Selasa, 25/08/2026

Hotspot Kaltim Tembus 13.544 Titik Sepanjang Agustus, Naik 38,3 Persen

Selasa, 25/08/2026

Ketua Bidang Data dan Informasi BMKG Balikpapan, Huda Absor Muhsinin menunjukkan sebaran titik panas di Kaltim. (Foto: Januar/Korankaltim.com)

Share
Join Grup Telegram Koran Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/+SsC4jer3I5syZWU1 atau klik tombol dibawah ini.

Grup Telegram Koran Kaltim

kemudian join. Anda harus instal aplikasi Telegram terlebih dahulu di ponsel.

Hotspot Kaltim Tembus 13.544 Titik Sepanjang Agustus, Naik 38,3 Persen

Selasa, 25/08/2026

logo

Ketua Bidang Data dan Informasi BMKG Balikpapan, Huda Absor Muhsinin menunjukkan sebaran titik panas di Kaltim. (Foto: Januar/Korankaltim.com)

Penulis: Muhammad Solih Januar

KORANKALTIM.COM, BALIKPAPAN - Jumlah titik panas atau hotspot di Kalimantan Timur (Kaltim) sepanjang Agustus 2026 telah mencapai 13.544 titik.

Hal ini diungkap Ketua Bidang Data dan Informasi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Balikpapan, Huda Absor Muhsinin. Menurutnya, jumlah titik panas yang ada tersebut meningkat hingga 38,3 persen bila dibandingkan dengan fenomena El Nino tahun 2015 silam.

“Peningkatan ini bahkan memecahkan rekor fenomena serupa sebagai yang terkuat dalam kurun waktu 30 tahun terakhir,” tegasnya, Selasa (25/8/2026).

Bila dirincikan, sepanjang Agustus tahun 2015 lalu ada 9.793 titik panas, sedangkan pada Agustus 2026 yang tercatat pada 24 Agustus jumlah titik panas sudah mencapai 13.544 titik panas. 

“Artinya di bulan Agustus ini bisa lebih tinggi lagi, karna masih menyisakan satu pekan lagi,” katanya.

Dari belasan ribu titik panas tersebut, Kabupaten Berau, Kutai Timur, dan Kutai Kartanegara menjadi yang tertinggi. Potensi penambahan titik panas juga masih terbuka lebar, sebab, wilayah ini belum memasuki puncak El Nino yang diproyeksikan baru terjadi sekitar bulan September dan Oktober mendatang. 

Huda memperkirakan fenomena El Nino yang kuat ini masih akan berlangsung hingga awal tahun depan. 

“Intensitasnya diprediksi mulai menurun pada Desember, Januari, hingga Februari sehingga dampaknya tidak semasif saat puncak musim kemarau,” ujarnya.

Meski demikian, Huda meluruskan bahwa kemunculan hotspot tidak selalu berarti adanya kejadian kebakaran. Dalam citra satelit, hotspot mendeteksi perbedaan suhu signifikan terhadap lingkungan sekitar yang bisa bersumber dari kebakaran, aktivitas batu bara, hingga pantulan panas dari atap bangunan.

Editor: Erwin

Hotspot Kaltim Tembus 13.544 Titik Sepanjang Agustus, Naik 38,3 Persen

Selasa, 25/08/2026

Ketua Bidang Data dan Informasi BMKG Balikpapan, Huda Absor Muhsinin menunjukkan sebaran titik panas di Kaltim. (Foto: Januar/Korankaltim.com)

Share

Berita Terkait