Jumat, 12/06/2026
Jumat, 12/06/2026
Siswa SR ketika mengikuti kegiatan MPLS pada 2025 lalu. (Foto: Ayu/Korankaltim.com)
Jumat, 12/06/2026

Siswa SR ketika mengikuti kegiatan MPLS pada 2025 lalu. (Foto: Ayu/Korankaltim.com)
Penulis: Ayu Norwahliyah
KORANKALTIM.COM, SAMARINDA — Proses penjaringan calon peserta didik Sekolah Rakyat (SR) tahun ajaran 2026/2027 di Kota Samarinda memasuki tahap akhir.
Tenaga pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) telah melakukan penjangkauan langsung kepada keluarga sasaran untuk memastikan pemenuhan kuota siswa. Berbeda dengan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) yang berlangsung melalui mekanisme pendaftaran, rekrutmen SR dilakukan melalui metode penjangkauan.
Kementerian Sosial (Kemensos) terlebih dahulu menyiapkan daftar calon siswa berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), kemudian pendamping PKH mendatangi langsung calon peserta didik yang masuk kriteria penerima program.
Kepala Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat (Dinsos PM) Kota Samarinda Mochammad Arif Surochman mengatakan, sasaran utama program tersebut adalah anak-anak dari keluarga kategori Desil 1 dan Desil 2. “Proses penjangkauan ini sudah berjalan sejak 1 Mei,” kata Arif kepada Korankaltim.com Jumat (12/6/2026) hari ini.
Kalau tahun lalu mereka masih terlibat dalam proses rekrutmen secara langsung, maka kini kewenangan tersebut sepenuhnya berada di tangan pendamping PKH sesuai arahan Kemensos.
“Sekarang kewenangan itu ada pada pendamping PKH. Dinsos PM hanya membantu koordinasi di lapangan,” jelas Arif.
Setelah data calon siswa diterima dari Kemensos, pendamping PKH bersama pilar sosial melakukan verifikasi langsung ke lapangan. Tahap awal yang dipastikan ialah kesediaan calon peserta didik beserta keluarganya untuk mengikuti program SR.
“Kami memberikan edukasi dan menjelaskan apa itu program SR. Jika mereka bersedia, maka datanya akan diinput ke aplikasi yang sudah disiapkan,” sebutnya.
Selain perubahan pola rekrutmen, tahun ini juga terjadi penyesuaian struktur SR di Kota Tepian. Berdasarkan kebijakan terbaru, tiga lembaga yang sebelumnya ada kini digabung menjadi satu sekolah.
Sebelumnya, terdapat Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 57 Samarinda di Jalan Untung Suropati, Kecamatan Sungai Kunjang, SRT 58 di Jalan Ery Suparjan, Kecamatan Samarinda Utara, dan SRT 24 di Jalan Cipto Mangunkusumo, Kecamatan Samarinda Seberang.
“Tahun ini ditransformasikan menjadi satu yaitu SR 48 yang nantinya ditempatkan di Palaran,” ungkapnya.
SR 48 disiapkan untuk menampung 210 peserta didik, terdiri atas 60 siswa jenjang SD, 60 siswa SMP, dan 90 siswa SMA. Hingga pertengahan Juni, proses penjangkauan disebut berjalan sesuai target. Kuota peserta didik yang dialokasikan untuk Samarinda pun hampir terpenuhi.
“Saat ini teman-teman masih melakukan tabulasi data hasil penjangkauan yang sudah mendekati selesai,” papar Arif.
Meski jadwal penetapan peserta didik masih menunggu arahan resmi dari Kemensos, Arif optimis proses rekrutmen tahun ini berjalan lebih lancar dibandingkan tahun sebelumnya.
Selain karena waktu penjangkauan lebih panjang, berbagai evaluasi dari pelaksanaan tahun lalu juga telah diterapkan. “Kalau ada kendala, kami akan berkoordinasi dan meminta arahan langsung dari Kemensos,” tutup Arif.
Editor: Aspian Nur
Jumat, 12/06/2026
Siswa SR ketika mengikuti kegiatan MPLS pada 2025 lalu. (Foto: Ayu/Korankaltim.com)
TERPOPULER