemerintah daerah untuk mempercepat penyelesaian persoalan tersebut.

“Bagi kami itu bagus karena masyarakat bisa langsung menyampaikan kondisi yang dihadapi kepada pimpinan daerah sehingga menjadi atensi bersama,” ujarnya.

Sebagai solusi jangka pendek, Perumda AMDT terus menyalurkan bantuan air bersih menggunakan mobil tangki bagi warga yang mengalami kesulitan mendapatkan pasokan air. Bantuan tersebut diberikan tanpa biaya dan diperuntukkan bagi kepentingan bersama di lingkungan masyarakat.

Air yang disalurkan melalui mobil tangki tersebut diambil dari sumber air baku di Lawe-Lawe yang selama ini menjadi sumber utama pelayanan air bersih untuk wilayah Kecamatan Penajam.

Penanganan persoalan air bersih di Gunung Steleng sebenarnya dapat dilakukan lebih cepat apabila jaringan pipa yang telah dibangun pemerintah daerah dapat segera diaktifkan dan dimanfaatkan. Untuk itu, pihaknya terus berkoordinasi dengan Dinas PUPR dan Bidang Cipta Karya guna mendorong percepatan penyelesaian administrasi maupun teknis yang diperlukan.

“Kami sudah berkoordinasi dengan PU dan Cipta Karya agar ada percepatan. Namun kondisi fiskal daerah saat ini juga menjadi tantangan,” ucap Rasyid.

Meski masih menghadapi kendala distribusi, kondisi pelayanan air di Gunung Steleng saat ini lebih baik dibandingkan beberapa tahun sebelumnya. Bahkan, menurut laporan yang diterimanya, sebagian warga mengaku tidak lagi harus begadang untuk menunggu air mengalir seperti yang pernah terjadi sebelumnya.

Namun diakuinya Gunung Steleng tetap menjadi satu diantara pekerjaan rumah terbesar bagi Perumda AMDT karena karakteristik wilayahnya yang berada di ujung jaringan distribusi.

“Gunung Steleng memang daerah layanan terjauh sehingga tekanan air yang diterima pelanggan jauh di bawah standar. Karena itu penyelesaiannya membutuhkan kerja sama antara PDAM dan pemerintah daerah,” tutup Rasyid.

Editor: Aspian Nur

Keluhan Air Bersih Gunung Steleng jadi Perhatian, Perumda AMDT PPU Sebut Pekerjaan Rumah Terbesar

Rabu, 10/06/2026

Direktur Perumda AMDT PPU Abdul Rasyid. (Foto: Dinda/Korankaltim.com)

Share

Berita Terkait