Penulis: Muhammad Anshori
KORANKALTIM.COM, TENGGARONG - Musibah kebakaran yang melanda kawasan padat penduduk di Jalan Kartini, Gang Karya, RT 61 dan RT 25, Kelurahan Loa Ipuh, Kecamatan Tenggarong menyisakan luka mendalam bagi para korban.
Penulis: Muhammad Anshori
KORANKALTIM.COM, TENGGARONG - Musibah kebakaran yang melanda kawasan padat penduduk di Jalan Kartini, Gang Karya, RT 61 dan RT 25, Kelurahan Loa Ipuh, Kecamatan Tenggarong menyisakan luka mendalam bagi para korban.
Peristiwa tragis yang terjadi pada Selasa (13/10/2026) malam sekitar pukul 23.50 WITA tersebut menghanguskan 11 bangunan serta menelan dua korban jiwa.
Kedua korban meninggal dunia merupakan kakak beradik berusia 3 tahun dan 7 tahun putra dari pasangan Hamri Noor dan Maratus Salehah.
Hamri Noor yang berusia 42 tahun juga mengalami luka bakar saat berusaha menyelamatkan kedua putranya tersebut.
Kapolsek Tenggarong AKP Nahrawi mengatakan, berdasarkan keterangan saksi di lokasi kejadian, api pertama kali terlihat membesar dari bagian meteran listrik rumah milik Hamri. Ia sempat berupaya memadamkan kobaran api menggunakan peralatan seadanya. Namun, jeritan histeris dari ibu korban yang mengabarkan anak-anaknya masih tertinggal di dalam rumah membuat situasi panik.
"Hamri sempat menerobos kobaran api untuk mencari kedua anaknya, tapi api dengan cepat menyambar, dia keluar dari rumah dengan kondisi mengalami luka bakar. Api dengan cepat membesar dan merambat ke bangunan lain di sekitarnya yang mayoritas berkonstruksi kayu," kata Nahrawi, Rabu (14/10/2026).
Petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kartanegara Kutai Kartanegara (Disdamkar Matan Kukar) bersama puluhan relawan langsung diterjunkan ke lokasi. "Api padam sepenuhnya sekitar pukul 01.35 WITA," sebutnya.
Setelah kobaran api terkendali, petugas dan warga segera melakukan proses pencarian dan evakuasi terhadap kedua anak yang terjebak. Sekitar dini hari pukul 03.28 WITA, kedua korban ditemukan dalam kondisi sudah tidak bernyawa di puing-puing reruntuhan rumah.
Hasil pendataan sementara, kerugian material akibat musibah kebakaran ini ditaksir mencapai Rp3 Miliar. Bangunan yang hangus terbakar meliputi rumah warga, fasilitas asrama atau rumah singgah Kecamatan Tabang, hingga beberapa unit rumah sewaan dan kendaraan seperti sepeda roda dua dan empat.
"Dugaan sementara penyebab kebakaran berasal dari korsleting arus pendek listrik di rumah milik Hamri. Tapi, untuk memastikan penyebab pastinya, tim Inafis Satreskrim Polres Kukar masih melakukan penyelidikan dan olah TKP lebih lanjut," ungkap Nahrawi.
Pihak kepolisian telah mengamankan lokasi kejadian serta menghimpun keterangan dari sejumlah saksi dan berkoordinasi dengan pengurus RT setempat untuk penanganan pascakebakaran.
Editor: Aspian Nur
Peristiwa tragis yang terjadi pada Selasa (13/10/2026) malam sekitar pukul 23.50 WITA tersebut menghanguskan 11 bangunan serta menelan dua korban jiwa.
Kedua korban meninggal dunia merupakan kakak beradik berusia 3 tahun dan 7 tahun putra dari pasangan Hamri Noor dan Maratus Salehah.
Hamri Noor yang berusia 42 tahun juga mengalami luka bakar saat berusaha menyelamatkan kedua putranya tersebut.
Kapolsek Tenggarong AKP Nahrawi mengatakan, berdasarkan keterangan saksi di lokasi kejadian, api pertama kali terlihat membesar dari bagian meteran listrik rumah milik Hamri. Ia sempat berupaya memadamkan kobaran api menggunakan peralatan seadanya. Namun, jeritan histeris dari ibu korban yang mengabarkan anak-anaknya masih tertinggal di dalam rumah membuat situasi panik.

"Hamri sempat menerobos kobaran api untuk mencari kedua anaknya, tapi api dengan cepat menyambar, dia keluar dari rumah dengan kondisi mengalami luka bakar. Api dengan cepat membesar dan merambat ke bangunan lain di sekitarnya yang mayoritas berkonstruksi kayu," kata Nahrawi, Rabu (14/10/2026).
Petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kartanegara Kutai Kartanegara (Disdamkar Matan Kukar) bersama puluhan relawan langsung diterjunkan ke lokasi. "Api padam sepenuhnya sekitar pukul 01.35 WITA," sebutnya.
Setelah kobaran api terkendali, petugas dan warga segera melakukan proses pencarian dan evakuasi terhadap kedua anak yang terjebak. Sekitar dini hari pukul 03.28 WITA, kedua korban ditemukan dalam kondisi sudah tidak bernyawa di puing-puing reruntuhan rumah.
Hasil pendataan sementara, kerugian material akibat musibah kebakaran ini ditaksir mencapai Rp3 Miliar. Bangunan yang hangus terbakar meliputi rumah warga, fasilitas asrama atau rumah singgah Kecamatan Tabang, hingga beberapa unit rumah sewaan dan kendaraan seperti sepeda roda dua dan empat.
"Dugaan sementara penyebab kebakaran berasal dari korsleting arus pendek listrik di rumah milik Hamri. Tapi, untuk memastikan penyebab pastinya, tim Inafis Satreskrim Polres Kukar masih melakukan penyelidikan dan olah TKP lebih lanjut," ungkap Nahrawi.
Pihak kepolisian telah mengamankan lokasi kejadian serta menghimpun keterangan dari sejumlah saksi dan berkoordinasi dengan pengurus RT setempat untuk penanganan pascakebakaran.
Editor: Aspian Nur







Pusat gempa berada di laut 103 km selatan Pacitan
13 Okt 2026, 17:22:02 WIB • Kedalaman 10 km
Gempa ini dirasakan untuk diteruskan pada masyarakat
Sumber: BMKG