Sebuah bus Djawatan Angkoetan Motor Repoeblik Indonesia atau DAMRI bernomor polisi KT 7083 BJ bertabrakan dengan dump truck Mitsubishi Colt Diesel warna kuning bernomor polisi KT 8483 BY bermuatan paving block saat kedua kendaraan berpapasan di jalan yang menanjak dan menikung di Gunung Soruq.
Selain satu penumpang meninggal dunia, dua penumpang lainnya mengalami luka berat dan mendapat penanganan medis sebelum dirujuk ke Rumah Sakit Harapan Insan Sendawar (RS HIS).
Kapolsek Siluq Ngurai Ipda Ramli P Sianturi menjelaskan kronologis kejadian, yang mana saat itu dump truck melaju dari arah Samarinda menuju Barong Tongkok dengan membawa muatan paving block. Memasuki kawasan Gunung Soruq, truk berada di ruas jalan yang menanjak sekaligus menikung sementara disaat bersamaan dari arah berlawanan melaju Bus DAMRI menuju Samarinda.
“Dump truck dari arah Samarinda menuju Barong Tongkok. Saat berada di tanjakan dan tikungan Gunung Soruq, dari arah berlawanan tiba-tiba ada Bus DAMRI yang melaju dari arah Barong Tongkok menuju Samarinda,” ujar Ramli kepada Korankaltim.com Rabu (7/10/2026).
Kemunculan bus dari arah berlawanan membuat sopir dump truck terkejut dan berusaha menghindari benturan dengan membanting setir ke arah kiri. Namun upaya tersebut tidak sepenuhnya berhasil karena bagian tengah badan dump truk yang berukuran panjang tetap mengenai sisi kiri bus DAMRI.
Benturan tersebut menyebabkan tiga penumpang Bus DAMRI menjadi korban. Mukhtar, warga Palanro Kecamatan Mallusetasi, Kabupaten Barru Sulawesi Selatan meninggal dunia di lokasi kejadian. Sementara dua penumpang lainnya Azky Farrel asal Banjarmasin dan Suyamti, warga Mencimai, Kecamatan Barong Tongkok, mengalami luka berat.
Setelah kejadian, para korban terlebih dahulu mendapat penanganan di Puskesmas Siluq Ngurai. “Korban awalnya dibawa ke Puskesmas Siluq Ngurai. Setelah mendapat penanganan, kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Harapan Insan Sendawar untuk perawatan lebih lanjut,” katanya.
Usai kecelakaan, polisi langsung melakukan penanganan di lokasi. Pemeriksaan terhadap kedua pengemudi kemudian dilakukan untuk mendalami rangkaian kejadian serta memastikan penyebab kecelakaan.
Editor: Aspian Nur