Jumat, 12/06/2026

Inflasi Masih Terkendali, Pemkab PPU Siapkan Langkah Antisipasi

Jumat, 12/06/2026

Membagikan bibit tanaman jadi satu diantara solusi yang dilakukan Pemkab PPU untuk mengantisipasi terjadinya inflasi. (Foto: dokgubugsari)

Share
Join Grup Telegram Koran Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/+SsC4jer3I5syZWU1 atau klik tombol dibawah ini.

Grup Telegram Koran Kaltim

kemudian join. Anda harus instal aplikasi Telegram terlebih dahulu di ponsel.

Berita Terkait

Inflasi Masih Terkendali, Pemkab PPU Siapkan Langkah Antisipasi

Jumat, 12/06/2026

logo

Membagikan bibit tanaman jadi satu diantara solusi yang dilakukan Pemkab PPU untuk mengantisipasi terjadinya inflasi. (Foto: dokgubugsari)

Penulis: Dinda Ayu Dwi Meylani

KORANKALTIM.COM, PENAJAM – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) memastikan tingkat inflasi di daerahnya masih tergolong rendah dibandingkan sejumlah kabupaten juga kota lain di Kalimantan Timur (Kaltim). 

Meski demikian, inflasi PPU tercatat sedikit lebih tinggi dibandingkan daerah tetangga, yakni Kota Balikpapan dan Kabupaten Paser.

Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Pemkab PPU Hadi Saputro mengatakan, inflasi PPU saat ini berada pada kisaran 2,3 persen, masih berada dibawah sejumlah daerah lain di Kaltim yang telah mendekati 3 persen atau berada di atas 2,5 persen.

"Kalau secara inflasi se-Kaltim sebenarnya PPU masih dibawah dan terhitung rendah. Namun, jika dibandingkan dengan Balikpapan dan Paser, posisi kita memang masih di atas. Saat ini inflasi kita berada di angka 2,3 sekian," ujar Hadi kepada Korankaltim.com Jumat (12/6/2026).

Untuk mengantisipasi potensi kenaikan inflasi, terutama akibat kemungkinan penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM), Pemkab PPU telah menyiapkan sejumlah langkah pengendalian diantaranya melalui program sektor pertanian yaitu mendistribusikan bibit tanaman pangan kepada masyarakat.

"Potensi kenaikan harga BBM tentu bisa menyeret naik angka inflasi. Karena itu, Dinas Pertanian dan perangkat terkait sudah bergerak dengan membagikan bibit cabai, tomat, dan komoditas lainnya kepada masyarakat," sebut Hadi.

Program tersebut bertujuan mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap pembelian komoditas pangan di pasar sehingga dapat menekan pengeluaran rumah tangga saat terjadi kenaikan harga.

"Meskipun tidak serta-merta mengatasi inflasi secara keseluruhan, langkah ini setidaknya membantu mengurangi beban masyarakat terhadap lonjakan harga pangan," ucap Hadi lagi.
Selain pembagian bibit, Pemkab PPU juga rutin menggelar pasar murah guna menjaga ketersediaan dan keterjangkauan kebutuhan pokok. Berbagai komoditas seperti beras, minyak goreng, dan bahan pangan lainnya didistribusikan ke sejumlah wilayah untuk membantu menstabilkan harga di tingkat konsumen.

"Upaya lainnya adalah menyalurkan stok pangan melalui pasar murah secara berkala. Ini menjadi langkah nyata untuk mengendalikan harga pangan di lapangan," katanya.

Dalam waktu dekat, distribusi bibit tanaman akan diperluas dengan melibatkan kader Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK). Pemkab menilai peran ibu rumah tangga sangat penting dalam mendukung ketahanan pangan keluarga melalui pemanfaatan pekarangan rumah.

"Bibit-bibit tersebut nantinya akan diserahkan kepada Ibu-ibu PKK untuk dirawat. Jika kebutuhan cabai dan tomat dapat dipenuhi dari pekarangan sendiri, pasokan di pasar tidak akan terbebani dan masyarakat memiliki ketahanan pangan mandiri," tuturnya.

Terkait ketersediaan pangan dipastikan stok kebutuhan pokok di PPU masih dalam kondisi aman. Namun diakuinya faktor cuaca menjadi tantangan yang dapat memengaruhi kelancaran distribusi barang.

"Stok pangan aman, hanya kondisi alam saat ini memang menjadi tantangan tersendiri. Apalagi sekarang kondisi laut sedang pasang dan sering terjadi angin selatan," paparnya.

Cuaca buruk berdampak pada transportasi logistik jalur laut yang selama ini menjadi andalan pasokan barang dari Pulau Jawa dan Sulawesi ke Kalimantan.

Gelombang tinggi kerap menyebabkan keterlambatan kedatangan kapal sehingga memengaruhi distribusi barang ke daerah.

"PPU sangat bergantung pada mobilitas kapal yang membawa barang dari Jawa dan Sulawesi. Jika ombak besar, perjalanan kapal akan terhambat. Keterlambatan inilah yang terkadang mengganggu stabilitas ketersediaan barang di daerah kita," tutup Hadi. 

Editor : Aspian Nur

Inflasi Masih Terkendali, Pemkab PPU Siapkan Langkah Antisipasi

Jumat, 12/06/2026

Membagikan bibit tanaman jadi satu diantara solusi yang dilakukan Pemkab PPU untuk mengantisipasi terjadinya inflasi. (Foto: dokgubugsari)

Share

Berita Terkait