Langkah tanggap darurat ini difokuskan pada penanganan jangka pendek hingga jangka panjang di kawasan zona merah rawan kebakaran, salah satunya di wilayah Segitiga Danau Aji, Kelurahan Melayu.
Kepala Disdamkar Matan Kukar, Fida Hurasani, mengatakan, pihaknya telah memetakan kawasan-kawasan rawan kebakaran. Namun, dalam pelaksanaan di lapangan, petugas kerap menghadapi kendala teknis serta keterbatasan sarana prasarana penunjang seperti ketersediaan pasokan air saat pemadaman.
“Kinerja dan kwndala yang ada di lapangan kami sampaikan apa adanya sesuai data pendukung. Kami tidak mengeluh, tetapi menyampikan kondisi rill di lapangan saja. Untuk jangka pendek yang sangat kami butuhkan adalah penambahan tandon kapasitas besar serta pemasangan pilar-pilar hidran di titik strategis,” kata Fida Hurasani, Senin (12/10/2026).
Fida menjelaskan, untuk wilayah Segitiga Danau Aji, direncanakan pemasangan sekitar 13 titik tiang hidran. Pihak PDAM Tirta Mahakam menyambut baik rencana tersebut dan siap menyambungkan jaringan hidran langsung ke pipa induk agar mendapatkan tekanan air yang memadai.
“PDAM siap mendukung dari sisi jaringan teknis. Meskipun anggaran terbatas kami bersama lintas instansi terus berikhtiar mencari solusi, termasuk memanfaatkan potensi program CSR perusahaan,” ungkapnya.
Untuk jangka panjang, kata dia, Disdamkar Matan Kukar juga mengusulkan penataan ulang kawasan padat penduduk bersama Dinas Perkim, termasuk wacana pembangunan bunker penampungan air dan jaringan hidran yang terintegrasi di tengah pemukiman.
Sementara itu, Ketua Komisi IV DPRD Kukar, Andi Faisal, menegaskan komitmen legislatif untuk mendukung penuh kebutuhan mitigasi kebakaran yang diajukan Disdamkar Kukar.
Menurutnya, DPRD telah memfasilitasi pertemuan yang melibatkan Disdamkar, PDAM, Dinas Perkim, Dinsos, BPBD, camat, lurah, hingga pengurus RT.
Andi Faisal mengungkapkan, salah satu kendala utama yang kerap ditemui petugas di lapangan sebelumnya adalah minimnya pasokan air cepat serta dinamika penolakan dari sebagian warga terkait penempatan tandon air kapasitas 5.000 liter.
“Kemarin saat terjadi kebakaran hebat, amunisinya sempat kekurangan karena pengisian air lambat dan beberapa pipa tidak mengalir. Oleh karena itu, kita bersepakat dalam waktu dekat memfilter masalah ini. Sekitar 20 titik hidran dan penambahan tandon air akan kita dorong penempatannya di wilayah Danau Aji,” jelas Andi Faisal.
Untuk mendukung pengadaan sarana penunjang di luar APBD, DPRD mendorong partisipasi aktif dari BUMD seperti Perusda PT Mahakam Sejahtera/MKRM serta perbankan daerah (Bank BPD) melalui dana Corporate Social Responsibility (CSR). Pihak camat, lurah, dan ketua RT juga diminta masif mengedukasi masyarakat agar memberikan izin penempatan titik air dan akses pemadam.
Kata dia, selain penanganan jangka pendek di Danau Aji, DPRD Kukar mendorong strategi jangka panjang yang mencakup seluruh kawasan padat di Kukar, seperti Mangkurawang, Kartini, hingga Muara Muntai, Kota Bangun, Anggana, dan Muara Badak.
“Untuk jangka panjangnya, kami akan memperjuangkan dalam rapat Banggar agar ke depan tiap keluraha memiliki armada sekala kecil dengan kapasitas 1.500 hingga 3.000 liter serta kelengkapan pipa mandiri. Tujuannya agar ada respon cepat jika timbul titik api sekecil apa pun,” bebernya.
