Selasa, 01/09/2026
Selasa, 01/09/2026
Bantuan pangan sekitar 9 ton tiba di Kecamatan Long Apari, Mahulu, di tengah kondisi Sungai Mahakam yang terus menyusut dan berpotensi mengganggu distribusi kebutuhan pokok. (Foto: Julika/Korankaltim.com)
Selasa, 01/09/2026

Bantuan pangan sekitar 9 ton tiba di Kecamatan Long Apari, Mahulu, di tengah kondisi Sungai Mahakam yang terus menyusut dan berpotensi mengganggu distribusi kebutuhan pokok. (Foto: Julika/Korankaltim.com)
Penulis: Julika Hengin
KORANKALTIM.COM, UJOH BILANG - Sekitar 9 ton bantuan pangan sudah tiba di Kecamatan Long Apari, Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu) beberapa waktu lalu untuk membantu masyarakat di tengah kondisi Sungai Mahakam yang terus mengalami penyusutan debit.
Bantuan tersebut merupakan bagian dari dukungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur yang disalurkan melalui Pemerintah Kabupaten Mahulu yang diharapkan dapat meringankan beban masyarakat, terutama ketika distribusi kebutuhan pokok mulai menghadapi kendala akibat kondisi kemarau.
Wakil Bupati Mahulu Suhuk menjelaskan, bantuan pangan sudah dibawa dan disalurkan ke wilayah Long Apari melalui Kampung Tiong Ohang.
“Total jumlah bantuan sekitar 9 ton tapi belum bisa dipastikan lagi karena memang terbatas kendaraan,” kata Suhuk saat dikonfirmasi Selasa (1/9/2026).
Penyaluran bantuan tersebut menjadi penting karena debit Sungai Mahakam terus menyusut. Kondisi tersebut dikhawatirkan semakin menyulitkan distribusi pangan menuju wilayah Kecamatan Long Apari.
“Air terus menyusut. Mungkin akses untuk distribusi pangan pun akan terkendala. Harapan kami bisa meringankan beban masyarakat di Kecamatan Long Apari,” papar Suhuk.
Keterbatasan kendaraan menjadi satu kendala dalam membawa bantuan menuju wilayah tersebut. Kondisi itu juga dipengaruhi kelangkaan BBM yang sempat terjadi di Mahulu.
“Ada beberapa OPD yang sempat mundurkan diri, bukan karena disengaja. Karena BBM kemarin yang agak langka, akhirnya kita angkut yang bisa diangkut dulu,” sebutnya.
Meski bantuan sekitar 9 ton telah tiba Suhuk menegaskan penyaluran tersebut bukan yang terakhir. Pemkab Mahulu masih mempersiapkan bantuan berikutnya untuk masyarakat yang terdampak kondisi kemarau.
“Mudah-mudahan ke depannya setelah ada nanti, karena ini bukan yang terakhir. Ini masih terus berlanjut. Masih ada beberapa bantuan,” harap Suhuk.
Selain bantuan dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, Pemkab Mahulu juga telah mempersiapkan penerimaan bantuan dari pemerintah pusat. Asisten I Setkab Mahulu untuk menerima bantuan dari pemerintah pusat yang jumlahnya sekitar 25 truk.
"Saya sudah perintahkan ke Asisten I untuk menerima bantuan juga dari pemerintah pusat. Itu sekitar 25 truk kemarin yang hadir,” paparnya.
Pemkab Mahulu juga memanfaatkan perjalanan menuju Long Apari untuk meninjau kondisi akses jalan. Sejumlah ruas yang sebelumnya mengalami kerusakan disebut telah mendapat penanganan dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.
“Puji Tuhan dari pihak Provinsi Kalimantan Timur sudah membantu sehingga beberapa ruas jalan yang kemarin titiknya rusak sudah sedikit terbenahi, walaupun masih kurang,” ucap Suhuk.
Suhuk berharap dukungan pemerintah provinsi terhadap akses jalan menuju wilayah pedalaman dan perbatasan dapat terus dilakukan. Menurutnya, keberadaan akses darat yang memadai dapat menjadi alternatif distribusi ketika jalur sungai semakin sulit dilalui akibat kemarau.
“Harapan kita ke depan tetap konsisten dari pihak Provinsi Kaltim untuk membantu supaya nanti pada saat Mahulu terjadi kondisi kemarau seperti ini, boleh memakai akses jalan kita,” tutup Suhuk.
Editor: Aspian Nur
Selasa, 01/09/2026
Bantuan pangan sekitar 9 ton tiba di Kecamatan Long Apari, Mahulu, di tengah kondisi Sungai Mahakam yang terus menyusut dan berpotensi mengganggu distribusi kebutuhan pokok. (Foto: Julika/Korankaltim.com)
TERPOPULER