Kebakaran terjadi sekitar pukul 16.40 WITA. Kobaran api dengan cepat merambat dan menghanguskan bangunan yang berada dalam satu kawasan RT, termasuk rumah Ketua RT setempat.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkar Matan) Kukar, Fida Hurasani, mengatakan petugas sempat kewalahan menghadapi kobaran api akibat embusan angin kencang dan minimnya suplai air di lokasi.
“Air tidak ada di sana, kita sedang kemarau, kemudian unit kita terbagi untuk memadamkan karhutla,” kata Fida.
Berdasarkan kesaksian tim pemadam yang tiba di gelombang pertama, titik api awalnya terpantau muncul dari bagian tengah salah satu rumah warga.
Petugas sebenarnya langsung menerapkan penyekatan untuk memutus api. Namun, keterbatasan suplai air di area tersebut menjadi hambatan.
Terlebih, armada tangki penyuplai berkapasitas 10.000 liter milik pos kota sedang dikerahkan untuk membantu pemadaman di Sangasanga dan pasca-insiden di Loleng, Kota Bangun.
“Kami memohon maaf yang sebesar-besarnya, kami sempat kehabisan air di lapangan dan sangat sulit mencari sumbernya,” ujarnya.
Ia mengungkapkan, dalam penanganan kebakaran ini, pihanya juga mendapatkan dukungan unit water cannon dari Polres Kukar juga turun langsung ke titik api disusul oleh armada pengangkut air dari PDAM yang ikut menyokong suplai pergerakan armada pemadam.
“Untuk pemadaman sekitar dua jam. Puluhan satuan relawan Balakar berdatangan dari Samarinda dan kecamatan tetangga seperti Loa Kulu untuk mempercepat proses isolasi api tadi,” sebut Fida.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa memilukan ini. Kendati demikian, penanganan medis darurat tetap berjalan intensif.
“Ada tiga orang warga dilarikan ke rumah sakit terdekat karena sesak napas akut dan syok berat saat melihat rumah mereka terbakar. Beberapa warga lansia juga sempat pingsan di lokasi kebakaran dan langsung diamankan oleh pihak keluarga ke area yang lebih aman,” tuturnya.
Setelah perjuangan keras, api berhasil dipadamkan sekitar dua jam setelah kejadian dan petugas kemudian melakukan pendinginan.
Lokasi kebakaran kemudian dipasangi garis polisi untuk kepentingan penyelidikan guna mengetahui penyebab kebakaran.
Editor: Erwin