Musibah kebakaran yang melanda kawasan padat penduduk di RT 33 itu memang meyisakan duka mendalam karena menghanguskan sedikitnya 50 bangunan dan menyebabkan 151 jiwa kehilangan tempat tinggal. Ditengah situasi darurat tersebut, sempat muncul isu di media sosial dan pesan berantai yang mengeklaim seorang warga bernama Am Allikuddin terjebak di dalam kobaran api hingga meninggal dunia.
Lurah Melayu Kecamatan Tenggarong Muhammad Hafidz langsung memberikan klarifikasi untuk meredam kepanikan masyarakat, memastikan tidak ada korban jiwa dalam musibah ini. Isu mengenai meninggalnya seorang warga tersebut dipastikan murni hoaks. "Data kami sampai saat ini tidak ada yang meninggal dunia. Hanya ada seorang warga lansia dan seorang petugas relawan yang sempat dilarikan ke rumah sakit akibat sesak napas karena menghirup asap tebal, tapi kondisi keduanya saat ini dilaporkan sudah membaik dan stabil," kata Hafidz, Selasa (6/10/2026).
Saat ini kecamatan sedang memfokuskan penanganan pada pemulihan para korban di posko darurat.
Sementara itu, posko informasi dan logistik kini dipusatkan di Jalan Aji Alimudin, sedangkan dapur umum telah didirikan untuk menjamin pasokan makanan para pengungsi yang kini ditampung di Masjid Muhammadiyah, Gedung TK, dan Balai Pertemuan Umum (BPU) Kelurahan Melayu.
Masyarakat dan warganet diimbau untuk tetap tenang, menyaring informasi yang beredar, serta tidak ikut menyebarkan berita bohong (hoaks) yang dapat memperkeruh suasana di tengah situasi bencana. "Sampai sekarang ini masih belum pasti, jumlah yang kami himpun di posko jumlah ada 50 KK, "Sampai sekarang ini masih belum pasti. Untuk jumlah yang kami himpun di posko Kelurahan Melayu, terdampaknya itu ada 50 KK, terdiri dari 151 jiwa," tutup Hafidz.
Editor: Aspian Nur