Jumat, 12/06/2026

Seragam Gratis Belum Berlaku di Madrasah, Kemenag Kukar Minta Orangtua dan Siswa Tetap Optimistis

Jumat, 12/06/2026

Ilustrasi pembagian seragam gratis. (Foto: AI)

Share
Join Grup Telegram Koran Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/+SsC4jer3I5syZWU1 atau klik tombol dibawah ini.

Grup Telegram Koran Kaltim

kemudian join. Anda harus instal aplikasi Telegram terlebih dahulu di ponsel.

Berita Terkait

Seragam Gratis Belum Berlaku di Madrasah, Kemenag Kukar Minta Orangtua dan Siswa Tetap Optimistis

Jumat, 12/06/2026

logo

Ilustrasi pembagian seragam gratis. (Foto: AI)

Penulis: Muhammad Heriansyah

KORANKALTIM.COM, TENGGARONG – Program seragam gratis bagi peserta didik baru yang diterapkan pada sekolah-sekolah dibawah naungan Dinas Pendidikan Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) belum bisa dinikmati siswa madrasah kendati hal itu sudah disampaikan kepada pihak terkait.

Kepala Kantor Kemenag Kukar Ariyadi F menjelaskan, aspirasi mengenai pemberian seragam gratis bagi siswa madrasah sebenarnya telah disampaikan oleh Forum Madrasah dalam audiensi beberapa waktu lalu yang mana pihak forum berharap tidak ada perbedaan perlakuan antara sekolah umum dan madrasah karena keduanya sama-sama berperan dalam mencerdaskan generasi bangsa.

“Forum Madrasah pernah menyampaikan harapan agar siswa madrasah juga dapat memperoleh program seragam gratis sebagaimana yang diterapkan pada sekolah di bawah Dinas Pendidikan. Harapannya tentu agar tidak ada perbedaan perlakuan dalam dunia pendidikan,” kata Ariyadi kepada Korankaltim.com, Jumat (12/6/2026).

Namun Kementerian Agama sebagai instansi vertikal memiliki mekanisme dan kebijakan yang berbeda sehingga harus mengikuti ketentuan yang berlaku dari pemerintah pusat. Karena itu, hingga saat ini belum ada kebijakan seragam gratis bagi peserta didik baru di lingkungan madrasah.

“Untuk tahun ini, mekanisme penerimaan siswa baru di madrasah masih sama seperti tahun-tahun sebelumnya. Belum ada kebijakan seragam gratis bagi siswa madrasah,” sebut Ariyadi lagi.

Meski belum masuk dalam program tersebut, perhatian Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara terhadap madrasah selama ini tetap cukup besar. Berbagai bantuan pendidikan telah diberikan, mulai dari dukungan melalui program Boskab hingga bantuan lainnya yang turut membantu pengembangan lembaga pendidikan keagamaan di daerah.

“Kami sangat mengapresiasi perhatian Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara, termasuk komitmen Bupati Kukar dalam mendukung kemajuan dunia pendidikan. Madrasah juga selama ini menerima berbagai bentuk bantuan yang sangat bermanfaat,” terangnya.

Tidak adanya program seragam gratis di madrasah tidak mengurangi minat masyarakat untuk menyekolahkan anak-anak mereka di lembaga pendidikan berbasis keagamaan tersebut. Hingga saat ini, proses penerimaan peserta didik baru tetap berjalan lancar dan mendapatkan respons positif dari masyarakat.

“Alhamdulillah, pendaftaran siswa baru di madrasah tetap berjalan baik dan mendapat antusiasme dari masyarakat,” jelas Ariyadi.

Menyikapi kebutuhan perlengkapan sekolah yang harus dipenuhi orangtua, pihak sekolah maupun koperasi biasanya memberikan berbagai kemudahan pembayaran diantaranya dengan sistem angsuran atau cicilan agar biaya pembelian seragam tidak terlalu membebani keluarga.

“Kalau diperlukan, pembayaran seragam bisa dicicil dua sampai tiga kali. Ini menjadi solusi yang selama ini diterapkan untuk membantu orang tua siswa,” paparnya.

Untuk para calon siswa baru yang akan melanjutkan pendidikan di Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), maupun Madrasah Aliyah (MA) diminta tidak berkecil hati atau merasa iri dengan adanya program seragam gratis di sekolah lain karena kualitas pendidikan dan peluang meraih masa depan yang baik tidak ditentukan oleh ada atau tidaknya bantuan seragam, melainkan oleh kesungguhan dalam belajar, kedisiplinan dan semangat untuk terus berkembang.

“Madrasah maupun sekolah umum memiliki tujuan yang sama, yaitu mencetak generasi yang berilmu dan berakhlak. Karena itu, saya mengajak para siswa untuk tetap semangat belajar dan memperbanyak rasa syukur,” tutup Ariyadi.

Kendati program seragam gratis belum menjangkau madrasah, semangat belajar para siswa tetap menjadi modal utama dalam meraih cita-cita. Dukungan keluarga, sekolah, dan pemerintah diharapkan terus berjalan beriringan demi mewujudkan pendidikan yang berkualitas bagi seluruh anak di Kukar.

Editor: Aspian Nur

Seragam Gratis Belum Berlaku di Madrasah, Kemenag Kukar Minta Orangtua dan Siswa Tetap Optimistis

Jumat, 12/06/2026

Ilustrasi pembagian seragam gratis. (Foto: AI)

Share

Berita Terkait