Api muncul selepas salat Magrib ketika aktivitas belajar di sekolah telah berakhir. Lokasi kebakaran yang berada di sekitar 300 meter dari bangunan sekolah membuat pihak sekolah dan masyarakat ikut waspada terhadap kemungkinan meluasnya api.
Camat Kenohan Misri mengatakan kebakaran berhasil dipadamkan setelah petugas pemadam kebakaran (PMK) gabungan antar-kecamatan bersama masyarakat melakukan penanganan selama sekitar 2,5 jam.
“Kebakaran itu betul tepat di belakang SMA1 Kahala. Itu yang terbakar lahan sawit warga,” kata Misri, Kamis (1/10/2026).
Selain ancaman api, kata dia, dampak kabut asap juga menjadi ancaman kesehatan bagi para siswa maupun masyarakat sekitar.
“Sebelum api berhasil dipadamkan, wilayah Kahala ini sempat diselimuti asap pekat selama dua hari berturut-turut akibat kiriman dari wilayah tetangga seperti Muntai dan Bang Janggut, yang memangkas jarak pandang hingga tersisa satu kilometer saja,” ungkapnya.
Kondisi udara yang memburuk ini sangat rawan memicu penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) pada anak-anak usia sekolah, yang dapat menurunkan konsentrasi belajar bahkan memaksa siswa absen karena sakit.
“Untuk saat ini asap sudah tidak parah seperti kemarin, siswa juga masih aktif sekolah dan tentunya APD seperti masker,” ujarnya.
Sebagai langkah penyelamatan dan antisipasi, gerakan pembagian masker kini digencarkan secara merata di sembilan desa se-Kecamatan Kenohan, termasuk kawasan sekitar sekolah seperti Kahala Ilir, Laman Telihan, Dusun Malong, hingga Pendamaran.
Meskipun cuaca pada Kamis (1/10/2026) ini dilaporkan sudah kembali cerah dan bersih, fluktuasi titik api baru masih terus mengintai terbukti dengan munculnya kebakaran baru di kawasan Bingkai pada pagi harinya.
Pihak relawan dan otoritas setempat mengeluarkan imbauan tegas kepada sekolah dan orang tua murid untuk wajib menggunakan masker, memastikan seluruh siswa tetap mengenakan masker secara disiplin saat berangkat, pulang, maupun beraktivitas di lingkungan luar kelas.
“Kami minta warga dan pemilik lahan di sekitar sekolah untuk sama sekali tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan yang kerap ditinggalkan tanpa tanggung jawab,” tutupnya.
Editor: Erwin