Rabu, 02/09/2026

Kemarau Ganggu Distribusi BBM ke Mahulu, Pertalite di SPBU di Ujoh Bilang Dibatasi, Polisi Terus Mengawasi

Rabu, 02/09/2026

Warga mengantre untuk mendapatkan Pertalite di SPBU Ujoh Bilang, Kabupaten Mahakam Ulu. Penjualan Pertalite dibatasi menyusul keterbatasan stok BBM akibat terganggunya distribusi selama kondisi kemarau. (Foto: Julika/Korankaltim.com)

Share
Join Grup Telegram Koran Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/+SsC4jer3I5syZWU1 atau klik tombol dibawah ini.

Grup Telegram Koran Kaltim

kemudian join. Anda harus instal aplikasi Telegram terlebih dahulu di ponsel.

Berita Terkait

Kemarau Ganggu Distribusi BBM ke Mahulu, Pertalite di SPBU di Ujoh Bilang Dibatasi, Polisi Terus Mengawasi

Rabu, 02/09/2026

logo

Warga mengantre untuk mendapatkan Pertalite di SPBU Ujoh Bilang, Kabupaten Mahakam Ulu. Penjualan Pertalite dibatasi menyusul keterbatasan stok BBM akibat terganggunya distribusi selama kondisi kemarau. (Foto: Julika/Korankaltim.com)

Penulis: Julika Hengin

KORANKALTIM.COM, UJOH BILANG - Penjualan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Ujoh Bilang, Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu) harus dibatasi menyusul keterbatasan stok BBM akibat kondisi kemarau.

Pembatasan dilakukan untuk memastikan pasokan yang tersedia dapat dibagi secara lebih merata kepada masyarakat di tengah terganggunya distribusi BBM menuju Mahulu.

Untuk kendaraan roda empat, pembelian Pertalite dibatasi maksimal Rp300 Ribu per kendaraan. Sementara kendaraan roda dua hanya diperbolehkan membeli Pertalite maksimal Rp100 Ribu dalam sekali pengisian.

Kapolsek Long Bagun Ipda Rudi Hardianto mengatakan distribusi BBM menuju Mahulu saat ini harus melalui beberapa tahapan akibat kondisi Sungai Mahakam yang mengalami pendangkalan. ‎

“Kapal pengangkut BBM menuju Mahakam Ulu hanya sampai di Bohoq, Kecamatan Melak. Setelah itu, pengangkutannya dilakukan secara bertahap melalui jalur darat,” kata Rudi kepada Korankaltim.com Rabu (2/9/2026).

Pengiriman melalui jalur darat saat ini dilakukan dengan kapasitas sekitar lima ton BBM setiap hari. Pola distribusi tersebut disesuaikan dengan kondisi jalur transportasi dan kemampuan angkutan untuk membawa BBM menuju Mahulu.

“Penjualan dibatasi untuk semua jenis kendaraan, agar dapat terbagi merata untuk masyarakat setempat. Hal ini dilakukan karena distribusi BBM terkendala pendangkalan Sungai Mahakam,” ujarnya.

Keterbatasan kapasitas pengiriman tersebut membuat stok BBM di SPBU Ujoh Bilang harus dikelola secara hati-hati. Pembatasan pembelian menjadi salah satu langkah untuk menjaga pasokan yang tersedia tidak cepat habis sekaligus memberikan kesempatan kepada masyarakat lainnya untuk mendapatkan BBM.

Kondisi tersebut terjadi ketika kemarau membuat debit Sungai Mahakam menurun. Jalur sungai yang selama ini menjadi bagian penting dalam distribusi logistik ke Mahulu tidak dapat dilalui kapal pengangkut BBM seperti dalam kondisi normal.

Kepolisian bersama pihak terkait akan terus memantau distribusi dan penjualan BBM selama kondisi kemarau berlangsung. ‎Pengawasan dilakukan untuk memastikan penyaluran BBM berjalan sesuai ketentuan dan kebutuhan masyarakat tetap menjadi prioritas hingga distribusi kembali normal.

Editor: Aspian Nur

Kemarau Ganggu Distribusi BBM ke Mahulu, Pertalite di SPBU di Ujoh Bilang Dibatasi, Polisi Terus Mengawasi

Rabu, 02/09/2026

Warga mengantre untuk mendapatkan Pertalite di SPBU Ujoh Bilang, Kabupaten Mahakam Ulu. Penjualan Pertalite dibatasi menyusul keterbatasan stok BBM akibat terganggunya distribusi selama kondisi kemarau. (Foto: Julika/Korankaltim.com)

Share

Berita Terkait