Senin, 01/06/2026

Brosur Ditulis di Kardus Bekas, Dugaan Modus Loker Fiktif Resahkan Warga Tenggarong

Senin, 01/06/2026

Dokumen kardus yang digunakan terduga pelaku saat menawarkan lowongan kerja. (Foto: Dok.Fahryan Nur Rizky)

Share
Join Grup Telegram Koran Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/+SsC4jer3I5syZWU1 atau klik tombol dibawah ini.

Grup Telegram Koran Kaltim

kemudian join. Anda harus instal aplikasi Telegram terlebih dahulu di ponsel.

Berita Terkait

Brosur Ditulis di Kardus Bekas, Dugaan Modus Loker Fiktif Resahkan Warga Tenggarong

Senin, 01/06/2026

logo

Dokumen kardus yang digunakan terduga pelaku saat menawarkan lowongan kerja. (Foto: Dok.Fahryan Nur Rizky)

Penulis: Muhammad Anshori

KORANKALTIM.COM, TENGGARONG – Dugaan praktik penipuan berkedok lowongan kerja mulai meresahkan warga di Kecamatan Tenggarong, Kabupaten Kutai Kertanegara (Kukar). 

Informasi tersebut diungkapkan oleh Fahryan Nur Rizky, pemilik usaha kuliner Nasi Cokot Etam, melalui akun media sosial pribadinya.

Fahryan menceritakan pengalamannya saat didatangi seorang pria yang dinilainya memiliki gerak-gerik mencurigakan. Menurut dia, pria tersebut menawarkan lowongan kerja sebagai karyawan di sebuah outlet bernama Bakso Prasmanan Malaikat Subuh Tenggarong Dotcom.

Pria itu mengklaim outlet tersebut berlokasi di samping gerai Mie Gacoan di Kecamatan Tenggarong. Ia juga menjanjikan gaji sebesar Rp4 juta hingga Rp5 juta per bulan serta mengaku sedang mencari 10 orang pekerja.

“Saya langsung merasa janggal. Setahu saya di samping Gacoan itu adanya outlet Ricis (Richeese) dan lain-lain, tidak ada outlet bakso di sana,” ujar Fahryan kepada media, Senin (1/6/2026).

Kecurigaan Fahryan semakin menguat ketika pria tersebut memaksa salah satu pembeli di lapaknya untuk memotret sebuah kardus bekas. Kardus itu ditulis manual menggunakan pulpen dan diklaim sebagai brosur resmi lowongan kerja.

“Kalau memang itu merek bakso besar, masa bikin brosur saja tidak modal. Zaman sekarang cari karyawan sudah pakai media sosial, ini kenapa pakai kardus ditulis pulpen. Saya curiga ini modus penipuan via telepon atau bahkan upaya hipnotis,” ujarnya.

Melihat situasi itu, Fahryan berinisiatif memotret dokumen kardus serta wajah pria tersebut secara diam-diam. Foto-foto ini rencananya akan diteruskan ke sosmed sebagai imbauan untuk UMKM lainnya agar tidak mudah tertipu serta pihak kepolisian agar dapat segera ditindaklanjuti.

Kata dia, berdasarkan informasi dari pedagang nasi goreng di sebelah lapak Nasi Cokot Etam, pria mencurigakan tersebut ternyata sudah tiga hari menumpang tidur di masjid setempat. “Kalau malam hari, dia itu sering terlihat mondar-mandir di sepanjang Jalan Pesut,” ungkapnya.

Fahryan menegaskan, aksi saling jaga ini dilakukan bukan untuk menuduh tanpa dasar. Langkah ini murni demi keselamatan warga khususnya UMKM di Tenggarong terutama para pedagang yang sering berjualan sendirian.

Dirinya berharap pihak kepolisian dapat segera menyelidiki motif pria tersebut agar tidak ada warga yang menjadi korban kerugian materi maupun tindakan kriminal lainnya.


Editor: Erwin

Brosur Ditulis di Kardus Bekas, Dugaan Modus Loker Fiktif Resahkan Warga Tenggarong

Senin, 01/06/2026

Dokumen kardus yang digunakan terduga pelaku saat menawarkan lowongan kerja. (Foto: Dok.Fahryan Nur Rizky)

Share

Berita Terkait