Jumat, 12/06/2026
Jumat, 12/06/2026
Pencanangan Sensus Ekonomi 2026 di Auditorium Aji Tulur Jejangkat. (Foto: Adi/Korankaltim.com)
Jumat, 12/06/2026

Pencanangan Sensus Ekonomi 2026 di Auditorium Aji Tulur Jejangkat. (Foto: Adi/Korankaltim.com)
Penulis: Kusmas Riadi
KORANKALTIM.COM, SENDAWAR - Badan Pusat Statistik Kabupaten Kutai Barat (BPS Kubar) mencanangkan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 di Auditorium Aji Tulur Jejangkat (ATJ), Jumat (12/6/2026) hari ini.
Melalui sensus yang digelar setiap 10 tahun sekali tersebut, BPS menyiapkan 158 petugas untuk mendata berbagai aktivitas ekonomi masyarakat di seluruh wilayah Kubar.
Kepala BPS Kubar Lutfi Muta'ali mengatakan Sensus Ekonomi 2026 merupakan sensus ekonomi kelima yang dilaksanakan BPS sejak pertama kali digelar pada 1986.
Kegiatan yang berlangsung setiap 10 tahun sekali tersebut bertujuan menyediakan data dasar yang lengkap dan terpercaya mengenai berbagai aktivitas ekonomi sebagai landasan penyusunan kebijakan dan perencanaan pembangunan yang lebih tepat sasaran.
“Data yang dihasilkan nantinya akan menjadi dasar bagi pemerintah dalam merumuskan kebijakan pembangunan ekonomi, baik di tingkat daerah maupun nasional,” kata Lutfi.
Pelaksanaan lapangan Sensus Ekonomi 2026 telah dimulai sejak Mei 2026. Dalam waktu dekat, petugas akan melakukan pendataan secara door to door dengan mendatangi rumah tangga maupun lokasi usaha untuk menghimpun informasi mengenai berbagai kegiatan ekonomi yang berkembang di masyarakat.
Untuk mendukung pelaksanaan sensus, BPS Kubar telah merekrut sebanyak 158 petugas yang akan bertugas di seluruh wilayah Kubar. Para petugas berasal dari wilayah terdekat dengan lokasi pendataan masing-masing sehingga diharapkan lebih memahami kondisi lapangan dan memudahkan proses pengumpulan data.
Sebelum diterjunkan ke lapangan, seluruh petugas telah mengikuti pelatihan guna memperdalam pemahaman mengenai konsep, definisi, serta tata cara pendataan. Melalui pembekalan tersebut, BPS berharap data yang dihimpun memiliki kualitas yang baik, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Sementara Bupati Kubar Frederick Edwin mengapresiasi BPS yang telah mempersiapkan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 dan menilai kegiatan tersebut bukan sekadar agenda statistik, melainkan langkah strategis untuk memotret kondisi perekonomian secara menyeluruh demi menentukan arah pembangunan di masa mendatang.
Perkembangan teknologi digital, ekonomi kreatif serta semakin besarnya peran usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) telah mengubah wajah perekonomian. Saat ini banyak usaha tumbuh dari rumah, media sosial, hingga berbagai platform digital yang menciptakan peluang ekonomi baru bagi masyarakat.
“Di sinilah pentingnya Sensus Ekonomi 2026. Data yang dihasilkan akan menjadi fondasi dalam penyusunan kebijakan pembangunan ekonomi yang tepat sasaran,” ujar Frederick.
Pembangunan yang baik harus didasarkan pada data yang benar dan berkualitas. Melalui hasil sensus, pemerintah dapat mengetahui perkembangan sektor usaha, kondisi UMKM, peluang investasi, hingga potensi penciptaan lapangan kerja sebagai dasar penyusunan kebijakan yang lebih tepat sasaran untuk meningkatkan daya saing ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.
Seluruh masyarakat khususnya para pelaku usaha diajak untuk berpartisipasi aktif dengan memberikan informasi yang benar, lengkap, dan jujur kepada petugas sensus.
“Kehadiran petugas sensus bukan untuk mempersulit masyarakat, melainkan memastikan setiap aktivitas ekonomi tercatat dengan baik demi kepentingan pembangunan bersama,” ucap Frederick.
Editor: Aspian Nur
Jumat, 12/06/2026
Pencanangan Sensus Ekonomi 2026 di Auditorium Aji Tulur Jejangkat. (Foto: Adi/Korankaltim.com)
TERPOPULER