Kapolsek Muara Kaman Iptu Herwin mengatakan, peristiwa ini pertama kali terendus oleh satelit TERRA milik NASA yang mendeteksi adanya kejanggalan berupa 10 titik panas kategori tinggi mencapai 88 persen dan 22 hotspot kategori medium di kawasan Puan Cepak pada Jumat (2/10/2026) pekan lalu. "Mendapat data pantauan dari aplikasi Lembuswana itu kami turun langsung ke lokasi pada Sabtu (3/10/2026) kemarin," kata Herwin kepada Korankaltim.com Senin (5/10/2026).
Untuk mencapai titik api, tim Polsek Muara Kaman harus menempuh perjalanan selama kurang lebih 100 menit melalui jalur sungai. Setibanya di lokasi, tim menemukan kepulan asap tebal masih keluar dari tanah rawa gambut yang mengering. "Didalam tanah itu masih ada sisa-siasa panas dan mengeluarkan asap tebal, lokasinya juga rawa gambut yang sudah kering akibat musim kemarau sejak beberapa bulan lalu," ungkapnya.
Proses pemadaman dan pendinginan total di lapangan menghadapi kendala yang cukup serius. Medan yang didominasi semak belukar rawa gambut menyulitkan pergerakan petugas. Kondisi ini diperparah oleh minimnya infrastruktur sumber air dimana titik air terdekat berjarak sekitar satu kilometer dari lokasi api. "Di lokasi itu sulit untuk mendapatkan air, karena posisinya di tengah dan jauh dari aliran sungai kecil," ujarnya.
Selain itu hilangnya sinyal komunikasi di area HGU tersebut semakin memperlambat koordinasi tim di lapangan. Guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, pihaknya kini terus melakukan pemantauan ketat di area rawa gambut sensitif tersebut. "Kami akan pantau terus lokasi itu untuk memastikan supaya tak ada aktivitas pembukaan lahan ilegal pasca kebakaran yang sengaja memanfaatkan situasi demi keuntungan pihak tertentu," tegasnya Herwin.
Polsek Muara Kaman juga mengeluarkan imbauan keras kepada korporasi maupun masyarakat sekitar agar tidak membuka lahan dengan cara membakar, tidak membuang puntung rokok sembarangan, serta menghindari pembakaran sampah yang berpotensi memicu bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang lebih luas.
Editor: Aspian Nur