Ia juga meminta Dinas Perkim segera membuat kajian teknis terkait penataan kawasan dan pembuatan instalasi penampungan air di seluruh zona merah rawan kebakaran, agar dapat dialokasikan dalam anggaran mendatang.
“Musibah tidak pernah memberi tahu kapan akan datang. Karena itu, penanganan rawan kebakaran di 20 kecamatan di Kutai Kartanegara harus mendapat perhatian dan perlakuan yang seimbang,” tutupnya.
Editor: Erwin
Langkah tanggap darurat ini difokuskan pada penanganan jangka pendek hingga jangka panjang di kawasan zona merah rawan kebakaran, salah satunya di wilayah Segitiga Danau Aji, Kelurahan Melayu.
Kepala Disdamkar Matan Kukar, Fida Hurasani, mengatakan, pihaknya telah memetakan kawasan-kawasan rawan kebakaran. Namun, dalam pelaksanaan di lapangan, petugas kerap menghadapi kendala teknis serta keterbatasan sarana prasarana penunjang seperti ketersediaan pasokan air saat pemadaman.
“Kinerja dan kwndala yang ada di lapangan kami sampaikan apa adanya sesuai data pendukung. Kami tidak mengeluh, tetapi menyampikan kondisi rill di lapangan saja. Untuk jangka pendek yang sangat kami butuhkan adalah penambahan tandon kapasitas besar serta pemasangan pilar-pilar hidran di titik strategis,” kata Fida Hurasani, Senin (12/10/2026).
Fida menjelaskan, untuk wilayah Segitiga Danau Aji, direncanakan pemasangan sekitar 13 titik tiang hidran. Pihak PDAM Tirta Mahakam menyambut baik rencana tersebut dan siap menyambungkan jaringan hidran langsung ke pipa induk agar mendapatkan tekanan air yang memadai.
“PDAM siap mendukung dari sisi jaringan teknis. Meskipun anggaran terbatas kami bersama lintas instansi terus berikhtiar mencari solusi, termasuk memanfaatkan potensi program CSR perusahaan,” ungkapnya.
Untuk jangka panjang, kata dia, Disdamkar Matan Kukar juga mengusulkan penataan ulang kawasan padat penduduk bersama Dinas Perkim, termasuk wacana pembangunan bunker penampungan air dan jaringan hidran yang terintegrasi di tengah pemukiman.
Sementara itu, Ketua Komisi IV DPRD Kukar, Andi Faisal, menegaskan komitmen legislatif untuk mendukung penuh kebutuhan mitigasi kebakaran yang diajukan Disdamkar Kukar.
Menurutnya, DPRD telah memfasilitasi pertemuan yang melibatkan Disdamkar, PDAM, Dinas Perkim, Dinsos, BPBD, camat, lurah, hingga pengurus RT.
Andi Faisal mengungkapkan, salah satu kendala utama yang kerap ditemui petugas di lapangan sebelumnya adalah minimnya pasokan air cepat serta dinamika penolakan dari sebagian warga terkait penempatan tandon air kapasitas 5.000 liter.
“Kemarin saat terjadi kebakaran hebat, amunisinya sempat kekurangan karena pengisian air lambat dan beberapa pipa tidak mengalir. Oleh karena itu, kita bersepakat dalam waktu dekat memfilter masalah ini. Sekitar 20 titik hidran dan penambahan tandon air akan kita dorong penempatannya di wilayah Danau Aji,” jelas Andi Faisal.
Untuk mendukung pengadaan sarana penunjang di luar APBD, DPRD mendorong partisipasi aktif dari BUMD seperti Perusda PT Mahakam Sejahtera/MKRM serta perbankan daerah (Bank BPD) melalui dana Corporate Social Responsibility (CSR). Pihak camat, lurah, dan ketua RT juga diminta masif mengedukasi masyarakat agar memberikan izin penempatan titik air dan akses pemadam.
Kata dia, selain penanganan jangka pendek di Danau Aji, DPRD Kukar mendorong strategi jangka panjang yang mencakup seluruh kawasan padat di Kukar, seperti Mangkurawang, Kartini, hingga Muara Muntai, Kota Bangun, Anggana, dan Muara Badak.