Setia Budi yang lahir pada 15 Mei 1955 tutup usia diusia 71 tahun dan semasa hidupnya dikenal sebagai tokoh yang cukup lama mewarnai dinamika politik dan pembangunan di Kabupaten Kukar.
Kabar meninggalnya Setia Budi disampaikan anak pertamanya Adi Nugraha saat dikonfirmasi korankaltim.com siang tadi dan menyampaikan terima kasih atas perhatian, doa, serta ucapan belasungkawa yang disampaikan para sahabat dan rekan-rekan almarhum. “Terima kasih atas ucapan belasungkawa dan doa dari para sahabat serta rekan-rekan,” kata Adi.
Semasa aktif sebagai anggota DPRD Kukar, Setia Budi menjadi figur penting di tubuh Partai Golkar, pernah dipercaya menduduki posisi sebagai Ketua Fraksi Partai Golkar di DPRD Kukar.
Pada Pilkada Kukar 2020, Setia Budi sempat ikut meramaikan bursa penjaringan dengan mengembalikan formulir bakal calon wakil bupati. Langkah tersebut menjadi bagian dari ikhtiarnya untuk turut menyokong target politik Partai Golkar dalam menghadapi kontestasi Pilkada Kukar kala itu.
Tidak hanya berbicara mengenai politik, Setia Budi juga tercatat aktif menyuarakan sejumlah kepentingan pembangunan daerah saat duduk di parlemen diantaranya terkait keberlanjutan pembangunan fasilitas pendidikan, khususnya Universitas Kutai Kartanegara (Unikarta).
Ia pernah vokal mendorong kejelasan dukungan anggaran melalui APBD Kukar, yang saat itu nilainya sekitar Rp25 Miliar, agar pembangunan dan pengembangan kampus Unikarta dapat terus berlanjut. Perhatian terhadap sektor pendidikan tersebut menjadi bagian dari kiprahnya dalam mendorong pembangunan sumber daya manusia di Kukar.
Setia Budi juga pernah terlibat dalam upaya memperjuangkan kesejahteraan para mantan anggota DPRD Kukar periode 1992–2004 serta pensiunan PNS struktural, mengkoordinasikan proyek pembangunan perumahan bagi kelompok tersebut di Desa Teluk Dalam, Kecamatan Tenggarong Seberang yang menjadi satu catatan pengabdiannya di luar aktivitas politik praktis.
Di luar parlemen dan politik praktis, Setia Budi juga aktif dalam organisasi kemasyarakatan. Ia dipercaya memimpin Forum Komunikasi Putra-Putri Purnawirawan dan Putra-Putri TNI-Polri (FKPPI) 1803 Cabang Kukar periode 2018–2023.
Di organisasi tersebut, ia berupaya membangun sinergi serta memperkuat peran keluarga besar TNI-Polri dalam kegiatan sosial kemasyarakatan di Kukar.
Kepergian Setia Budi meninggalkan catatan panjang perjalanan seorang tokoh yang pernah mengambil bagian dalam dinamika politik, pembangunan, pendidikan, hingga kehidupan sosial kemasyarakatan di Kutai Kartanegara.
Editor: Aspian Nur