“Persisnya enggak tahu aku,” ujar Ardi saat ditemui di lokasi. Menurut Ardi, rumah tersebut merupakan tempat tinggal penjaga sekolah. Saat kebakaran terjadi, penjaga sekolah diketahui berada di lokasi. “Iya, itu rumah penjaga sekolah. Ada penghuninya,” katanya.
Sementara itu, kantin yang berada di sekitar lokasi dalam kondisi sudah tutup ketika kebakaran terjadi. Aktivitas sekolah juga telah berakhir sehingga para siswa sudah meninggalkan sekolah. “Kantin pas tutup. Sudah pulang,” tutur Ardi. Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Samarinda, Hendra AH mengatakan, pihaknya menerima laporan kebakaran sekitar pukul 16.50 WITA. Petugas kemudian bergerak menuju lokasi untuk melakukan pemadaman.
“Yang terbakar rumah penjaga sekolah dan kantin. Ada terdampak sedikit,” kata Hendra. Berdasarkan pendataan petugas, kebakaran melanda satu rumah penjaga sekolah dan dua bangunan kantin. Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 17.40 WITA atau setelah penanganan berlangsung kurang lebih 50 menit. Hendra menjelaskan, satu posko dikerahkan dalam penanganan tersebut. Sebanyak tiga unit mobil pemadam kebakaran diturunkan dengan dukungan para relawan.
“Posko satu saja, tapi kami turunkan tiga fire truck dibantu relawan,” jelasnya. Menurutnta, proses pemadaman tidak menghadapi kendala berarti. Akses menuju Jalan Arjuna cukup memadai untuk mobil pemadam, meski jalan masuk menuju area sekolah sedikit sempit. “Alhamdulillah di Jalan Arjuna ini akses lumayan, cuma masuk ke dalam sekolah agak sempit sedikit. Tapi alhamdulillah sekolah tidak kena dampak,” ujarnya. Dalam kejadian tersebut, PMI juga memberikan penanganan kepada sejumlah orang.
Seorang siswa dilaporkan mengalami gigitan anjing, seorang guru mengalami sesak napas, dan seorang warga mengalami luka bakar pada tangan.
Hendra mengatakan penyebab kebakaran belum diketahui. Petugas masih melakukan pendataan untuk memastikan sumber api dan penyebab kejadian tersebut. “Dugaan belum tahu, belum dapat diketahui,” pungkasnya.
Editor: Erwin
“Persisnya enggak tahu aku,” ujar Ardi saat ditemui di lokasi. Menurut Ardi, rumah tersebut merupakan tempat tinggal penjaga sekolah. Saat kebakaran terjadi, penjaga sekolah diketahui berada di lokasi. “Iya, itu rumah penjaga sekolah. Ada penghuninya,” katanya.
Sementara itu, kantin yang berada di sekitar lokasi dalam kondisi sudah tutup ketika kebakaran terjadi. Aktivitas sekolah juga telah berakhir sehingga para siswa sudah meninggalkan sekolah. “Kantin pas tutup. Sudah pulang,” tutur Ardi. Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Samarinda, Hendra AH mengatakan, pihaknya menerima laporan kebakaran sekitar pukul 16.50 WITA. Petugas kemudian bergerak menuju lokasi untuk melakukan pemadaman.
“Yang terbakar rumah penjaga sekolah dan kantin. Ada terdampak sedikit,” kata Hendra. Berdasarkan pendataan petugas, kebakaran melanda satu rumah penjaga sekolah dan dua bangunan kantin. Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 17.40 WITA atau setelah penanganan berlangsung kurang lebih 50 menit. Hendra menjelaskan, satu posko dikerahkan dalam penanganan tersebut. Sebanyak tiga unit mobil pemadam kebakaran diturunkan dengan dukungan para relawan.
“Posko satu saja, tapi kami turunkan tiga fire truck dibantu relawan,” jelasnya. Menurutnta, proses pemadaman tidak menghadapi kendala berarti. Akses menuju Jalan Arjuna cukup memadai untuk mobil pemadam, meski jalan masuk menuju area sekolah sedikit sempit. “Alhamdulillah di Jalan Arjuna ini akses lumayan, cuma masuk ke dalam sekolah agak sempit sedikit. Tapi alhamdulillah sekolah tidak kena dampak,” ujarnya. Dalam kejadian tersebut, PMI juga memberikan penanganan kepada sejumlah orang.
Seorang siswa dilaporkan mengalami gigitan anjing, seorang guru mengalami sesak napas, dan seorang warga mengalami luka bakar pada tangan.
Hendra mengatakan penyebab kebakaran belum diketahui. Petugas masih melakukan pendataan untuk memastikan sumber api dan penyebab kejadian tersebut. “Dugaan belum tahu, belum dapat diketahui,” pungkasnya.
Editor: Erwin