Pria berusia 42 tahun itu dikabarkan ikut menjadi korban yang meninggal dunia dalam musibah kebakaran tersebut dan kabar kematiannya beredar luas di media sosial.
Ketua RT 61 Ahyar pun menegaskan kalau kabar tersebut hoaks dan Hamri masih dalam perawatan di rumah sakit.
"Kabar di Whatsapp itu tidak benar, kami baru saja menghubungi pihak RSUD AM Parikesit Kecamatan Tenggarong Seberang dan memastikan Pak Hamri akan menjalani operasi," kata Ahyar, Rabu (14/10/2026).
Ada kekeliruan informasi yang meluas ditengah masyarakat karena yang meninggal dunia dalam musibah tersebut adalah dua orang anaknya yang terjebak di dalam rumah.
"Saya pastikan beliau selamat dan siang ini, sekitar jam 12.00 siang tadi mulai menjalani operasi penanganan luka bakar di rumah sakit," tegas Ahyar.
Saat kebakaran terjadi, material api dari atap rumah jatuh dan mengenai bagian punggung serta badan Hamri Noor, kondisi tersebut diperberat dengan riwayat penyakit stroke ringan yang diidapnya.
"Saat kejadian tadi malam korban ini sudah di larikan ke rumah sakit," ungkapnya.
Sementara itu, dua anak Hamri yang berusia tiga tahun dan tujuh tahun tak sempat menyelamatkan diri hingga akhirnya menghembuskan napas terakhir di lokasi kejadian.
Ahyar meminta masyarakat untuk menghentikan penyebaran berita tidak benar demi menjaga perasaan keluarga yang sedang diselimuti duka mendalam.
"Kami tegaskan masyarakat untuk tidak menyebarkan berita hoaks, jaga perasaan korban," ujar Ahyar.
Editor: Aspian Nur
Pria berusia 42 tahun itu dikabarkan ikut menjadi korban yang meninggal dunia dalam musibah kebakaran tersebut dan kabar kematiannya beredar luas di media sosial.
Ketua RT 61 Ahyar pun menegaskan kalau kabar tersebut hoaks dan Hamri masih dalam perawatan di rumah sakit.
"Kabar di Whatsapp itu tidak benar, kami baru saja menghubungi pihak RSUD AM Parikesit Kecamatan Tenggarong Seberang dan memastikan Pak Hamri akan menjalani operasi," kata Ahyar, Rabu (14/10/2026).
Ada kekeliruan informasi yang meluas ditengah masyarakat karena yang meninggal dunia dalam musibah tersebut adalah dua orang anaknya yang terjebak di dalam rumah.
"Saya pastikan beliau selamat dan siang ini, sekitar jam 12.00 siang tadi mulai menjalani operasi penanganan luka bakar di rumah sakit," tegas Ahyar.
Saat kebakaran terjadi, material api dari atap rumah jatuh dan mengenai bagian punggung serta badan Hamri Noor, kondisi tersebut diperberat dengan riwayat penyakit stroke ringan yang diidapnya.
"Saat kejadian tadi malam korban ini sudah di larikan ke rumah sakit," ungkapnya.
Sementara itu, dua anak Hamri yang berusia tiga tahun dan tujuh tahun tak sempat menyelamatkan diri hingga akhirnya menghembuskan napas terakhir di lokasi kejadian.
Ahyar meminta masyarakat untuk menghentikan penyebaran berita tidak benar demi menjaga perasaan keluarga yang sedang diselimuti duka mendalam.
"Kami tegaskan masyarakat untuk tidak menyebarkan berita hoaks, jaga perasaan korban," ujar Ahyar.
Editor: Aspian Nur