Penulis: Muhammad Anshori
KORANKALTIM.COM, TENGGARONG – Pemadaman listrik di wilayah hulu Kutai Kartanegara (Kukar) memicu gangguan jaringan komunikasi.
2 menit baca9 kali dibaca

Penulis: Muhammad Anshori
KORANKALTIM.COM, TENGGARONG – Pemadaman listrik di wilayah hulu Kutai Kartanegara (Kukar) memicu gangguan jaringan komunikasi.
Pemadaman listrik sejak siang hari hingga malam menyulitkan komunikasi petugas dalam melakukan pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Tanjung Batuq Harapan, Kecamatan Muara Muntai.
Camat Muara Muntai, Mulyadi, mengatakan bahwa api bergerak cepat mendekati permukiman warga akibat tiupan angin kencang, tim kecamatan yang sedang memadamkan api di titik lain, seperti di Dusun Kelupa, Desa Kayu Batu, tidak dapat dihubungi oleh pemerintah kecamatan maupun relawan di Desa Tanjung Batu.
“Kalau PLN sudah mati, koordinasi lewat telepon hampir mustahil tembus. Apalagi posisi Desa Tanjung Batu ini cukup jauh ke dalam dan berbatasan langsung dengan Kutai Barat,” kata Mulyadi, Jumat (2/10/2026).
Kendala komunikasi ini sempat memicu kepanikan warga. Di tengah kepungan api dan asap tebal, masyarakat tidak mengetahui apakah bantuan armada pemadam dapat tembus ke lokasi.
“Masyarakat saat itu tidak lagi menunggu karena memang sinyal sulit bahkan tak ada. Mereka langsung bergotong royong memadamkan api dan dibantu beberapa orang relawan yang sudah stay di sana,” ungkapnya.
Selain masalah komunikasi akibat listrik padam, tim gabungan yang terdiri dari Pemerintah Kecamatan Muara Muntai, Polsek, Koramil, dan pihak swasta (PT JMS) harus berjibaku dengan kendala infrastruktur lainnya.
Jembatan perkampungan yang bermaterial kayu tidak mampu menahan beban truk pemadam besar, petugas terpaksa melakukan pemadaman dengan mengandalkan mobil tangki sawit yang dimodifikasi serta pemanfaatan air Sungai Mahakam.
Masyarakat Ulu Kukar berharap pihak terkait, khususnya PLN dan penyedia layanan telekomunikasi, dapat memberikan perhatian serius terhadap stabilitas daya di wilayah hulu. Keberadaan listrik dan sinyal yang stabil dinilai sangat krusial, bukan hanya untuk kebutuhan sehari-hari, tetapi sebagai instrumen keselamatan darurat saat bencana seperti karhutla terjadi.
“Untuk saat ini titik api masih ada, tetapi tidak seperti kemarin, yang menjadi permasalahan ini selain api adalah asap yang masih tebal,” pungkasnya.
Editor: Erwin

Kutai Kartanegara

Kutai Kartanegara



Kutai Kartanegara

43 kali dibaca

Pusat gempa berada di darat 2 km Barat Kolaka
02 Okt 2026, 18:34:10 WIB • Kedalaman 5 km
Gempa ini dirasakan untuk diteruskan pada masyarakat
Sumber: BMKG