Minggu, 30/08/2026

ISPU di Kubar Tembus Level Berbahaya, Warga Mulai Alami Gangguan Pernapasan

Minggu, 30/08/2026

Kabut asap menyelimuti kawasan Kecamatan Sekolaq Darat, Kubar. (Foto: Adi/Korankaltim.com)

Share
Join Grup Telegram Koran Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/+SsC4jer3I5syZWU1 atau klik tombol dibawah ini.

Grup Telegram Koran Kaltim

kemudian join. Anda harus instal aplikasi Telegram terlebih dahulu di ponsel.

ISPU di Kubar Tembus Level Berbahaya, Warga Mulai Alami Gangguan Pernapasan

Minggu, 30/08/2026

logo

Kabut asap menyelimuti kawasan Kecamatan Sekolaq Darat, Kubar. (Foto: Adi/Korankaltim.com)

Penulis: Kusmas Riadi

KORANKALTIM.COM, SENDAWAR - Kabut asap yang menyelimuti sejumlah wilayah Kutai Barat (Kubar) semakin mengkhawatirkan. Kualitas udara di kawasan Sendawar memburuk hingga masuk kategori berbahaya, dengan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) mencapai 384 pada Minggu (30/8/2026) pukul 08.00 Wita.

Parameter Particulate Matter (PM) 2,5 menjadi penyumbang utama dengan indeks 384. Sementara itu, PM10 juga berada pada level tinggi dengan indeks mencapai 369.

Memburuknya kualitas udara terjadi dalam waktu kurang dari 24 jam. Pada Sabtu (29/8/2026) pagi, ISPU masih berada di angka 134 atau kategori tidak sehat.

Memasuki sore hari, indeks meningkat menjadi 219 atau kategori sangat tidak sehat. Kondisi semakin memburuk pada malam hari setelah ISPU menembus angka 309 yang masuk kategori berbahaya.

Hingga Minggu pagi, ISPU kembali naik menjadi 367 sebelum mencapai 384 pada pemantauan pukul 08.00 Wita.

Kondisi tersebut mulai dirasakan masyarakat, terutama warga yang tinggal di kawasan permukiman. Kabut asap membuat jarak pandang menurun dan mendorong warga membatasi aktivitas di luar rumah.

Mayca, warga Sekolaq Darat, mengatakan kondisi udara pada Minggu pagi jauh lebih buruk dibandingkan hari-hari sebelumnya. Ia memperkirakan jarak pandang di sekitar permukimannya kini hanya sekitar satu kilometer.

“Sekarang kondisinya sudah jauh berbeda dibanding hari-hari sebelumnya. Jarak pandang saya perkirakan sekitar satu kilometer. Anak juga saya larang bermain di luar karena khawatir dengan asap,” ujar Mayca kepada korankaltim.com.

Menurut Mayca, kabut asap juga sudah terasa hingga ke dalam rumah. Ketika pintu maupun jendela dibuka, aroma pembakaran terasa menyengat di hidung. Debu sisa daun terbakar pun terlihat di lantai teras rumah.

“Walaupun di dalam rumah, asap masih terasa menyengat di hidung. Mata juga terasa sedikit perih dan bau asap pembakaran terasa,” ujarnya.

Ia mengatakan beberapa anggota keluarganya mulai mengalami gangguan pernapasan hingga batuk-batuk. Kekhawatiran bertambah karena terdapat bayi di dalam rumah, sehingga ia berupaya mengurangi paparan asap terhadap keluarganya dan lebih memperhatikan kondisi bayi.

Keluhan serupa disampaikan Dwi, warga Kampung Sumber Sari. Menurutnya, kabut asap mulai masuk ke rumah dan meninggalkan aroma pembakaran yang cukup kuat.

“Dampak kabut asap mulai terasa sampai masuk ke dalam rumah. Mata terasa perih dan aroma asap juga terasa,” kata Dwi.

Untuk mengurangi asap yang masuk ke ruangan, Dwi memilih menutup ventilasi udara di kamar. Langkah itu dilakukan agar udara dari luar yang membawa asap tidak terlalu banyak masuk ke dalam rumah.

Kondisi udara dengan konsentrasi partikulat tinggi dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan, terutama pada saluran pernapasan. Paparan asap dapat memicu iritasi mata dan tenggorokan, batuk hingga memperburuk gangguan pernapasan, khususnya bagi kelompok rentan.

Dengan ISPU yang telah masuk kategori berbahaya, aktivitas masyarakat di luar ruangan perlu dibatasi. Kondisi ini menjadi perhatian di tengah penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih berlangsung di sejumlah wilayah Kubar.

Editor: Erwin

ISPU di Kubar Tembus Level Berbahaya, Warga Mulai Alami Gangguan Pernapasan

Minggu, 30/08/2026

Kabut asap menyelimuti kawasan Kecamatan Sekolaq Darat, Kubar. (Foto: Adi/Korankaltim.com)

Share

Berita Terkait