Kapolsek Sungai Pinang AKP Aksarudin Adam mengatakan, polisi menerima informasi dari masyarakat sekitar pukul 22.00 WITA, Sabtu (10/10/2026). Informasi itu disampaikan setelah keluarga korban mendatangi rumah A dan mencium bau tidak sedap dari dalam bangunan.
“Tadi sekitar pukul 22.00 WITA, kami Polsek Sungai Pinang mendapat informasi dari masyarakat bahwa ada keluarganya mencari beberapa hari ini, tetapi tidak menemukan keluarganya,” ujar Aksarudin saat ditemui di lokasi seusai evakuasi pada Minggu (11/10/2026) dini hari.
Setelah menerima laporan, petugas kepolisian mendatangi lokasi untuk memeriksa kondisi rumah. Polisi kemudian membuka akses masuk dengan membongkar pintu di lantai dua bangunan.
“Setelah kami berhasil masuk ke dalam rumah, korban ditemukan terbaring di salah satu kamar dalam kondisi sudah meninggal dunia. Dari pemeriksaan awal, ditemukan luka pada bagian leher dan pergelangan tangan korban. Namun, untuk penyebab luka tersebut masih kami dalami,” tambahnya
Meski demikian, kepolisian belum dapat memastikan penyebab munculnya luka tersebut, termasuk apakah berkaitan langsung dengan kematian korban. Dugaan mengenai penggunaan benda tumpul maupun benda tajam juga belum dapat disimpulkan.
“Belum bisa kami pastikan, menunggu hasil pemeriksaan dari kedokteran,” jelas Aksarudin saat ditanya mengenai kondisi luka yang ditemukan pada tubuh korban.
Berdasarkan dugaan sementara, korban diperkirakan telah meninggal sekitar lima jam sebelum ditemukan.
Untuk kepentingan penyelidikan, jenazah korban selanjutnya dievakuasi ke RSUD Abdoel Wahab Sjahranie (AWS) Samarinda. Polisi menunggu hasil pemeriksaan medis, termasuk visum maupun otopsi, guna mengetahui penyebab pasti kematian.
“Kami dari pihak kepolisian akan menyelidiki penyebab kematiannya, menunggu hasil dari pemeriksaan pihak rumah sakit, hasil visum maupun otopsi,” tutupnya.
Editor: Erwin
Kapolsek Sungai Pinang AKP Aksarudin Adam mengatakan, polisi menerima informasi dari masyarakat sekitar pukul 22.00 WITA, Sabtu (10/10/2026). Informasi itu disampaikan setelah keluarga korban mendatangi rumah A dan mencium bau tidak sedap dari dalam bangunan.
“Tadi sekitar pukul 22.00 WITA, kami Polsek Sungai Pinang mendapat informasi dari masyarakat bahwa ada keluarganya mencari beberapa hari ini, tetapi tidak menemukan keluarganya,” ujar Aksarudin saat ditemui di lokasi seusai evakuasi pada Minggu (11/10/2026) dini hari.
Setelah menerima laporan, petugas kepolisian mendatangi lokasi untuk memeriksa kondisi rumah. Polisi kemudian membuka akses masuk dengan membongkar pintu di lantai dua bangunan.
“Setelah kami berhasil masuk ke dalam rumah, korban ditemukan terbaring di salah satu kamar dalam kondisi sudah meninggal dunia. Dari pemeriksaan awal, ditemukan luka pada bagian leher dan pergelangan tangan korban. Namun, untuk penyebab luka tersebut masih kami dalami,” tambahnya
Meski demikian, kepolisian belum dapat memastikan penyebab munculnya luka tersebut, termasuk apakah berkaitan langsung dengan kematian korban. Dugaan mengenai penggunaan benda tumpul maupun benda tajam juga belum dapat disimpulkan.
“Belum bisa kami pastikan, menunggu hasil pemeriksaan dari kedokteran,” jelas Aksarudin saat ditanya mengenai kondisi luka yang ditemukan pada tubuh korban.
Berdasarkan dugaan sementara, korban diperkirakan telah meninggal sekitar lima jam sebelum ditemukan.
Untuk kepentingan penyelidikan, jenazah korban selanjutnya dievakuasi ke RSUD Abdoel Wahab Sjahranie (AWS) Samarinda. Polisi menunggu hasil pemeriksaan medis, termasuk visum maupun otopsi, guna mengetahui penyebab pasti kematian.
“Kami dari pihak kepolisian akan menyelidiki penyebab kematiannya, menunggu hasil dari pemeriksaan pihak rumah sakit, hasil visum maupun otopsi,” tutupnya.
Editor: Erwin