Selasa, 01/09/2026

Kabut Asap Belum Reda, Sampai 5 September Tak Ada Penerbangan di Bandara Melalan Kubar

Selasa, 01/09/2026

Kabut asap membuat penerbangan dibatalkan di Bandara Melalan, Melak, Kutai Barat. (Foto: Adi/Korankaltim.com)

Share
Join Grup Telegram Koran Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/+SsC4jer3I5syZWU1 atau klik tombol dibawah ini.

Grup Telegram Koran Kaltim

kemudian join. Anda harus instal aplikasi Telegram terlebih dahulu di ponsel.

Berita Terkait

Kabut Asap Belum Reda, Sampai 5 September Tak Ada Penerbangan di Bandara Melalan Kubar

Selasa, 01/09/2026

logo

Kabut asap membuat penerbangan dibatalkan di Bandara Melalan, Melak, Kutai Barat. (Foto: Adi/Korankaltim.com)

Penulis: Kusmas Riadi

KORANKALTIM.COM, SENDAWAR - Gangguan penerbangan di Bandara Melalan, Melak, Kutai Barat (Kubar), berlanjut hingga awal September. Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan membuat penerbangan di bandara tersebut kembali dibatalkan, dengan penghentian operasional penerbangan dijadwalkan berlangsung hingga 5 September. Kondisi tersebut merupakan kelanjutan dari pembatalan penerbangan yang terjadi sejak Jumat (28/8/2026) pekan lalu. 

Kepala Kantor UPBU Kelas III Melalan, Melak, Bernard Repelita Purba mengatakan, kondisi jarak pandang di Bandara Melalan pada Selasa (1/9/2026) kembali memburuk dan hanya mencapai sekitar 3 kilometer.

“Untuk hari ini jarak pandang sekitar 3 kilometer. Kondisinya masih belum memungkinkan untuk penerbangan karena minimal jarak pandang yang dibutuhkan 5 kilometer,” ujar Bernard kepada Korankaltim.com

Jarak pandang menjadi salah satu pertimbangan utama dalam menentukan operasional penerbangan. Ketika visibilitas berada di bawah batas yang dipersyaratkan, penerbangan tidak dapat dipaksakan karena menyangkut keselamatan.

Kondisi tersebut membuat pembatalan penerbangan diperpanjang hingga 5 September. Penerbangan perintis rute Datah Dawai–Melalan–Datah Dawai dijadwalkan tidak beroperasi selama periode tersebut.

Hal serupa berlaku bagi penerbangan Wings Air pada rute Balikpapan–Melalan–Balikpapan serta Samarinda–Melalan–Samarinda. Pembatalan dilakukan karena kabut asap menyebabkan jarak pandang di sekitar bandara terbatas.

Ditengah gangguan penerbangan tersebut, kualitas udara di wilayah Sendawar juga berada pada kondisi buruk. Pemantauan Korankaltim.com pukul 13.00 WITA mencatat ISPU berada di angka 353 atau masuk kategori berbahaya, dengan PM2.5 menjadi parameter kritis. Konsentrasi PM10 tercatat mencapai 232.

Kondisi kualitas udara tersebut turut menggambarkan dampak kabut asap yang masih menyelimuti wilayah Kubar. Sementara bagi penerbangan, keterbatasan jarak pandang menjadi persoalan utama karena berkaitan langsung dengan keselamatan saat pesawat melakukan lepas landas maupun pendaratan.

Dampak gangguan penerbangan juga dirasakan maskapai. Station Manager Wings Air GHS, Andi Muh Dhevara, membenarkan pembatalan penerbangan hingga 5 September. Menurutnya, keputusan tersebut berkaitan dengan kondisi kabut asap yang menyebabkan jarak pandang di sekitar Bandara Melalan belum memenuhi persyaratan penerbangan.

Kondisi tersebut membuat penerbangan tidak dapat dipaksakan karena aspek keselamatan menjadi pertimbangan utama. Selama jarak pandang belum memungkinkan, operasional penerbangan harus dihentikan untuk menghindari risiko terhadap pesawat maupun penumpang.

Selain berdampak pada operasional, kondisi tersebut juga mulai memengaruhi minat masyarakat untuk melakukan perjalanan menggunakan pesawat. Andi mengatakan, pemesanan tiket Wings Air mengalami penurunan karena informasi mengenai kabut asap dan gangguan penerbangan semakin diketahui masyarakat.

Calon penumpang kini cenderung menunda pembelian tiket dan menunggu kondisi kembali normal sebelum memastikan rencana perjalanan mereka.

“Informasi mengenai kondisi ini sudah diketahui banyak orang. Mungkin karena itu masyarakat memilih menunda pembelian tiket dan menunggu situasi kembali memungkinkan untuk melakukan penerbangan,” ujar Andi.

Gangguan penerbangan tersebut tidak hanya membatasi mobilitas masyarakat yang menggunakan jalur udara, tetapi juga berdampak pada aktivitas maskapai dan rencana perjalanan calon penumpang. Kepastian penerbangan selanjutnya masih bergantung pada perkembangan kabut asap dan kondisi jarak pandang di Bandara Melalan.

Editor: Aspian Nur

Kabut Asap Belum Reda, Sampai 5 September Tak Ada Penerbangan di Bandara Melalan Kubar

Selasa, 01/09/2026

Kabut asap membuat penerbangan dibatalkan di Bandara Melalan, Melak, Kutai Barat. (Foto: Adi/Korankaltim.com)

Share

Berita Terkait