Data Dinkes Kukar menunjukkan, hingga Agustus 2026 tercatat 9.074 kasus gangguan pernapasan yang ditangani di puskesmas. Jumlah tersebut kembali bertambah sekitar 1.000 kasus sepanjang September.
Kepala Dinkes Kukar, Ismi Mufiddah, mengatakan angka tersebut merupakan jumlah pasien yang mendapatkan pelayanan di puskesmas. Berdasarkan jenis kelamin, tercatat 5.321 kasus terjadi pada perempuan dan 4.691 kasus pada laki-laki.
“Yang lebih mengejutkannya lagi, kasus ISPA ini tak hanya menyerang balita atau lansia. Kelompok usia produktif dari umur 18 sampai 59 tahun juga banyak yang terkena. Totalnya ada sekitar 3.715 kasus. Untuk kelompok anak-anak dan remaja usia 5 sampai 18 tahun itu ada 3.082 kasus,” ungkapnya.
Dinkes Kukar telah memetakan lima wilayah yang menjadi perhatian terkait kasus ISPA di tengah kondisi udara yang terdampak asap, yakni Rapak Mahang, Kelurahan Loa Ipuh, Loa Duri, Loa Janan dan Samboja.
Dari lima wilayah tersebut, tiga kawasan disebut memiliki kondisi yang paling menjadi perhatian, yakni Kelurahan Loa Ipuh, Rapak Mahang, dan Samboja. Kasus di Rapak Mahang dan Loa Ipuh masing-masing disebut mendekati 700 kasus.
“Masyarakat saat ini merasakan gejala-gejala seperti batuk kronis, pilek, sakit tenggorokan akut, demam tinggi dan sakit kepala,” sebutnya.
Mengingat kondisi udara luar ruangan yang tidak sehat, Dinkes Kukar meminta seluruh warga untuk wajib mengenakan masker setiap keluar rumah.
“Kami imbau tetap gunakan masker di mana pun berada untuk menjaga diri dari serangan ISPA,” tutupnya.
Editor: Erwin