Penulis: Muhammad Anshori
KORANKALTIM.COM, TENGGARONG – Paparan kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kutai Kartanegara (Kukar) menjadi ancaman bagi kesehatan masyarakat.
1 menit baca17 kali dibaca

Penulis: Muhammad Anshori
KORANKALTIM.COM, TENGGARONG – Paparan kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kutai Kartanegara (Kukar) menjadi ancaman bagi kesehatan masyarakat.
Salah satu dampak paling instan dan berbahaya dari buruknya kualitas udara sehingga dapat memicu lonjakan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kukar, Ismi Mufiddah mengingatkan warga agar tidak mengabaikan perubahan sekecil apa pun pada kondisi tubuh.
Mengenali gejala awal ISPA secara dini sangat penting agar penyakit tidak berkembang menjadi infeksi paru-paru yang lebih berat.
“Kami ingatkan untuk warga agar tak abai terkait dengan perubahan pada kondisi tubuhnya, saat ini asap masih ada,” kata Ismi, Minggu (4/10/2026).
Lanjutnya, secara umum, seseorang yang mulai terjangkit ISPA akibat menghirup udara tidak sehat akan menunjukkan beberapa gejala klinis, seperti batuk dan pilek. Respons alami tubuh untuk mengeluarkan partikel asap, biasanya disertai lendir atau dahak.
Kemudian, sakit pada tenggorokan dan terasa kering, gatal, perih saat menelan akibat iritasi partikel debu sisa pembakaran.
Sementara itu, demam tinggi juga menjadi tanda-tanda, ini menandakan sistem kekebalan tubuh sedang aktif melawan infeksi yang masuk ke saluran pernapasan.
“Sakit kepala juga, kekurangan oksigen bersih dan paparan gas karbon monoksida dari asap dapat memicu pusing dan nyeri kepala luar biasa. Kalau untuk gangguan kesehatan lainnya seperti lemas, sesak napas ringan, hingga nyeri otot,” jelasnya.
Ismi menegaskan menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan adalah tameng utama untuk menyaring partikel jahat dari asap karhutla.
“Kalau ada anggota keluarga terutama anak-anak dan lansia mulai mengalami gejala-gejala di atas setelah terpapar asap karhutla, segera batasi aktivitas luar ruangan, perbanyak minum air putih, dan kunjungi fasilitas pelayanan kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan medis yang tepat,” tutupnya.
Editor: Erwin






89 kali dibaca

70 kali dibaca
Pusat gempa berada di laut 149 km selatan Kab. Malang
04 Okt 2026, 19:36:47 WIB • Kedalaman 10 km
Gempa ini dirasakan untuk diteruskan pada masyarakat
Sumber: BMKG